Ilustrasi pasukan Sparta [Image Source]
Ada kesatria di Eropa abad pertengahan yang lengkap dengan baju besi dari ujung kaki ke ujung kepala, ada juga para ninja di Jepang yang bersembunyi dalam bayang-bayang dan sulit terlihat. Sepanjang sejarah, setiap suku atau kebudayaan memiliki prajurit kesatria yang menjaga keamanan atau wilayah mereka. Setiap prajurit melakukan latihan khusus agar bisa mengalahkan lawan-lawannya.
Nah, di antara para prajurit-prajurit yang pernah ada dalam sejarah ini, budaya manakah yang menghasilkan prajurit paling cepat dan paling mematikan? Berikut ini ulasannya.
Suku Aztec berasal dari peradaban Meksiko. Perang adalah salah satu bagian yang begitu lekat dengan budaya Aztec. Jadi, ketika seorang pemimpin Aztec baru sudah terpilih, maka ia diharapkan segera melakukan kampanye militer untuk menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi pemimpin.
Para tahanan perang sering kali akan dicekik atau dilempari dengan batu hingga tewas dalam upacara keagamaan. Mereka juga mampu menyebarkan ketakutan dan mengintimidasi musuh-musuhnya. Tidak hanya itu saja, mereka bahkan mendesain sebuah alat musik khusus yang tujuan utamanya adalah mengintimidasi musuh sebelum peperangan.
Alat yang diberi nama peluit kematian Aztec tersebut berbentuk tengkorak dan menghasilkan suara yang amat mengerikan. Mendengar suaranya saja cukup untuk membuat orang bergidik ngeri, bayangkan jika ada ribuan prajurit meniup alat tersebut.
Bangsa Mongol adalah pasukan Asia yang dipimpin oleh Genghis Khan yang dihormati. Tujuan utamanya adalah menghancurkan dan menaklukan apapun yang menghalangi jalannya. Suku ini tidak akan menawan musuhnya, dengan artian mereka membunuh setiap musuh-musuhnya. Karena itulah mereka dianggap sebagai orang-orang barbar.
Banga Mongol menggunakan berbagai jenis busur dan panah, seperti busur yang khusus digunakan untuk menembus baju besi, atau busur yang bisa mengeluarkan suara yang menyeramkan yang mampu membuat musuhnya menjadi panik. Kekuatan bertarungnya yang mengerikan membuat Genghis Khan dan pasukan Mongol-nya mampu menaklukan banyak wilayah.
Maori adalah suku asli dari Selandia Baru. Mereka dikenal akan kebiasaan memakan musuhnya yang berhasil dikalahkan karena mereka percaya dengan cara ini mereka bisa mendapatkan mana para musuhnya. Mana sendiri adalah inti dari kepercayaan Maori. Bagi mereka mana dipercaya sebagai kekuatan spiritual dan prestise.
Suku Maori akan mengintimidasi musuhnya dengan melakukan tarian khusus sebelum pertempuran. Tarian yang bernama Haka Peruperu ini masih digunakan saat ini oleh tim rugby nasional Selandia Baru, All Blacks. Sebelum pertandingan, mereka akan selalu menarikan tarian ini untuk mengintimidasi lawannya.
Ninja dikenal sebagai prajurit rahasia yang mampu mengalahkan musuhnya tanpa bersuara. Mereka awalnya adalah petani sederhana, namun karena merasa tidak puas dengan bagaimana mereka diperlakukan oleh pihak militer samurai, mereka akhirnya berlatih dengan keras agar bisa menjadi pembunuh mematikan yang tidak terdeteksi dan bisa bangkit melawan para samurai.
Ninja dikenal karena kemampuan super mereka untuk memusnahkan lawannya dan menghilang dengan cepat. Senjata mereka juga sebenarnya berasal dari peralatan sederhana seperti celurit yang mereka ubah menjadi kusarigama. Hal ini karena memiliki senjata adalah ilegal bagi mereka yang bukan samurai.
Di Persia, ada pasukan yang disebut dengan Persian Immortal yang tugasnya menjaga kekaisaran Persia. Mereka adalah 10 ribu pasukan dengan persenjataan yang lengkap. Nama immortal alias abadi didadapatkan pasukan ini karena mereka terlihat seperti tidak bisa mati. Setiap kali satu orang anggota meninggal, sakit, cedera, atau terbunuh dalam peperangan, akan ada satu orang pengganti sehingga jumlah immortal ini selalu tetap 10 ribu.
Mereka bertarung dengan menggunakan tameng dan tombak serta menggunakan busur dan panah dari jauh. Mereka tidak terlalu mahir menggunakan busur, namun hal ini tidak menjadi masalah karena mereka akan menembakkan panah bersama-sama. Hasilnya, para musuh akan ketakutan dengan ribuan anak panah yang mengarah pada mereka dan tidak adanya tempat untuk berlindung.
Pasukan Romawi adalah prajurit yang membantu menaklukan wilayah dan menciptakan kerajaan terkuat dalam sejarah, Kekaisaran Romawi. Romawi adalah kerajaan yang sangat luas dan kaya sehingga para prajuritnya memiliki pedang, tameng, dan tombak terbaik yang bisa dibeli.
Ketika berlatih, mereka akan fokus dalam melatih menusuk dengan pedang atau tombak daripada mengayunkan pedangnya. Hal ini dilakukan karena menusuk memberikan efek yang lebih mematikan ketika menghadapi musuh dengan baju besi. Akibatnya, pasukan ini mampu membunuh lebih banyak daridapa lawannya dalam sebuah pertempuran.
Samurai adalah kesatria yang terikat dengan kehormatan dan tugas atau kewajiban. Mereka memiliki pisau paling tajam yang pernah dibuat, yaitu katana. Di tangan yang benar, katana bisa dengan mudah memotong anggota tubuh manusia.
Karena kepercayaan inilah, jika samurai mengalami kekelahan dalam peperangan mereka akan melakukan ritual bunuh diri yang sering kali dilakukan secara suka rela meski kadang juga sebagai hukuman dari tuan mereka. Ritual ini disebut dengan seppuku yang dilakukan dengan cara menusukkan pedang pendek ke perut mereka.
Bangsa petarung paling ditakuti selanjutnya ada di Eropa antara abad ke-8 dan 11, yaitu bangsa Viking. Mereka adalah sosok barbar yang menyerang dengan cepat dan brutal. Tanpa ragu mereka akan merobohkan siapa saja yang menghalangi jalannya. Bangsa Viking bahkan juga menyerbu dan menjarah hampir seluruh bagian di Eropa. Sering kali, mereka juga akan membawa apapun yang bisa mereka dapatkan sebelum bisa pulang kembali ke rumah mereka di Skandinavia.
Ksatria abad pertengahan dikenal dengan sosoknya yang mengenakan pakaian besi lengkap dari kepala hingga kaki dan juga sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan. Mereka yang menjadi ksatria adalah orang terkaya, paling terlatih di dunia abad pertengahan. Mereka sering kali berkelahi di atas kuda dengan mengenakan baju besi, perisai, dan pedang panjang terbaik.
Selain itu, ksatria juga terikat oleh hukum sehingga mereka harus selalu menerima tantangan untuk duel kapanpun itu. Karena itu, mereka memiliki orang kepercayaan yang akan selalu ada di sisi mereka untuk menyiapkan baju besi, pedang dan perisai.
Petarung paling dikenal akan kemampuannya yang berikutnya adalah bangsa Sparta. Para prajurit Sparta melakukan pelatihan yang brutal di sepanjang hidupnya. Di usia yang muda, mereka akan diambil dari keluarganya untuk mengikuti program latihan yang diberi nama Agoge.
Prajurit Sparta mengenakan perunggu dari kepala hingga kaki sehingga mereka terlihat seperti tank yang berjalan. Kisah heroik terbesar mereka adalah pertempuran Thermopylae pada tahun 480 SM. Hanya dengan 300 prajurit yang dipimpin oleh raja Leonidas, mereka melawan 150 ribu pasukan Persia 3 hari berturut-turut. Bangsa Sparta memang akhirnya kalah dalam pertempuran tersebut, tapi keberanian, ketahanan dan kemampuan bertarung mereka melawan pasukan yang sangat jauh lebih banyak dari mereka belum pernah ada tandingannya.
Itulah tadi beberapa pasukan dan ksatria yang dianggap paling kuat dalam sejarah. Dengan kemampuan mereka, para prajurit ini mampu bertarung dengan gigih dan ditakuti oleh para lawannya. Menurutmu, pasukan mana sih yang paling ganas?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…