Categories: Tips

Ini 5 Alasan Turis Asing Ogah Dipanggil dengan Sebutan “Bule”, Kamu Wajib Tahu!

Keberadaan warga negara asing (WNA) di negara kita bukan lagi hal istimewa. Khususnya di daerah yang identik dengan tempat wisata, pasti mudah banget tuh nemuin orang asing di sekitarnya. Tapi meski begitu, masyarakat masih saja suka bertingkah lebay dalam memperlakukan mereka. Sadar atau tidak, kamu masih sering kan melototi turis asing yang lewat di sekitarmu? Kadang malah masih ada bisik-bisik macam, “eh ada bule tuh”. Dan yang paling mainstream, masyarakat kita hobi banget foto sama warga asing di berbagai kesempatan.

Kebiasaan lain yang nggak pernah ketinggalan adalah menyebut para turis asing dengan kata ‘bule’. Bagi kita, kata bule memang digunakan untuk menggambarkan mereka yang istimewa dengan kulit putih, tinggi, dan juga unik dibanding warga lokal. Intinya mereka lebih wow lah ya. Sayangnya, jarang orang yang mengetahui bahwa mereka ternyata tidak suka dipanggil dengan sebutan itu. Dan inilah beberapa alasan di balik keengganan mereka.

Bule Dianggap Sapaan yang Mengandung Rasisme

Bule [image: source]
Kalau orang kita belabelain ngecat rambut jadi pirang supaya dibilang mirip bule, turis asing malah merasa risih dengan sebutan itu. Mereka seolah dibedakan, perasaan seperti ini justru malah membuat mereka tersinggung. Pasalnya meski jelas-jelas memiliki suku bangsa berbeda, mereka menganggap setiap manusia memiliki hak-hak yang sama dalam hal apapun.

Terdengar Sangat Mengganggu Ketika Diucapkan Berulang Kali

Bule [image: source]
Bayangkan kalau kamu dipanggil oleh orang berkali-kali dengan sebutan yang kamu nggak suka. Pasti ngerasa nggak nyaman dan cekit-cekit dong di hati. Nah, sama juga dengan para turis asing di tanah air saat berulang kali dipanggil dengan sebutan bule yang menurut mereka rasis. Misalnya nih “Widih, ada bule tuh..”, “Anjir, ngapain nih bule masuk kampung..” atau “Wih bule tuh…”. Meski mungkin kagak ngerti-ngerti banget apa yang warga lokal katakan, dengan nada dan kata yang berulang-ulang tentunya mereka merasa terbully dan tidak nyaman. Hal ini berbeda dengan sapaan sopan seperti “Hai Mister” atau “Hello Mister” yang tentunya lebih mengandung nilai rasa yang lebih tinggi, pun enak diperdengarkan.

Panggilan Bule Jadi Menyebalkan Saat Dilakukan Sekumpulan Orang

Bule dikerumuni [image: source]
Orang-orang Indonesia khususnya para emak-emak, cenderung hobi ngumpul. Nah, terkadang saat turis asing datang di sekitarnya atau tiba-tiba lewat, mereka spontan berlaku berbeda. Entah itu berbisik-bisik sambil menunjuk-nunjuk si bule, atau secara nggak sadar langsung memandangi si turis  bersama-sama. Asal tahu saja, si turis tentu merasa tak nyaman dan diperlakukan seperti bukan manusia. Berasa badut yang sedang lewat dan ditonton kali ya.

Mereka Hampir Pasti Menjadi Pusat Perhatian 

Keramahan masyarakat kita memang bukan rahasia lagi. Pun di mata turis asing, Indonesia adalah tempatnya orang-orang yang sangat ramah dalam menyambut mereka. Sayangnya, keramahan ini kadang sangat berlebihan sampai-sampai di mana ada turis pasti mereka langsung jadi pusat perhatian. Akhirnya, mereka yang tadinya senang malahan berubah geram. Ya gimana nggak geram kalau ke sana kemari langsung dilirik orang-orang sepanjang jalan.

Berfoto bersama bule [image: source]
Belum lagi tiap nemu tempat bagus, eh malah berdatangan yang ingn minta foto. Padahal, mereka ke sini kan untuk liburan. Tapi malah disibukkan dengan jadi pusat perhatian. Belum lagi orang-orang kita hobinya berbisik-bisik dan membicarakan tentang si turis. Tak hanya berbicara, gesture tubuh berlebihan sambil melirik, memandangi, atau memperhatikan postur mereka entah karena tinggi, atau kulit yang putih, membuat para turis tidak nyaman. Ya, kita sendiri semisal dipandangi dengan mimik gumun (takjub) kan ya ngerasa nggak enak bukan? Begitu juga dengan turis-turis ini.

Bule Cenderung Dikepoin

Wawancara ke bule [image: source]
Tahu sendiri ya, kepo dan care itu bedanya tipiii…s banget. Jadi meski kita niatnya care dengan nanya-nanya para turis asing, bisa jadi mereka nangkapnya kita kepo. Kalau sudah begini, para turis pasti bakalan ngerasa privasinya terancam. Karena itu jangan heran kalau kamu ketemu turis kadang nggak dijawab saat nanya, “where are you came from”, atau “where are you going”, mungkin mereka sedang males dikepoin. Meski nggak semua turis kayak gitu sih.

Hal-hal di atas kadang kita lakukan memang tanpa niatan mengganggu wisatawan asing.  Namun karena hal-hal sepele itu, para turis ini banyak mengeluh lho. So guys, mulai sekarang kalau ngelihat bule jangan berlebihan lagi deh. Supaya mereka juga nyaman menikmati liburannya dan tetap betah berkunjung ke negara kita.

Share
Published by
Aini Boom

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago