Kerja, kerja dan kerja begitulah tagline kabinet di era Jokowi dan Jusuf Kalla. Ya, kabinet yang bekerja yang diinginkan presiden. Atau dalam kata lain, bukan yang banyak omong, suka beretorika atau doyan berwacana. Bukan kabinet yang hanya berkutat dalam konsep. Tapi yang banyak bergerak, bahkan menggebrak. Kabinet yang mampu memberi bukti, bukan janji.
Tidak sekedar itu, para pembantu presiden juga diharapkan punya sikap dan berani memutuskan. Bukan pembantu yang sumuhun dawuh yang sekedar asal bapak senang. Dan sudah 2 tahun lebih kabinet bekerja. Pergantian menteri pun telah dilakukan beberapa kali. Presiden Jokowi sendiri dengan tegas telah menggariskan, tak mampu bekerja, ya silahkan minggir alias siap diganti.
Nah, dari sekian banyak menteri ada beberapa pembantu presiden yang menurut penulis punya ‘keberanian’ berbeda. Menteri-menteri ini berani bersikap meski harus menghadapi resiko politik yang tak sedikit. Siapa sajakah mereka?
Salah satu bintang di kabinet kerja Jokowi adalah Susi Pudjiastuti. Sejak mulai menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi sudah langsung menggebrak. Salah satu gebrakannya adalah menabuh genderang perang terhadap para pencuri ikan di laut Indonesia. Kebijakannya yang paling berani adalah menenggelamkan kapal para pencuri ikan.
Publik tentu tahu salah satu polemik yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta adalah soal diaktifkannya kembali Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok sebagai gubernur Jakarta setelah menjalani cuti kampanye pemilihan gubernur di ibukota. Diaktifkannya Ahok menuai protes. Yang protes berpendapat Ahok harusnya diberhentikan, bukannya diaktifkan kembali. Alasannya Ahok sudah berstatus terdakwa.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sendiri menegaskan Ahok tak diberhentikan sementara karena pihaknya, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri masih menunggu bunyi tuntutan atau dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum dalam kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Ahok. Mendagri berpegang pada ketentuan salah satu pasal di UU Pemda. Dengan tegas pula Tjahjo mengatakan dirinya bukan sedang mengistimewakan Ahok hanya karena petahana itu didukung PDIP, salah satu partai pendukung utama pemerintah yang juga partainya.
Tentu ia harus adil dalam memutuskan. Jangan hanya karena didesak-desak terus dirinya tak berlaku adil. Aturan yang ia pegang. Karena itu ia tak mempermasalahkan niat sebagian anggota DPR yang hendak menggulirkan hak angket. Ia persilahkan itu. Karena menurut Tjahjo angket adalah hak DPR. Tapi ia mengingatkan jangan sekali-kali- kali kemudian menyeret-nyeret Presiden Jokowi. Apa yang sudah diputuskan adalah tanggung jawabnya sebagai Mendagri. Bila ingin membidik kata Tjahjo, bidiklah dirinya. Dan ia akan mempertanggungjawabkan langkah yang sudah diambilnya. Jika salah, ia siap mundur sebagai Mendagri. Tjahjo melontarkan itu saat hadir dalam rapat dengan anggota DPR. Suaranya lugas dan tegas, ketika mengucapkan itu.
Menteri lain yang berani adalah Ignasius Jonan. Ia sekarang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Jonan memang menteri yang tak kenal kompromi. Saat jadi Menteri Perhubungan, sikap Jonan juga keras ketika dihadapkan kepada persoalan yang menurutnya menabrak aturan.
Ya menteri-menteri seperti itulah yang dibutuhkan negeri ini. Negeri ini butuh pemimpin yang berani menggebrak. Negeri ini juga butuh pembantu-pembantu presiden yang tak kalah ‘gahar’ dengan kepala pemerintahannya. Menteri yang berani bersikap, juga tak takut bertindak. Menteri yang berani menghadapi resiko, itulah yang kita butuhkan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…