Bagi yang suka ngoprek alias otak atik android pasti tidak asing dengan kata rooting. Untuk mereka pecinta oprek, rooting menjadi hal pertama yang dilakukan ketika membeli smartphone baru. Biasanya, orang yang belum tahu menahu tentang rooting ketika mendengar kelebihannya kemungkinan besar akan menerapkannya pada smartphone kesayangan.
Memang sih, rooting bisa membuat smartphone kita menjadi lebih kece lagi. Ya bagaimana tidak, dengan rooting kita bisa mengubah tampilan ponsel pintar sesuka hati. Mulai dari tulisan pada saat booting yang dapat diganti dengan salam ataupun nama kita. Selain itu, kita juga bisa menghapus aplikasi bawaan dari bawaan ponsel pintar. Akan tetapi, meski kelebihannya banyak, ada kelemahan juga di baliknya. Contohnya seperti di bawah ini.
Pertama, dampak buruk dari rooting adalah smartphone menjadi rentan terkena bahaya. Bukan bahaya kecelakaan, tapi rawan terkena virus ataupun hacker. Ini dikarenakan jika kalian melakukan rooting, maka secara otomatis ponsel pintar memperbolehkan untuk dimasuki oleh sistem luar yang tidak diketahui jelas bagaimana keamanannya.
Kemudian smartphone kalian juga akan lebih rawan mengalami bug alias error. Yap, ini sering terjadi pada orang-orang yang telah me-root ponsel pintarnya. Hal ini tentu bisa terjadi lantaran aplikasi yang diinstal belum tentu cocok dengan OS pada ponsel pintar.
Selain dua di atas, ada risiko lain yang akan kalian terima. Adalah umur smartphone menjadi lebih pendek daripada yang seharusnya lho Sahabat Boombastis. Sebab, dengan rooting, berarti kita memaksakan smartphone bekerja di luar kemampuannya.
Jika kalian menganggap proses rooting akan selalu berjalan baik-baik saja, itu belum tentu benar Sahabat Boombastis. Kemampuan masing-masing ponsel pintarlah yang menentukannya. Sehingga rooting bisa kapan saja gagal jika dilakukan dengan tidak berhati-hati atau baru pertama kali melakukan. Jika gagal, akan ada dampak buruk yang bisa kalian terima.
Melakukan rooting pada ponsel pintar ternyata berdampak pada penjualan lho. Ketika kalian me-root smartphone dan ingin menjualnya, siap-siap untuk mengelus dada deh. Harga ponsel akan jauh lebih murah dibandingkan di pasaran. Memang dalam segi fisik tidak ada kerusakan, namun untuk perangkat lunaknya tak bisa diterima oleh si penjual smartphone.
Rooting memang memiliki dampak positif bagi smartphone kalian. Namun kerugian-kerugian di atas tak dapat dihindari Sahabat Boombastis. Sehingga, alangkah lebih baiknya kalau kalian tidak perlu menerapkan rooting pada smartphone. Tapi, jika kalian tetap ingin me-root ponsel pintar ya tidak apa. Namun sebaiknya jika ingin melakukannya harus tanya ke orang yang berpengalaman dan juga melihat referensi di internet. Dengan begitu, proses rooting akan berjalan lancar dan juga aman.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…