Categories: Trending

Menguak 4 Fakta Panas Turin Papyrus, Teks Panduan Bercinta yang Lebih Greng dari Kamasutra

Selama ini kita semua mengenal Kamasutra sebagai salah satu panduan bercinta yang konon berasal dari daratan India. Di dalam kamasutra, ragam posisi bercinta digambar dengan sangat jelas hingga siapa saja bisa mempraktikkannya. Selain Kamasutra yang sangat melegenda, dunia ini juga memiliki warisan lain yang telah dicatat sejak ribuan tahun yang lalu. Bangsa Mesir kuno telah menggambarnya secara jelas hingga diturunkan dari satu dinasti ke dinasti yang lain dalam bentuk Turin Papyrus.

Turin Papyrus sebenarnya berisi banyak aturan-aturan dari 19 dinasti yang berbeda. Semuanya ditulis dengan sangat rinci hingga pada Remesside atau tahun 1150 SM mulai digambarkan dengan jelas posisi-posisi bercinta yang melegenda. Berikut fakta-fakta tentang Turin Papyrus yang konon lebih greng dari Kamasutra meski terlupa.

1. Majalah Pria Pertama di Dunia

Selama ini kita mengenal banyak sekali majalah esek-esek yang menampilkan tubuh wanita dengan polos. Sebut saja Playboy dan kawan-kawannya. Di masa Jepang kuno ada juga yang dinamakan dengan Shuga yang merupakan majalah berisi ilustrasi bercinta dari para anggota kerajaan. Majalah ini laku keras hingga akhirnya dijadikan jimat untuk keselamatan. Di abad ke-19 majalah ini diperbanyak dan dijadikan sebagai panduan para putri-putri raja.

majalah pria dewasa [image source]
Ribuan tahun sebelum munculnya majalah pria dewasa atau majalah esek-esek di atas. Mesir kuno sudah mulai membuatnya. Akhirnya dibuatlah ilustrasi-ilustrasi tentang hubungan badan antara pria dan wanita pada sebuah papyrus dengan panjang 2,6 meter dan lebar sekitar 25 cm. Majalah pria dewasa pertama di dunia ini akhirnya ditemukan lagi meski dalam kondisi yang buruk.

2. Berisi Banyak Gambar Posisi Bercinta

Dalam papyrus atau kertas gulung ini setidaknya berisi 12 posisi bercinta yang telah ada sejak zaman Mesir kuno. Dua per tiga dari papyrus ini menjelaskan secara detail tentang posisi bercinta ini dengan gambar yang dilukis secara manual. Satu per satu, posisi bercinta digambarkan dengan organ kelamin yang tampak dengan jelas.

posisi bercinta [image source]
Posisi bercinta ini konon menjadi kanon atau aturan utama yang dipraktikkan oleh banyak pria di masa itu. Papyrus ini sengaja membukukan hal-hal seperti ini karena di masa itu, hubungan badan adalah sesuatu yang penting. Hidup, mati, dan terlahir kembali adalah siklus yang diberikan oleh Tuhan. Masa Mesir kuno, hubungan badan adalah sesuatu yang terbuka dan tak perlu ditutup-tutupi karena dianggap tabu.

3. Penggambaran Pria dan Wanita

Ada satu ciri khas atau keunikan dari teks kanon tentang posisi bercinta ala Mesir kuno ini. Pria-pria yang digambarkan dalam papyrus selalu pendek, tubuh tidak proporsional, dan cenderung botak. Selain itu, organ kelaminnya juga digambarkan dengan ukuran yang sangat besar, bahkan bisa dibilang tidak proporsional dan cenderung dilebih-lebihkan. Pria dalam papyrus ini digambarkan sebagai protagonis utama yang akan berganti-ganti wanita dalam petualangannya cinta.

penggambaran pria dan wanita [image source]
Penggambaran dari wanita dalam papyrus ini seperti halnya kanon di panduan bercinta lain. Wanita ditampilkan dalam bentuk yang menggoda dengan beberapa riasan pada tubuhnya. Biasanya pada tubuh wanita juga terdapat daun colvolvus, lotus, keras, dan alat musik khas Mesir kuno seperti sistra. Papyrus ini hanya bisa dimiliki oleh kaum kelas atas seperti keturunan para raja.

4. Tradisi Mesir Kuno yang Akhirnya Terungkap

Banyak orang beranggapan kalau tradisi Mesir Kuno sangat tabu dalam kaitannya dengan seksualitas. Meski negeri ini mengenal perkawinan sedarah, dan bahkan mendewakan seorang wanita penghibur, dalam teks mana pun tidak pernah ditemukan adanya penggambaran posisi bercinta atau hal-hal terkait dengan sangat gamblang.

tradisi kuno [image source]
Penemuan Turin Papyrus mengubah semua anggapan itu. Dari teks yang sebagian besar sudah hancur ini, tergambar posisi-posisi bercinta kuno zaman Firaun. Yang lebih unik lagi, pria protagonis yang digambarkan dalam papyrus ini melakukan semua petualangan cintanya dengan wanita penghibur.

Inilah empat fakta tentang Turin Papyrus yang konon merupakan teks panduan bercinta yang lebih greng dari kamasutra. Meski teks ini tak banyak diselamatkan, namun dari gambar yang tersisa sudah membuktikan bahwa di masa lalu tradisi bercinta dengan ragam gaya sudah dipraktikkan.

Share
Published by
Adi Nugroho

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago