Indonesia memang merupakan salah satu negara yang kaya akan filosofi kedaerahannya. Salah satunya adalah yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Barat. Provinsi yang satu ini boleh dibilang mengalami perkembangan stabil di setiap masanya. Tak peduli siapa pemimpinnya, semua komponen masyarakat memang terlihat kompak dalam membangun daerah serta mempertahankan budayanya.
Berbicara mengenai budaya dan filosofi daerah-daerah di Jawa Barat, sepertinya banyak dari kita yang masih bertanya-tanya ya mengenai makna awalan ‘ci’ yang digunakan untuk penamaan daerah. Karena bila diperhatikan memang ada sekitar puluhan daerah yang berawalan dengan ‘ci’ dan tentunya sangat kecil kemungkinan jika mengatakan bahwa itu hanya kebetulan saja.
Penjelasan mengenai asal mula nama daerah tersebut datang dari bupati Purwakarta yaitu Dedi Mulyadi. Beliau bercerita bahwa sejak zaman dahulu masyarakat Jawa Barat memang beraktivitas sangat dekat dengan sungai maupun laut. Oleh karena itulah nama-nama daerah di sana kebanyakan diawali ‘ci’. Awalan ci- biasanya juga dikenal dengan sebutan cai dalam bahasa Sunda sendiri memiliki makna air. Itulah yang menjadi kisah awal penyebutan nama daerah di sana.
Dedi Mulyadi juga menyebutkan bahwa kehidupan masyarakat Sunda dulu sangatlah berdekatan dengan alam, khususnya air. Pada zaman kerajaan saja sungai disulap menjadi sarana transportasi masyarakatnya. Sementara itu sistem pertahanan kerajaan pun hanya berasal dari parit yang memang terbukti efektif guna membentengi musuh. Dari sini saja kita bisa melihat betapa besar peran ci atau cai di tanah Sunda.
Pendapat lain kemudian muncul yang sama sekali berbeda dengan apa yang diutarakan bupati Purwakarta tersebut. Sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube bernama Bumidega Sunda Academy menjelaskan bahwa awalan ci- memiliki makna lain, bukan air. Video berdurasi tiga menit itu mengungkapkan bahwa ci- dalam bahasa Sansekerta memiliki makna cahaya. Dalam tayangan tersebut ditampilkan bahwa konon dulu Jawa Barat memiliki gunung bernama Gunung Sunda Purba dengan tinggi 17000 mdpl.
Di puncak gunung disebutkan bahwa diselimuti oleh salju namun mampu menerangi daerah sekitarnya dari cahaya yang dipancarkan oleh es. Wilayah gunung itu disebut-sebut merupakan tempat bersemayamnya para dewa atau ‘hyang’ sebagai leluhur. Oleh karena itulah kemudian daerah sekitar gunung dinamakan Parahyang atau tempat leluhur. Video tersebut juga menayangkan bahwa awalan ci- dalam nama Cibodas berarti cahaya putih, Cibereum adalah cahaya merah, Cihideung merupakan cahaya hitam, dan lainnya.
Video yang dilihat sampai 142 ribu kali oleh masyarakat itu menimbulkan pro kontra dalam masyarakat. Bila dilihat secara logika mungkin analisa yang disampaikan memang masuk akal. Namun ketika berusaha menelusuri lagi, masyarakat merasa ada kejanggalan yang ditemukan. Misalnya saja untuk Cirebon, netizen berpendapat bahwa nama itu terdiri dari dua kata yakni Cai dan Rebon yang berarti air rebusan udang rebon. Atau yang biasa disebut petis oleh warga Cirebon Indramayu.
Meskipun masih ada pro kontra terkait makna filosofi dari awalan ci- ini, namun sepertinya lebih banyak masyarakat tanah Sunda yang membenarkan penjelasan dari Dedi Mulyadi. Jadi nama daerah Jawa Barat bukan secara kebetulan memiliki awalan yang seragam, melainkan itu semua dikarenakan betapa ci atau air dulunya sangat diandalkan oleh nenek moyang baik untuk penghidupan maupun pengamanan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…