Peradaban Mesir kuno pertama kali berdiri di bawah tangan Firaun terjadi di tahun 3100 SM. Selama lebih dari 3.000 tahun, dinasti ini memerintah Mesir dengan tangan dingin sebelum ada ekspedisi dari Mesopotamia dan generasi Firaun berakhir di tahun 30 SM. Selama tiga milenium kekuatan dari Mesir tak bisa dibendung hingga terus mengakar hingga sekarang.
Di Era modern seperti sekarang, Mesir sudah berubah menjadi negara Muslim yang besar. Namun, dalam beberapa hal pengaruh dari kebudayaan yang diciptakan Firaun masih bisa bertahan hingga sekarang. Berikut fakta-fakta unik yang membuktikannya pengaruh besar itu.
1. Pemanfaatan dari Sungai Nil
Sungai Nil adalah sumber kehidupan dari Mesir kuno yang dikelilingi oleh banyak sekali gurun yang terjal. Ibarat tubuh, sungai Nil adalah darah yang membuat manusia jadi hidup dan tumbuh menjadi besar. Di zaman awal peradaban Firaun, sungai adalah sesuatu yang penting untuk mengairi sawah-sawah yang tak bisa tumbuh di wilayah gurun yang sangat tandus.
2. Memecahkan Pot di Belakang Orang
Orang Mesi sangat mempercayai apa yang namanya takhayul. Hampir setiap hari mereka mempraktikkan hal-hal yang kadang tak masuk akal agar terhindar dari bahaya. Salah satu tindakan yang yang merupakan bagian dari takhayul itu adalah memecahkan pot di belakang orang yang dianggap tidak baik atau mereka benci meski tidak mengenalnya secara personal.
3. Seboa, Tradisi Bayi Lahir Ala Mesir Kuno
Orang-orang di Mesir biasanya merayakan apa yang namanya Seboa. Tujuh hari setelah bayi lahir akan diadakan semacam selamatan untuk menyambut bayi serta mengusir setan yang ada di sekelilingnya. Bayi akan sedikit diguncang-guncang agar roh jahat hilang dan tidak mengganggu tumbuh kembang bayi selamanya.
4. Garis Mata Gelap Sebagai Aksesori
Sejak awal zaman Mesir kuno, banyak wanita merias wajahnya dengan kohl. Benda ini terbuat dari beberapa mineral yang akan memberikan warna hitam yang sangat pekat. Di masa lalu, warna hitam ini digunakan sebagai tanda keningratan pada bangsawan Mesir dan juga menandakan apakah mereka sudah menikah atau pun masih gadis.
5. Masih Menggunakan Bahasa Kuno
Bahasa yang digunakan di Mesir memanglah Bahasa Arab seperti di negara Timur Tengah. Namun, Bahasa Arab yang digunakan sangat berbeda dengan yang ada di daerah lain. Bahasa Arab yang digunakan di Mesir merupakan percampuran antara Bahasa Inggris, Prancis, Turki, dan Bahasa Mesir kuno yang peradabannya telah hilang sejak ribuan tahun yang lalu.
Inilah lima fakta unik yang membuktikan jika Firaun dan kebudayaan kunonya masih bertahan hingga sekarang. Di tengah modernisasi Mesir yang terus berjalan, kebudayaan kuno masih ada dan menunjukkan eksistensinya.