Categories: Tips

5 Ngerinya Bekerja Sebagai Informan Polisi yang Mungkin Tak Pernah Kamu Ketahui

Informan, kalau di film pekerjaan ini nampak begitu keren. Menyelinap di antara gang-gang kecil tempat para kriminal beraksi sembari mengumpulkan informasi, atau mungkin melakukan jebakan-jebakan untuk menjerat penjahat. Ketika diperagakan oleh aktor pekerjaan ini sangat asyik dan menyenangkan, padahal aslinya sangat jauh dari itu.

Ya, pekerjaan satu ini benar-benar sangat menantang maut. Bahkan kalau dilihat dari tingkat risikonya, informan lebih mematikan dari pekerjaan polisi. Kalau polisi setidaknya punya senjata untuk melindungi diri, tapi informan hanya murni mengandalkan kemampuan dan kelihaiannya untuk bisa menyelamatkan diri.

Baca Juga :Muslim Lolita Fashion, Tren Busana Baru yang Menggebrak Jepang!

Informan sendiri sangat penting bagi kepolisian. Bahkan mereka bisa dibilang adalah ujung tombak penuntasan kasus-kasus besar. Lebih jauh tentang profesi satu ini, berikut adalah fakta-fakta tentang informan yang mungkin belum kamu tahu.

1. Jadi Informan Artinya Siap Mati

Informan bertugas untuk berhadapan langsung dengan kejahatan. Tak sekedar mencari informasi, mereka juga diharuskan terlibat langsung di dalamnya. Nah, ibarat berada di ujung terkaman harimau, maka sudah jelas risiko menjadi seorang informan adalah kematian.

Risikonya adalah kematian [Image Source]
Sudah banyak berita tentang para informan yang tewas saat bertugas. Rata-rata selalu karena ketahuan bekerja atas nama kepolisian. Makanya, jadi informan sendiri tak boleh main-main dan harus punya kualifikasinya sendiri. Karena ketika menimbulkan kecurigaan, maka risikonya jelas mati.

2. Informan Harus Sangat Total

Selain mati, risiko lain menjadi seorang informan adalah totalitas. Ya, informan harus benar-benar bisa blend agar bisa mendapatkan informasi yang akurat. Makanya, seorang informan kadang berpenampilan seperti penjahat. Hal ini semata-mata untuk memudahkan tugas dan menghindari kecurigaan.

Harus totalitas termasuk berpenampilan seperti preman [Image Source]
Tak hanya itu kadang mereka mungkin memaksa diri untuk melakukan hal-hal gila, seperti narkoba dan sebagainya. Memang sangat dilarang, tapi mereka butuh pengetahuan langsung agar informasi yang diberikan makin akurat. Serta membuat si penjahat percaya 100 persen kepada informan. Benar-benar gila, ya?

3. Tak Hanya Diri Sendiri, Keluarga Juga Jadi Taruhan

Alasan kenapa identitas sebenarnya dari informan harus dijaga adalah untuk menghindari risiko yang lebih besar. Misalnya yang melibatkan keluarga. Ya, katakanlah seorang informan akhirnya ketahuan identitasnya dan berhasil kabur, maka sangat besar kemungkinan si penjahat akan mengincar keluarga si informan tersebut.

Informan harus serba rahasia [Image Source]
Bukan drama, ini memang sangat logis dan mungkin sudah seringkali terjadi. Makanya, kerahasiaan adalah hal yang sangat penting bagi seorang informan. Untuk itu mereka biasanya sudah dipersiapkan dulu identitas samaran agar tak sampai terjadi hal-hal yang buruk.

4. Informan Harus Sangat Cerdas

Pandai menguntit bukan berarti cocok jadi Informan. Ya, pekerjaan ini harus diisi oleh orang-orang dengan kualifikasi lengkap. Yakni jago stalking dan juga pintar dalam hal apa pun juga.

Informan harus cerdas [Image Source]
Seorang informan yang pintar akan tahu kapan berkelit, berimprovisasi dengan keadaan, dan sebagainya. Makanya, meskipun pekerjaannya terlihat gampang hanya perlu mengumpulkan info saja, tapi para informan haruslah orang-orang yang sangat berkualitas.

5. Harus Sangat Bertanggung Jawab Atas Informasi yang Diberikan

Satu lagi susahnya menjadi informan adalah informasi yang diberikan harus benar-benar sangat akurat. Sebisa mungkin tidak miss satu informasi apa pun karena hal tersebut bisa berisiko pada tindakan selanjutnya. Makin lengkap dan detail informasi yang diberikan, maka akan makin efektif aksi penindakan yang dilakukan setelahnya.

Informan juga bisa dipenjara [Image Source]
Soal informasi yang salah, informan bisa dituntut hukum untuk itu. Apalagi jika kasus yang sedang diselidiki sangat krusial dan penting. Pengadilan bisa menjatuhi hukuman yang berat bagi si informan.

Baca Juga :4 Kelompok Muslim Minoritas ini Terusir dari Negara yang Telah Menjadi Rumahnya

Informan sendiri konon tak hanya bisa dilakukan oleh polisi, namun juga warga sipil yang kebetulan mungkin bersinggungan dengan kasus tersebut. Namun yang jadi pertanyaan dari profesi ini adalah berapa imbalan yang didapatkan oleh seorang informan? Melihat risiko dan lain sebagainya, harusnya seorang informan ini mendapatkan bayaran yang sangat layak.

Share
Published by
Rizal

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

7 days ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

2 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago