Tentunya kamu mengetahui bahwa di seluruh dunia semua suku bangsa memiliki ciri khas sendiri-sendiri, mulai dari budaya, bahasa, agama, warna kulit sampai dengan bentuk fisiknya. Seperti contohnya saja di Eropa yang orangnya rata-rata memiliki kulit putih, rambut blonde dan mempunyai fisik tegap besar.
Namun tahukah kamu bahwa ternyata ada suku-suku tertentu yang merupakan kebalikan dari orang-orang di Eropa sana dilihat dari bentuk fisiknya, terutama dari segi ukuran tubuhnya. Ya, mereka inilah para penduduk kerdil. Faktanya, mereka para masyarakat kecil ternyata ada di berbagai belahan dunia. Dan berikut ini beberapa yang berhasil ditemukan. Termasuk tiga di antaranya yang ada Indonesia.
Mbuti atau bambuti adalah sebuah suku yang menempati daerah di sekitar hutan Ituri, Kongo, Afrika. Sampai sekarang ini, suku Mbuti berjumlah sekitar 30-40 ribu jiwa yang menggunakan 3 bahasa dalam keseharian, yaitu Efe, Asoa dan Kango.
Hampir seperti Mbuti, orang-orang dari suku Aka atau Bayaka ini juga mendiami daerah di Kongo, Afrika, hanya saja lebih ke tengah dan jaraknya dengan orang-orang Mbuti terpaut puluhan kilometer. Walaupun begitu, suku Aka juga terkenal sebagai suku cebol yang memiliki ukuran tubuh pendek dari manusia normal.
Djabugay adalah penduduk asli Australia yang sedikit berbeda dengan Aborigin. Perbedaannya terletak pada bentuk fisik orang-orang Djabugay lebih pendek dan hidup di daerah pegunungan dan hutan yang lebat, termasuk di Barron Gorge dan sekitar hutan hujan Queensland.
Taron atau Trone adalah suku cebol yang mendiami wilayah utara Kachin, Myanmar. Populasi suku Taron sampai sekarang sangat menurun drastis dibandingkan dengan beberapa dekade lalu. Bahkan diperkirakan dalam beberapa tahun lagi, suku Taron akan menghilang atau punah dari muka bumi.
Memang tidak semua orang di Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, memiliki tubuh kerdil atau cebol, namun menurut penuturan warga sekitar, jika semua dikumpulkan, maka ada ratusan orang bertubuh pendek di tempat tersebut.
Di Tiongkok bagian barat daya, Provinsi Sichuan, ada sebuah desa terpencil yang bernama Desa Yangsi yang mana 40 persen masyarakatnya bertubuh kerdil. Bahkan dikarenakan banyaknya orang-orang bertubuh cebol ini, tidak sedikit masyarakat luar yang menyebut desa ini dengan nama “Desa Kurcaci.”
Memang tidak dapat dikatakan sebuah suku apalagi perkampungan, namun pada tahun 2004 lalu, telah ditemukan sebuah fosil manusia berukuran kecil di Liang Boa, Flores. Berdasarkan penemuan fosil ini, penelitian secara terus menerus dilakukan untuk mengetahui jenis apakah tulang belulang yang ditemukan tersebut. Apakah dari bangsa kera ataukah memang ada manusia kerdil atau yang disebut hobit pernah tinggal di sana.
Baru-baru ini ada satu kabar menghebohkan yang disertai foto, yaitu tentang ‘penemuan’ orang kerdil yang diyakini adalah Suku Mante dari Aceh yang dulunya sudah dianggap punah. Suku satu ini dipercaya merupakan salah satu dari banyaknya suku di Aceh yang menjadi leluhur orang-orang di kawasan Serambi Mekah tersebut.
Mengingat tak semua misteri dunia bisa terungkap, maka kemungkinan besar masih ada banyak lagi suku kerdil di muka Bumi. Beberapa mungkin memang tak ingin diganggu sehingga bersembunyi begitu rapat. Tapi, mungkin saja nantinya orang-orang pigmi mungkin bakal muncul. Seperti peristiwa suku Mante yang tiba-tiba tertangkap kamera beberapa waktu lalu.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…