Peradaban Mesir kuno pertama kali berdiri di bawah tangan Firaun terjadi di tahun 3100 SM. Selama lebih dari 3.000 tahun, dinasti ini memerintah Mesir dengan tangan dingin sebelum ada ekspedisi dari Mesopotamia dan generasi Firaun berakhir di tahun 30 SM. Selama tiga milenium kekuatan dari Mesir tak bisa dibendung hingga terus mengakar hingga sekarang.
Di Era modern seperti sekarang, Mesir sudah berubah menjadi negara Muslim yang besar. Namun, dalam beberapa hal pengaruh dari kebudayaan yang diciptakan Firaun masih bisa bertahan hingga sekarang. Berikut fakta-fakta unik yang membuktikannya pengaruh besar itu.
Sungai Nil adalah sumber kehidupan dari Mesir kuno yang dikelilingi oleh banyak sekali gurun yang terjal. Ibarat tubuh, sungai Nil adalah darah yang membuat manusia jadi hidup dan tumbuh menjadi besar. Di zaman awal peradaban Firaun, sungai adalah sesuatu yang penting untuk mengairi sawah-sawah yang tak bisa tumbuh di wilayah gurun yang sangat tandus.
Orang Mesi sangat mempercayai apa yang namanya takhayul. Hampir setiap hari mereka mempraktikkan hal-hal yang kadang tak masuk akal agar terhindar dari bahaya. Salah satu tindakan yang yang merupakan bagian dari takhayul itu adalah memecahkan pot di belakang orang yang dianggap tidak baik atau mereka benci meski tidak mengenalnya secara personal.
Orang-orang di Mesir biasanya merayakan apa yang namanya Seboa. Tujuh hari setelah bayi lahir akan diadakan semacam selamatan untuk menyambut bayi serta mengusir setan yang ada di sekelilingnya. Bayi akan sedikit diguncang-guncang agar roh jahat hilang dan tidak mengganggu tumbuh kembang bayi selamanya.
Sejak awal zaman Mesir kuno, banyak wanita merias wajahnya dengan kohl. Benda ini terbuat dari beberapa mineral yang akan memberikan warna hitam yang sangat pekat. Di masa lalu, warna hitam ini digunakan sebagai tanda keningratan pada bangsawan Mesir dan juga menandakan apakah mereka sudah menikah atau pun masih gadis.
Bahasa yang digunakan di Mesir memanglah Bahasa Arab seperti di negara Timur Tengah. Namun, Bahasa Arab yang digunakan sangat berbeda dengan yang ada di daerah lain. Bahasa Arab yang digunakan di Mesir merupakan percampuran antara Bahasa Inggris, Prancis, Turki, dan Bahasa Mesir kuno yang peradabannya telah hilang sejak ribuan tahun yang lalu.
Inilah lima fakta unik yang membuktikan jika Firaun dan kebudayaan kunonya masih bertahan hingga sekarang. Di tengah modernisasi Mesir yang terus berjalan, kebudayaan kuno masih ada dan menunjukkan eksistensinya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…