Kenichi Shinoda (tengah), ketua Yamaguchi-gumi sejak tahun 2005 [Image Source]
Mendengar kata yakuza kadang sudah bikin kita begidik ngeri. Yang ada di bayangan kita adalah orang-orang yang terlibat dengan sindikat kejahatan yang kejam, tato di seluruh tubuh, aksi-aksi perkelahian antar geng yang mengerikan, dan banyak hal-hal menyeramkan lainnya.
Terkadang kita akan membayangkan yakuza sebagai kelompok organisasi yang tertutup dan misterius. Namun nyatanya, ada beberapa sindikat yakuza terbesar yang begitu terkenal hingga di luar Jepang. Berikut ini tiga sindikat terbesar di antaranya.
Yamaguchi-gumi dibentuk pertama kali pada tahun 1915 dan kini telah menjadi keluarga yakuza terbesar. Kelompok yakuza ini mengatur 50 persen dari yakuza yang ada di Jepang dengan lebih dari 55.000 anggota yang terdiri dari 850 klan. Nama kelompok yakuza ini berasal dari nama pemimpin pertamanya, Harukichi Yamaguchi. Meski pihak berwajib sudah berusaha menekan pertumbuhan kelompok ini selama lebih dari satu dekade, Yamaguchi-gumi tetap berhasil bertahan.
Dari markasnya di Kobe, Yamaguchi-gumi melakukan aktivitas kriminalnya hingga ke seluruh Jepang. Keluarga Yamaguchi telah begitu sukses hingga nama Yamaguchi sering kali diasosiasikan dengan kejahatan terorganisir di beberapa negara di Asia hingga sering menjadi referensi film-film gangster. Yamaguchi-gumi merupakan salah satu organisasi kriminal terbesar di dunia sejauh ini.
Yamaguchi-gumi adalah salah satu dari kelompok gangster terkaya di dunia. Setiap tahunnya, kelompok ini berhasil menghasilkan milyaran dolar dari pemerasan, penjudian, industri seks, penjualan senjata dan obat-obatan terlarang, serta skema penipuan real estate dan konstruksi. Kelompok ini juga terlibat dalam manipulasi pasar saham dan internet pornografi.
Selain kesan seram dari daftar kegiatan yang mereka lakukan, Yamaguchi-gumi ternyata juga masih memiliki sisi kemanusiaan. Tepat setelah gempa bumi Kobe pada tahun 1995, Yamaguchi-gumi meluncurkan bantuan besar-besaran pada korban gempa bumi berupa bantuan makanan dan suplai kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini sangat penting bagi warga Kobe karena saat itu bantuan dari negara tidak konsisten dan bermasalah selama beberapa hari. Yamaguchi-gumi juga memberikan bantuan dalam bencana gempa bumi dan tsunami di Tohoku pada tahun 2011.
Sumiyoshi-kai, atau biasa disebut sebagai Sumiyoshi-rengo adalah keluarga yakuza terbesar kedua dengan 20.000 anggota yang terbagi dalam 277 klan. Kelompok yakuza ini memiliki sejarah yang cukup kompleks dan mengalami beberapa perubahan nama sepanjang berdirinya. Sumiyoshi-kai pertama dibentuk pada tahun 1958 dengan nama Minato-kai.
Sumiyoshi-kai adalah konfederasi dari beberapa kelompok yakuza kecil. Secara struktural, Sumiyoshi-kai berbeda dengan rival utamanya yaitu Yamaguchi-gumi. Struktur Sumiyoshi-kai lebih mirip seperti federasi. Rantai komando kelompok ini lebih longgar. Meskipun Shigeo Nishiguchi adalah sosok yang selalu menjadi oyabun, kepemimpinanya dibagi ke beberapa orang lain. Namun selain hal ini, tidak banyak yang bisa digali dari Sumiyoshi-kai.
Pada Minggu pagi 5 Januari 2007, salah satu bos Sumiyoshi-kai, Ryoichi Sugiura tewas ditembak di mobilnya di kota Tokyo. Hanya dalam waktu satu jam, Sumiyoshi-kai membalas aksi ini dengan menembaki salah satu kantor anggota Yamaguchi-gumi. Atas kejadian ini, polisi kemudian menggerebek beberapa kantor Yamaguchi-gumi dan Sumiyoshi-kai untuk menghindari peperangan antar geng yakuza terbesar ini.
Inagawa-kai adalah kelompok yakuza ketiga terbesar di Jepang dengan anggota sebanyak kurang lebih 15.000 orang dan terbagi dalam 313 klan. Keluarga yakuza ini berlokasi di area Tokyo dan Yokohama dan merupakan salah satu keluarga yakuza yang melebarkan operasinya hingga ke luar Jepang dengan oyabun yang menjabat saat ini adalah Kiyota Jiro.
Dalam bencana alam gempa bumi dan tsunami di Tohoku pada tahun 2011, Inagawa-kai juga mengirimkan bantuan ke daerah bencana. Secara keseluruhan, kelompok ini telah mengirimkan 100 ton suplai termasuk makanan, diaper, baterai, senter, teh dan air minum serta beberapa barang lain.
Ada beberapa kisah di balik keluarga yakuza, namun itulah tadi tiga kelompok yakuza terbesar yang ada di Jepang. Meskipun menyeramkan, kelompok ini ternyata masih memiliki kepedulian dengan orang lain. Hal ini terbukti dari kepedulian mereka terhadap masyarakat yang tertimpa musibah bencana alam.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…