Selama otak digunakan secara sehat untuk berfikir, sebesar itulah sebuah inovasi bisa didapatkan dengan mudah. Bukan hanya sekedar penemuan biasa, tapi juga sarat dengan manfaat yang hasilnya menjadi jawaban bagi problem yang ada. Salah satunya yang telah dilakukan oleh pria bernama Dimas Bagus Wijanarko.
Temuan pria asal Surabaya, Jawa Timur ini cukup mencengangkan. Ia telah berhasil membuat sebuah alat pengolah sampah plastik yang berhasil dikonversi menjadi BBM. Inspirasi bagi idenya datang dari sebuah benda serupa bikinan Jepang. Berbekal alat-alat sederhana, Dimas berhasil membuat sebuah mesin pengolah limbah plastik.
Dengan alat tersebut, sampah plastik yang telah diolah sedemikian rupa akan menghasilkan beberapa tetes minyak. Tergantung dengan volume bahan limbah yang digunakan. Semakin banyak sampah plastik yang diproses, hasil minyak pun akan menjadi lebih banyak.
“Kalau dari alat ini menghasilkan bahan bakar jenis premium. Jadi sistem kerjanya metode destilasi kering dengan pemanasan suhu tinggi dengan minimal atau tanpa oksigen. Sehingga ada proses kimiawi dari gas jadi cair,” ucapnya yang dikutip dari bandung.merdeka.com.
“Jenis plastik yang bisa diolah sebenarnya semua jenis bisa asalkan harus kering. Tetapi jenis plastik yang paling baik diolah menjadi minyak yakni LDPR (low density polyethilene) yang biasa digunakan untuk kresek, bungkus mie instan dan kopi sachet,” ucapnya yang dikutip dari bandung.merdeka.com.
“Sampah plastik itu mengandung unsur minyak. Mulai dari solar, premium dan minyak tanah, ketika bisa mengolah dengan baik. Jadi dari beberapa artikel saya pelajari akhirnya saya menemukan mengubah sampah palstik jadi minyak. Saya bukan akademisi tetapi saya punya kemauan dan tekad serta kepedulian terhadap masalah sampah,” ujarnya yang dikutip dari bandung.merdeka.com.
Untuk menguji keampuhan BBM dari mesin ciptaannya itu, Dimas menggunakan sebuah Vespa super 1977 sebagai bahan percobaan. Kendaraan bermotor tersebut sedianya akan memulai perjalanan dengan rute Jakarta-Bali yang berjarak 1.200 kilometer.
Kisah inspiratif seperti Dimas di atas, bisa dijadikan sebagai pemicu semangat bagi yang lainnya agar senantiasa tergerak untuk berinovasi. Tak perlu cari sesuatu yang sulit. Dimulai dari hal-hal kecil di sekeliling kita. Atau masalah sosial yang masih banyak ditemui pada masyarakat. Semangat ya Sahabat Boombastis.
Maksud hati memeluk gunung. Apa daya tangan tak sampai. Ingin hati merawat satwa liar, malah…
Sabar ada batasnya. Penggalan kalimat ini mungkin ada benarnya bila melihat sikap Muhammadiyah terhadap pemerintah…
Bencana banjir dan longsor yang menewaskan ribuan orang dan membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal…
Terpapar viral, seorang pemuda memarahi karyawan di gerai Roti’O. Penyebabnya sepele tapi cukup serius, gara-gara…
Di tengah keputusasaan untuk menjaga kelestarian alam, Indonesia membutuhkan sosok yang berani melindungi sumber daya…
Sedang viral di media sosial, seorang emak-emak menyatakan bahwa program ini cuma bisa bikin ibu-ibu…