Categories: Tips

Cinta Ditolak Pisau Bertindak! Pemuda Ini Tega Bantai Pacar Sendiri Karena Tak Dapat Restu Nikah

Cinta ditolak pisau bertindak, mungkin itulah pepatah yang pas buat menggambarkan kondisi Suryanto alias Kempol. Pria muda yang jadi pelaku pembantaian sadis terhadap Soniya Priska Pratiwi. Gadis cantik yang masih berusia 19 tahun itu tewas bersimbah darah setelah menerima beberapa tusukan Kempol. Mirisnya, ternyata Soniya merupakan kekasih dari Kempol.

Kasusnya sendiri langsung jadi bahan perbincangan masyarakat, bukan hanya di Palembang namun seluruh Indonesia. Pasalnya, niatan Kempol untuk menikahi gadisnya justru berubah jadi kasus penusukan. Foto-foto kemesraan antara Kempol dan almarhum pacarnya hanya tinggal kenangan. Selengkapnya tentang kisah cinta berdarah itu, berikut ulasannya.

Sudah pacaran tujuh tahun

Ironisnya, pelaku Kempol merupakan pacar dari korban tewas Soniya. Tak main-main, keduanya sudah menjalin hubungan selama tujuh tahun lamanya. Tujuh tahun tentu bukan waktu yang singkat untuk saling mengenal. Pembantaian yang dilakukan Kempol sendiri diduga dilatarbelakangi rasa dendam karena ajakan menikah ditolak oleh keluarga korban.

Kemesraan Kempol dan Soniya [image source]
Menurut keterangan keluarga korban, Kempol dan Soniya memang kerap jalan bersama layaknya pasangan pada umumnya. Hingga kasus tersebut terjadi, banyak yang tak menyangka jika Kempol bisa tega menghabisi nyawa pacarnya sendiri, dan melakukan pembantaian pada keluarganya. Padahal, selama ini Soniya dikenal sebagai gadis yang baik dan ramah pada semua orang, sungguh disayangkan jika ia harus meninggal dengan cara yang tragis.

Merupakan pembunuhan berencana

Jaksa dari Kejati Sumsel M. Purnama Sofyan SH MH menuntut terdakwa dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Awal marahnya Kempol bermula saat pelaku datang ke rumah korban. Saat itu Kempol mengatakan niatnya untuk menikahi Soniya, namun saat itu ibunya mengatakan tidak akan merestui, terlebih jika Kempol tidak melamar dengan cara baik-baik.

Kempol merencanakan pembunuhan [image source]
Mendengar itu, Kempol langsung naik pitam. Ia menarik Soniya ke dalam rumah. Keduanya lantas masuk dalam kamar, dan terjadilah penusukan. Dari luar kamar, suara percekcokan terdengar jelas. Hingga akhirnya ibu korban mendobrak pintu dan mendapati Suryanto tengah menendang tubuh korban yang sudah bersimbah darah.

Pelaku langsung melarikan diri

Setelah melakukan penusukan hingga empat kali, pelaku yang mendengar teriakan ibu korban langsung melarikan diri. Sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Myria Palembang, namun sayang nyawanya tak bisa diselamatkan. Pelaku memang sempat melarikan diri, namun pelariannya tak berlangsung lama.

Kempol berhasil ditangkap [image source]
Kempol akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke Polsekta Sukarami Palembang. Kempol juga mengaku menyesal telah menyebabkan pacarnya meninggal. Diketahui jika konflik antara pelaku dan keluarga korban memang sudah berlangsung lama. Bahkan, terakhir pelaku juga menemui ibunda Soniya dengan membawa senjata tajam.

Soniya sudah merasa jika nyawanya terancam

Keluh kesah Soniya pada salah seorang sahabatnya menjadi bukti bahwa Kempol memang sudah lama merencanakan pembunuhan tersebut. Hal itu bisa dibuktikan oleh teman Soniya yang menunjukkan chat dari Soniya, yang berisi pesan dari korban.

Curhatan sebelum dibunuh [image source]
Berupa ungkapan bahwa ia sudah tak tahan berhubungan dengan Kempol dan ingin segera melepas hubungan. Soniya juga mengatakan jika ia merasa hidupnya dalam bahaya, tiap menit seolah menunggu ajal saja. Melihat screenshot itu, sontak saja membuat netizen dibuat merinding.

Dituntut penjara seumur hidup

Kempol hanya bisa tentunduk lemas di depan Majelis Hakim. Bagaimana tidak? Akibat kelakuan mahasiswa salah satu Universitas swasta di Palembang ini, ia dituntut penjara seumur hidup. Usai dibacakan tuntutan jaksa, terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis pada sidang mendatang.

Rekontruksi pembunuhan korban [image source]
Mereka akan minta waktu seminggu untuk mempersiapkan pembelaan. Meski demikian, banyak hal yang bakal jadi pemberat, terutama ancaman-ancaman pelaku yang kerap dilayangkan pada korban, bahkan hingga ancaman tersebut dilaksanakan hingga hilang nyawa satu orang. Adapun unsur yang meringankan Kempol adalah pelaku memang belum pernah melakukan tindakan kriminal dan selalu berlaku sopan di pengadilan.

Cinta yang kadang memang membuat seseorang hilang akal. Belajar dari kisah Kempol, ada baiknya saat mencintai pasangan, kita memberikan kadar yang sewajarnya saja. Agar tetap jalan juga akal sehat kita.

Share
Published by
Nikmatus Solikha

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago