Selama ini kita semua mengenal Kamasutra sebagai salah satu panduan bercinta yang konon berasal dari daratan India. Di dalam kamasutra, ragam posisi bercinta digambar dengan sangat jelas hingga siapa saja bisa mempraktikkannya. Selain Kamasutra yang sangat melegenda, dunia ini juga memiliki warisan lain yang telah dicatat sejak ribuan tahun yang lalu. Bangsa Mesir kuno telah menggambarnya secara jelas hingga diturunkan dari satu dinasti ke dinasti yang lain dalam bentuk Turin Papyrus.
Turin Papyrus sebenarnya berisi banyak aturan-aturan dari 19 dinasti yang berbeda. Semuanya ditulis dengan sangat rinci hingga pada Remesside atau tahun 1150 SM mulai digambarkan dengan jelas posisi-posisi bercinta yang melegenda. Berikut fakta-fakta tentang Turin Papyrus yang konon lebih greng dari Kamasutra meski terlupa.
1. Majalah Pria Pertama di Dunia
Selama ini kita mengenal banyak sekali majalah esek-esek yang menampilkan tubuh wanita dengan polos. Sebut saja Playboy dan kawan-kawannya. Di masa Jepang kuno ada juga yang dinamakan dengan Shuga yang merupakan majalah berisi ilustrasi bercinta dari para anggota kerajaan. Majalah ini laku keras hingga akhirnya dijadikan jimat untuk keselamatan. Di abad ke-19 majalah ini diperbanyak dan dijadikan sebagai panduan para putri-putri raja.
2. Berisi Banyak Gambar Posisi Bercinta
Dalam papyrus atau kertas gulung ini setidaknya berisi 12 posisi bercinta yang telah ada sejak zaman Mesir kuno. Dua per tiga dari papyrus ini menjelaskan secara detail tentang posisi bercinta ini dengan gambar yang dilukis secara manual. Satu per satu, posisi bercinta digambarkan dengan organ kelamin yang tampak dengan jelas.
3. Penggambaran Pria dan Wanita
Ada satu ciri khas atau keunikan dari teks kanon tentang posisi bercinta ala Mesir kuno ini. Pria-pria yang digambarkan dalam papyrus selalu pendek, tubuh tidak proporsional, dan cenderung botak. Selain itu, organ kelaminnya juga digambarkan dengan ukuran yang sangat besar, bahkan bisa dibilang tidak proporsional dan cenderung dilebih-lebihkan. Pria dalam papyrus ini digambarkan sebagai protagonis utama yang akan berganti-ganti wanita dalam petualangannya cinta.
4. Tradisi Mesir Kuno yang Akhirnya Terungkap
Banyak orang beranggapan kalau tradisi Mesir Kuno sangat tabu dalam kaitannya dengan seksualitas. Meski negeri ini mengenal perkawinan sedarah, dan bahkan mendewakan seorang wanita penghibur, dalam teks mana pun tidak pernah ditemukan adanya penggambaran posisi bercinta atau hal-hal terkait dengan sangat gamblang.
Inilah empat fakta tentang Turin Papyrus yang konon merupakan teks panduan bercinta yang lebih greng dari kamasutra. Meski teks ini tak banyak diselamatkan, namun dari gambar yang tersisa sudah membuktikan bahwa di masa lalu tradisi bercinta dengan ragam gaya sudah dipraktikkan.