Diam-diam, olahraga tinju di Indonesia ternyata memiliki prestasi hingga ke level internasional. Tak kalah dengan tim badminton Tanah Air yang memiliki segudang atlit yang handal, para petinju dalam negeri juga mampu berbicara banyak di pentas internasional dengan raihan gelar juara yang membanggakan. Tak salah bila capaian ini membuat nama Indonesia harum di mata dunia.
Nama-nama seperti Ellyas Pical dan Chris Jhon, adalah petinju yang sukses mengukir prestasinya hingga ke level dunia. Prestasi mereka, kemudian diikuti oleh deretan atlit tinju lainnya yang juga mempersembahkan gelar juara. Tak hanya di pentas nasional, tapi juga di pertandingan internasional. Berikut ini, adalah petinju Indonesia yang pukulannya berhasil mengantarkan mereka hingga ke tingkat dunia.
Kemenangan atas petinju Korea, Chun Ju-do, di Jakarta, pada 1985, membuat nama Ellyas Pical diingat oleh publik kala itu. Alhasil, Ia tercatat sebagai juara dunia tinju pertama dari Indonesia yang paling sukses di era 1980-an. Berkat kemenangnnya, petinju kelahiran Pulau Saparua, 24 Maret 1960 itu berhasil meraih titel sebagai jawara dunia IBF kelas bantam junior. Dari sana, prestasinya terus berlanjut hingga membuahkan banyak titel dan sejumlah gelar-gelar internasional.
Pertinju asal Banjarnegara, Jawa Tengah yang berjuluk ‘The Dragon’ ini mencatatkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia. Raihan ini bukanlah isapan jempol belaka. Ada banyak nama-nama petinju dunia yang berhasil dikalahkan oleh dirinya seperti Osamu Sato, Jose Cheo Rojas, hingga Derric Gainer. Pria kelahiran 14 September 1979 ini juga berhasil mengharumkan Indonesia lewat raihan rekor sebagai petinju kedua terlama yang menjadi juara dunia kelas bulu sepanjang masa.
Nama Daud Yordan menjadi sorotan setelah berhasil memenangkan Gelar WBC International Challenge beberapa waktu silam. Dilansir dari Sport.detik.com, titel tersebut diperoleh setelah dia mengalahkan petinju Thailand, Aekkawee Kaewmanee di di Pattaya, Thailand. Tentu saja, gelar ini bukanlah juaranya yang pertama di pentas internasional. Sebelumnya, pria kelahiran Simpang Dua, Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia, 10 Juni 1987 itu juga berhasil merengkuh titel sebagai juara IBO Asia Pasifik dan Kejuaraan Dunia IBO Kelas Bulu.
Seolah tak terbendung, petinju Indonesia Tibo Monabesa baru saja merebut gelar juara kelas terbang versi International Boxing Organization (IBO). Menariknya, ia sempat menekuni profesi sebagai seorang sopir angkot di Jakarta sebelum terjun menjadi atlit tinju profesional. Sebelum meraih gelar IBO, Tibo telah mengoleksi titel juara level internasional lainnya, seperti gelar kelas terbang nasional Boxing Assosiation (ATI/IBA) dan World Boxing Council (WBC) International.
BACA JUGA: Kisah Ellyas Pical, Legenda Tinju Indonesia yang Menjadi Petugas OB di Masa Tuanya
Untuk cabang olahraga tinju, Indonesia memiliki banyak talenta berkualitas yang bisa membawa nama bangsa negara meraih prestasi internasional. Harapannya, ada regenerasi petinju dengan cara pembinaan serta pencarian bakal yang intensif agar bisa terus menghasilkan atlet yang berkualitas. Untuk mereka yang tela pensiun, bisa dilibatkan sebagai pelatih dan mentor bagi para petinju muda.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…