Asal ada kemauan, semua usaha yang dilakukan pasti bisa berhasil. Meskipun dulunya hanya berupa mimpi dan angan-angan, kisah sukses pria bernama Darsono ini pun patut dijadikan sebagai bahan renungan. berawal dari dendamnya terhadap biaya pendidikan yang mahal di Indonesia, siapa sangka jika mantan buruh tani ini akhirnya sukses mendirikan sebuah universitas secara mandiri.
Saking fenomenalnya, kisah sukses Darsono pun diangkat ke layar lebar. Padahal, niatnya saat itu hanya satu, yakni ingin memberikan akses pendidikan seluas-luasnya dengan biaya yang terjangkau. Alhasil, Universitas Pamulang (Unpam) pun berdiri dengan megah di atas tanah bekas tempat sampah. Kisahnya berikut ini, bisa menjadi bahan renungan. Terutama untuk membuka mata dan hati para pejabat pendidikan di Indonesia.
Saat pertama dibuka, Unpam telah mematok biaya pendidikan termurah yang pernah ada di Indonesia. yakni Rp 600.000 per semester dan boleh dicicil Rp 100.000 per bulan. Jumlah itu pun masih dipertahankan dan mahasiswa hanya dikenakan Rp 1.200.000 atau bisa dicicil Rp 200.000 per bulan. Dengan biaya yang terjangkau, Darsono tidak lagi mematok biaya uang gedung maupun uang lain-lain.
Meski murah, Universitas yang didirikan Darsono itu tetap menomorsatukan kualitas. Seperti gedung perkuliahan yang layak, hingga sistem administrasi kemahasiswaan yang berbasis IT. Peminatnya pun datang dari beragam kalangan seperti pedagang, pemulung, office boy, karyawan dan pekerja kantoran. Dilansir dari liputan6.com, peminatnya bahkan datang dari sejumlah negara asing seperti Timor Leste sampai Turki. Sebanyak 3 profesor dan puluhan doktor dipakai sebagai tenaga pengajar untuk mendukung kualitas SDM universitas.
Perjuangan inspiratif Darsono dalam memperjuangkan biaya pendidikan yang rendah, akhirnya menarik perhatian Sutradara muda, Amanda Latief. Ia pun akhirnya membuat sebuah film yang berjudul SIMFONI SATU TANDA. Di dalamnya, terkandung pesan-pesan yang sarat akan petuah. Bahwa betapa pentingnya pendidikan bagi seseorang agar bisa menggapai kesuksesan walau dalam kondisi yang sulit.
“Saya berharap bisa jadi inspirasi semua orang bahwa pendidikan sangat penting. Tragis sih, ternyata masih ada yang enggak percaya pentingnya pendidikan,” ucap Amanda Latief, di gala permier film SIMFONI SATU TANDA, yang dilansir dari kapanlagi.com.
Apa yang telah dilakukan oleh Darsono di atas, harusnya bisa membuka mata dan hati kita yang sering melalaikan pendidikan. Terutama bagi mereka yang mampu secara finansial. Padahal, masih banyak di luar sana yang kurang beruntung karena tak menikmati nikmatnya kuliah atau bersekolah. Apakah kamu salah satunya Sahabat Boombastis?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…