1,5 juta balon [Image Source]
Pencitraan itu ternyata tidak cuma dilakukan oleh para artis saja. Terkadang, perusahaan juga melakukan pencitraan dengan kampanye, kontes atau berbagai kegiatan lainnya agar produknya semakin dikenal.
Baca Juga : 5 Hal ini Jadi Bukti Kalau Level Mata Duitan Orang Indonesia Sudah Akut
Tapi sama dengan pencitraan para selebriti, pencitraan oleh perusahaan juga tidak selamanya berjalan lancar. Beberapa yang dilakukan orang-orang ini nyatanya malah berakhir dengan kegagalan dan membawa kekacauan.
Sebuah perusahaan teknologi di Jerman, CONVAR Deutschland membuat masyarakat takut dengan kemungkinan adanya ancaman bom dan membuat pihak kepolisian melakukan evakuasi besar-besaran. Pasalnya, perusahaan tersebut mengirimkan 40 paket mencurigakan ke gedung bisnis, kantor berita, dan bahkan kedutaan.
Sebuah organisasi non-profit di Amerika melepaskan 1,5 juta balon helium di Ohio untuk memecahkan rekor dunia. Tapi tiba-tiba muncul badai angin yang tak terduga. Akibatnya, balon tersebut langsung terdorong turun ke jalan-jalan dan mengakibatkan terjadinya kecelakaan di jalan raya.
Merek minuman beralkohol Jagermeister membuat para pengunjung mempertaruhkan nyawanya gara-gara sebuah pesta kolam renang di Meksiko. Untuk memberikan efek air yang berasap, para pegawai kolam renang menuangkan nitrogen cair ke kolam renang. Akibatnya, nitrogen tersebut bereaksi dengan klorin di dalam air kolam renang dan menghasilkan gas beracun.
Cashtomato adalah nama sebuah situs pesaing YouTube yang didanai oleh seorang milyuner yang tidak diketahui namanya. Ia berencana untuk mempromosikan video baru dengan membagikan tomat dan uang 29 dollar yang diikat jadi satu. Tapi sebelum kegiatan tersebut bisa dimulai, kerumunan gelandangan yang tidak sabar mulai mendekat ke panitia.
Radio KDND 107.9 mengadakan sebuah kontes yang ternyata membawa petaka dengan hadiah Nintendo Wii. Untuk bisa memenangkan kontes tersebut, peserta harus minum air sebanyak mereka mampu tanpa buang air kecil. Jennifer Strange kemudian memutuskan untuk mengikuti kontes tersebut demi mendapatkan hadiah Nintendo untuk 3 anaknya.
Ray Dolin yang merupakan seorang penulis menembak lengannya sendiri demi pencitraan untuk buku memoirnya, ‘Kindness in America’. Ia melakukan perjalanan dengan menumpang dan melintasi Amerika Serikat demi mendapatkan materi untuk bukunya.
Demi menyaingi popularitas Coca-Cola di Filipina, Pepsi meluncurkan kampanye ‘Number Fever’. Kampanye tersebut menjanjikan hadiah uang tunai sebesar 40 ribu dollar jika pelanggan menemukan tutup botol dengan kode 3 digit angka yang sudah ditentukan. Kampanye tersebut meraih kesuksesan besar karena lebih dari setengah populasi Filipina, yaitu sebanyak 63 juta orang berpartisipasi dalam undian tersebut.
Baca Juga : 5 Skandal Kerajaan di Indonesia ini Heboh Luar Biasa
Sebenarnya niatnya sederhana, yaitu agar lebih banyak dikenal masyarakat. Tapi, yang namanya pencitraan memang harus direncanakan dengan matang, sungguh-sungguh, dan kadang juga butuh riset. Kalau tidak, jadinya ya seperti beberapa bencana di atas.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…