Categories: Trending

Inilah Hal-Hal yang Bakal Dialami Umat Manusia Seumpama Matahari Sudah Lelah Pancarkan Sinarnya

Apa hal pertama yang kamu lakukan setelah bangun tidur? Selain mengecek ponsel atau minum segelas air putih tentunya. Ya, kamu akan membuka jendela rumahmu (atau kosan) untuk mempersilakan mentari menyusup masuk ke dalam kamar. Namun, pernahkah sedikit saja terbesit dalam pikiran kamu, bagaimana seandainya jika matahari berhenti memancarkan sinar hangatnya?

Para ilmuwan telah menyatakan bahwa hal tersebut mustahil terjadi. Setidaknya hingga ribuan atau puluhan ribu tahun yang akan datang. Namun, tepikan dulu sejenak nalar kita. Dan mari kita berandai-andai bagaimana seandainya apabila matahari benar-benar berhenti menerangi kita? Di bawah ini akan disebutkan beberapa skenario baik dan buruk jika seandainya kemungkinan tersebut menjadi kenyataan.

Bumi akan menjadi tempat yang gelap pekat

Ilustrasi bumi gelap. [Image Source].
Bukan hanya separuh bagian saja, namun seluruh permukaan bumi akan mendadak diselimuti oleh kegelapan paripurna. Namun, tidak serta mendadak sebetulnya. Ada interval waktu delapan setengah menit bagi sinar matahari untuk sampai ke bumi. Begitu matahari benar-benar padam, dan waktu tersebut telah terlewati, barulah kita menyadari bahwa sinar mentari telah sirna. Dan umat manusia pun akan mulai dihantui kegelapan yang mencekam.

Bumi akan jadi tempat yang ultra dingin

Bumi diselimuti suhu dingin ekstrem. [Image Source].
Jika kita ingin merasakan cuaca dingin ekstrem, kita mungkin harus datang ke bagian kutub bumi. Namun, jika matahari berhenti bersinar, kita jadi tak perlu repot jauh-jauh harus pergi ke sana. Sebab, temperatur seluruh permukaan bumi akan menjadi dingin. Namun, hal itu akan memakan waktu berbulan-bulan lamanya. Itu karena atmosfer yang melindungi bumi akan menjaga kehangatan bumi selama beberapa waktu. Jika sudah berakhir? Maka suhu bumi akan terjerembab hingga ke angka minus 100 derajat celcius! Seiring waktu berjalan, beberapa puluh atau ratus tahun, angka tersebut akan semakin menukik hingga minus ratusan derajat celcius.

Tanaman mati, begitupun hewan, dan manusia akan kesulitan pangan

Banyak tanaman yang bakal mati. [Image Source].
Sirnanya sinar matahari akan menyebabkan proses fotosintetis banyak tumbuhan jadi terhenti. Nyaris semua tumbuhan tersebut akan mati sebab matahari tak lagi memberi mereka makan. Imbasnya, semua hewan yang menggantungkan hidupnya pada tumbuhan tersebut, juga akan ikut mati kelaparan. Terakhir, tentu saja kita sebagai manusia juga akan tewas kelaparan. Atau setidaknya, kita akan saling bunuh dengan sesama manusia lain untuk berebut makanan.

Meningkatkan layanan satelit

Satelit yang melintasi bumi. [Image Source].
Tak semua hal akan berakibat fatal apabila matahari benar-benar berhenti memancarkan sinarnya. Manakala sebuah satelit melintas dan terpapar langsung sinar matahari, sinyal satelit dapat lenyap sesaat, sehingga akan terjadi gangguan pada layanan. Dengan padamnya matahari, gangguan kecil seperti ini tak akan lagi terjadi.

Mereduksi biaya infrastruktur

Salah satu jembatan di AS. [Image Source].
Menurut departemen transportasi Amerika Serikat, diperkirakan uang sebanyak US$20 miliar dihabiskan setiap tahunnya hingga 20 tahun ke depan hanya untuk memperbaiki dan memelihara semua jembatan yang ada di negara tersebut. Hampir semua jembatan yang ada di Amerika Serikat, dibangun di atas air. Maka, jika matahari tak lagi bersinar, mereka dapat menghemat anggaran, cukup dengan berkendara di atas permukaan air tersebut yang jadi beku.

Biaya perdagangan yang lebih murah

Biaya perdagangan lebih murah. [Image Source].
Zona waktu mengakibatkan biaya usaha menjadi lebih mahal. Sulit untuk melakukan bisnis dengan seseorang yang waktu kerja kantornya berbeda dengan kita. Dan bila mentari tak bersinar lagi, tak perlu lagi ada pembagian zona waktu. Kita bisa beralih ke zona waktu universal. Dan apabila hal tersebut terwujud, ekonomi global akan semakin melejit.

Itulah beberapa poin yang menjelaskan kerugian dan keuntungan bila seandainya bumi sungguh berhenti bersinar. Bagaimana? Apakah skenario tersebut terdengar menyeramkan bagi kamu? Atau malah sebaliknya? Secara pribadi, apa yang bakal kamu lakukan jika seandainya bumi jadi gelap dan dingin?

Share
Published by
Faisal Bosnia Ahmad

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago