Jauh sebelum sosok Bacharuddin Jusuf Habibie menjadi pencipta pesawat terbang yang terkenal di era modern Indonesia, sejarah mencatat sosok bernama Achmad bin Talim merupakan pembuat pesawat di Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia Belanda. Segera, rancangan pesawat buatannya itu mampu menggegerkan masyarakat Eropa.
Prestasi yang diukir Talim tergolong luar biasa pada masanya. Terlebih, kondisi Hindia Belanda yang kala itu masih berstatus sebagai negara jajahan Belanda. Sebagai seorang mekanik pesawat dari perusahaan besar, sosok Talim dikenal sebagai teknisi yang handal sekaligus cekatan dalam pekerjaannya. Selengkapnya, simak ulasan Boombastis berikut ini.
Sejak kecil, Achmad bin Talim yang lahir di Bandung, Jawa Barat, tahun 1910 itu menaruh minat yang besar pada dunia penerbangan. Hal tersebut tak lepas dari masa kecilnya yang akrab terhadap lalu lalang pesawat di Bandara Pangkalan Udara Andir (sekarang Bandara Husein Sastranegara) yang memang dekat dengan rumahnya.
Pengusaha sekaligus pewaris perusahaan pemotongan sapi NV Merbaboe yang bernama Khouw Ke Hien menjadi jalan bagi Talim untuk mengembangkan pesawat sendiri. Kala itu, ia mendapat pesanan dari Hien untuk membuat sebuah pesawat. Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dari sang pengusaha.
Menurut Menurut artikel “Built in the Dutch East Indies” dalam majalah Flight, terbitan 28 Februari 1935, pesawat yang kemudian dinamakan Walraven-2 itu dirancang untuk penerbangan jarak jauh. Selain struktur yang apik, hal ini tak lepas dari penggunaan dua mesin Pobjoy (ada yang menulis Pobyo) Niagara 7 silinder berkekuatan masing-masing 90 tenaga kuda.
Ujicoba perdana berhasil dilakukan di dalam negeri, membuat sosok Hien yang kala itu menyukai dunia penerbangan merasa tertantang, Tak hanya memesan pesawat sesuai spesifikasi yang diinginkannya, ia juga tertarik untuk menjadi pilot dan membawa Walvaren-2 lepas landas untuk jarak yang jauh. Tak kepalang tanggung, Eropa (Amsterdam, Belanda) menjadi tujuannya.
Walraven-2 yang memiliki kode registrasi internasional PK-KKH (PK kode Hindia Belanda) dan KKH (singkatan Khouw Khe Hien), menjadi salah satu bukti kehebatan Talim merancang pesawat. Ia pun diminta oleh KSAU Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma untuk menjalankan kembali bengkel pesawat milik AURI di Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta.
BACA JUGA: Mengenal Nurtanio, Tentara AURI yang Ciptakan Pesawat Tempur Pertama Indonesia
Pesawat rancangan Achmad bin Talim bersama rekan-rekannya yang bernama Walraven-2, kala itu berhasil mengguncang Eropa. Siapa sangka jika negara yang statusnya sebagai wilayah jajajahan itu bisa menciptakan pesawat dari tangan seorang teknisi lokal. Hebat ya Sahabat Boombastis.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…