Seperti yang telah kita ketahui, membina rumah tangga bukan perkara mudah. Setiap harinya selalu saja ada hal-hal yang di luar mau kita. Terutama soal hubungan kita dengan istri tercinta. Kendati sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjaga percikan asmara tetap berkobar setiap saat, selalu saja ada konslet tak terduga yang bikin sinar asmara redup sementara.
Dan yang namanya wanita, mereka biasanya cenderung memberi kita semacam isyarat atau kode jika ada hal yang mereka tak suka atau ada hal yang mereka inginkan. Buat kamu yang sudah beristri maupun yang berencana menuju ke arah sana dalam waktu dekat, di bawah ini ada lima kode keras yang biasa istri ekspresikan kepada suaminya, dan sebagai pria yang paling istimewa di hati mereka, kita dituntut wajib harus peka. Lalu, apa saja sih kode-kode keras tersebut?
Ini salah satu kode paling klasik. Istri yang biasanya nyuci piring sambil senyum plus dendangin musik dangdut, eh tiba-tiba suatu hari dia nyuci piringnya ga nyantai. Nyimpen piring bersih di rak aja berisik banget ampe mau pecah, kalo biasanya istri hemat air buat nyuci, eh sekarang nyuci piring gelas dikit aja airnya bisa abis sebak.
Waduh, kalo ini sih kelewatan namanya. Masa bapak masih minta uang rokok atau beli kopi ma istri sih? Lah, terus kalo istri kita malah marah ga jelas pas bapak minta uang buat beli rokok atau beli bensin, misal? Padahal kan mintanya ga seberapa, lagian istri juga udah dikasih duit bulanan tiap bulan (setidaknya pasti hal itulah yang ada dalam hati bapak-bapak sekalian).
Terus, kalo istri sama-sama kerja? Kan dia juga punya uang buat nambahin duit belanja bulanan? Eits, bapak amnesia nih. Lupa ya pak, sama aturan tidak tertulis kalo duit bapak adalah duit bersama, sedangkan duit istri adalah duit istri seorang. Kalo masih lupa-lupa ingat ma rumusnya, baca deh artikel kami yang satu ini.
Artinya, dia pengen kamu yang sekali-kali jagain jagoan kalian. Log out dulu pak DOTA-nya, gantian urus anak-anak. Meski kasih sayang wanita terhadap anaknya tak lekang dimakan zaman, tapi kan ada kalanya si doi capek ngurusin mereka karena beberes rumah seharian, misalnya.
Hal seperti ini biasanya terjadi ketika bapak datang ke acara reuni, misal SMA, ditemani sang istri. Bertemu geng lama tentu menghadirkan nostalgia yang sulit dilukis kata-kata. Ngobrol ngalor ngidul ma temen-temen soal keseruan pas SMA, mulai dari maen band bareng, jahilin guru PPL, sampe ngintip temen cewek pas lagi ganti baju olahraga, bisa-bisa bikin bapak lupa kalau bapak datang ke acara reuni sama istri.
Solusinya? Libatkan sang istri dalam nostalgia bapak. Perkenalkan dia sama temen-temen bapak, ambilkan dia makan atau minuman, ajak juga dia dalam obrolan. Niscaya, sang istri pasti jadi semringah dan kembali ceria.
Tapi, ingat! Jangan sampai, saya ulangi, jangan sampai bapak ngenalin dia ma gebetan bapak sewaktu sekolah dulu, kalo misalkan sampe kejadian dan dia tahu kalo ibu-ibu yang dikenalin ma dia adalah gebetan bapak waktu masih gagah perjaka dulu, wah, bisa panjang urusannya, pak.
Seperti kita tahu, kaum hawa di Indonesia saat ini tengah terjangkit sebuah virus berbahaya dan mematikan dari Korea Selatan bernama K-Pop. Virus ini, salah satunya menyerang mereka dalam wujud oppa-oppa yang berperan jadi cowok ganteng dalam sebuah serial drama. Drama ini, lumrah kita mengenalnya dengan sebutan drama Korea atau drakor.
Masalah timbul ketika si istri mulai membandingkan tingkat keromantisan bapak dengan cowok yang ada dalam drakor tersebut. Kalau dia terus saja membicarakan soal drakor yang baru saja ditontonnya, ada indikasi kuat bahwa dia juga ingin diperlakukan sama romantisnya seperti si cewek dalam drakor tersebut.
Kalau sudah begini, ya mau gak mau bapak harus siap jadi pria paling romantis seimajinasi sang istri. Masih mending kalau dia cuman pengen diromantisin kayak semisal dibeliin makanan favoritnya atau dipuji-puji cantik seharian. Kalo misalkan dia pengen kamu nyanyiin lagu buat dia, dengan suara nyaris sangat merdu kayak si oppa Korea, di depan orang banyak? Kayaknya pura-pura mati bisa jadi opsi yang patut dipertimbangkan.
Demikianlah segelintir kode keras nan krusial yang barangkali bakal atau sudah bapak alami dalam mengarungi rumah tangga. Namun, kembali lagi, bahwa menjaga pernikahan bukanlah usaha satu pihak semata. Harus ada upaya bersama dan berkesinambungan antara sang suami dan sang istri. Alangkah lebih baik jika keinginan yang terpendam diutarakan langsung kepada pasangan kita. Akhir kata, semoga bahagia.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…