Beberapa waktu yang lalu garuda muda Indonesia membuat sebuah gebrakan dengan berhasil masuk dalam semi final AFF. Tidak sampai di situ, rupanya ada kejutan lain dari timnas muda yaitu banjir gol ke gawang negara lain yang luar biasa banyak. Oleh sebab itu bukan hal yang aneh kalau timnas muda jadi merajai klasemen dengan gol terbanyak.
Dari keberhasilan para punggawa merah putih muda itu, timbul beberapa stigma mengenai timnas Indonesia. Ya, umumnya mereka mengatakan kalau garuda muda lebih cemerlang ketimbang yang pendahulunya. Lalu apakah hal itu benar? Simak ulasan berikut jika kamu ingin mengetahuinya.
Tidak bisa dipungkiri kalau memang perbandingan usia memang bisa mengakibatkan perbedaan yang luar biasa. Seperti yang diketahui, garuda muda Indonesia memang bisa dibilang masih remaja, dan di saat itulah tubuh seseorang sedang aktif-aktifnya. Apalagi mengingat mereka masih sekolah, dan memiliki banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk latihan.
Entah itu sekedar pasing-pasing belaka atau main-main di lapangan. Sepele memang, namun berdampak sangat besar bagi tubuh dan stamina seseorang. Hal ini pasti berbeda dengan para Timnas Senior yang sudah bekerja dan memiliki keluarga, dimana waktunya harus dibagi-bagi karena adanya tanggung jawab.
Mantan pelatih timnas, Djanur pernah mengungkapkan kalau batas latihan yang diberikan pada timnas senior lumayan singkat. Hanya dengan persiapan tujuh bulan, mereka harus berlaga dalam kejuaraan internasional. Padahal masih banyak PR yang harus dikerjakan. Mulai dari membangkitkan kerja sama antar sesama hingga mengatur strategi.
Namun bukan berarti timnas senior berlatih kurang baik, pasalnya sampai saat ini membuktikan usaha keras mereka saat ingin mengharumkan nama Indonesia. Sedangkan timnas muda memiliki pelatihan lebih awal, sehingga mereka bisa memaksimalkan banyak hal sebelum berlaga, jadi bukan hal yang aneh kalau sering unggul saat pertandingan.
Murni di sini yang dimaksud adalah bahwa permainan mereka yang masih alami. Ya, seperti yang diketahui kalau kebanyakan dari para garuda muda adalah anak-anak yang dipilih dari beberapa daerah. Sebagian dari mereka tidak pernah merasakan masuk dalam klub sepak bola. Hal ini pastinya sangat berbeda dengan seniornya, yang mungkin sudah merasakan asam garamnya sepak bola yang ada di Indonesia.
Oleh sebab itu, kemungkinan para pemain senior ini sudah memiliki gaya permainannya sendiri, sehingga harus melakukan penyesuaian saat mereka berada di timnas. Sedangkan para garuda muda gaya permainannya juga dibentuk saat berada di timnas.
Bukan hanya masalah faktor internal, namun beberapa hal lain juga mempengaruhi keadaan timnas senior dan garuda muda, salah satunya lawan bermain. Ya, dengan status yang sudah sampai pada predikat senior, tentu lawan bermain pun juga memiliki pengalaman yang banyak pula.
Jadi bukan hal yang aneh kalau kadang timnas senior dibuat kewalahan saat menghadapi beberapa tim dari negara lain yang mungkin salah satu dari pemainnya sudah pernah menjajaki lapangan internasional. Sedangkan untuk garuda muda mereka berhadapan lawan yang sama-sama belum merasakan panasnya pertandingan secara internasional, sehingga seolah lawan yang sepadan.
Bisa dibilang sebenarnya baik timnas junior atau pun senior sudah benar-benar menunjukkan usaha kerasnya dalam membela tanah air. Namun bagaimana pun tantangan yang mereka hadapi pun berbeda. Namun terlepas dari itu semua, para punggawa garuda ini patut diacungi jempol.
Doktif alias ‘Dokter Detektif,’ adalah sosok yang viral di media sosial karena ulasannya yang kritis…
Baru-baru ini, Tol Cipularang kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan. Insiden…
Netflix terus menghadirkan deretan serial live action yang menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan. Dari…
Selalu ada yang baru di TikTok. Salah satu yang kini sedang nge-trend adalah menari rame-rame…
Siapa bilang memulai bisnis harus dengan modal yang besar? Ternyata, sebuah bisnis bisa dimulai dengan…
Viral sebuah kisah yang membuat hati netizen teriris, ialah seorang perempuan yang rela merawat suaminya…