Selama ini kita mengenal Zimbabwe dengan harga uang yang luar biasa murahnya. Bayangkan saja, bahkan banyak orang yang menjual gepokan uang di pasar-pasar dengan barang. Mau bagaimana lagi, pasalnya lantaran anjloknya mata uang di sana, satu juta duit Zimbabwe pun tak cukup buat beli roti.
Ternyata Zimbabwe tidak sendiri, salah satu negara di benua Afrika juga mengalaminya. Bayangkan saja, saking tidak berharga bahkan uang di sana malah dijadikan bungkus gorengan. Lalu seberapa parah keadaan di sana? Simak ulasan berikut.
Umumnya, saat pergi ke tempat pariwisata pastinya ada sebuah oleh-oleh menarik dari daerah tersebut. Namun ada pemandangan berbeda di Venezuela masalah cendera mata khasnya. Alih-alih batu atau baju motif khusus, ternyata di sana terkenal banyak yang menjual kerajinan dari uang. Mulai dari tas, dompet hingga barang lainnya ternyata memang dibuat menggunakan alat pembayaran.
Usut punya usut, lantaran adanya krisis ekonomi parah dan hutang negara luar biasa. Bayangkan saja, inflasi di sana bisa mencapai 13 ribu persen. Dengan modal seratus ribu Bolivar ( mata uang Venezuela) yang dibentuk jadi tas, para penjual bisa mendapatkan tiga ratus ribu Bolivar. Hal itu lebih baik ketimbang hanya membelanjakan uang seratus ribu Bolivar tadi yang bahkan tidak bisa membeli daging.
Seperti yang diketahui, uang Venezuela memang dianggap sangat tidak berharga. Serupa dengan kejadian uang yang dijadikan kerajinan, beberapa tahun sebelumnya netizen juga memposting foto yang tak kalah heboh. Bayangkan saja, saking tidak berharganya uang lembaran di sana, bahkan ada yang sampai menggunakannya sebagai bungkus gorengan.
Masalah ekonomi Venezuela makin bertambah ketika inflasi yang makin meningkat tiap tahunnya. Alhasil banyak pekerja di sana yang tak rela jika harus digaji dengan uang. Ya, beberapa opsi akhirnya dipilih sebagai pengganti uang, mulai dari makanan, pulsa hingga hal-hal nyeleneh lainnya.
Lantaran sangat tidak berharganya uang di Venezuela, tentu hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi pemerintah. Akhirnya berbagai cara pun dipikirkan untuk menghadapi krisis berkepanjangan. Salah satunya adalah menggunakan mata uang digital pengganti Bolivar yang memang kini sangat anjlok. Mata uang bernama Petro ini diharap akan membantu Venezuela dalam mengolah sumber daya yang ada di sana.
Tentu yang terjadi di Venezuela ini menjadi sebuah wanti-wanti bagi tiap negara. Apalagi mengingat keadaan di sana saat ini lebih para dibanding krismon Indonesia tahun 98. Adanya hutang yang terlalu parah serta inflansi berlebih bisa membuat rakyat menderita.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…