Beberapa hari yang lalu seorang Menteri Riset teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia, Muhammad Nasir mengatakan isu sensitif pada publik. Ia menolak tegas adanya LGBT dalam lingkungan kampus dengan berkata seperti ini: “Masa kampus untuk itu? Ada standar nilai dan standar asusila yang harus dijaga. Kampus adalah penjaga moral.”
Terkait penyataan pak menteri tersebut, banyak kalangan akademisi yang merespons dengan agak menyindir. Mereka menyayangkan perkataan menteri yang dianggap melakukan diskriminasi dan penghakiman sepihak. Dengan kata-kata yang disebutkan banyak orang menganggap menteri ini menganggap kaum LGBT tak bermoral dan tak berhak mendapatkan pendidikan di lingkungan yang kampus.
Beberapa orang berkomentar begini kepada Menristek ini: “mungkin pak menteri enggak kenal Alan Turing atau Tim Cook makanya berbicara begitu.” Well, Alan Turing adalah orang pertama yang mengembangkan ilmu komputer, dan juga seorang pemecah kode. Berikut ulasan selengkapnya beserta tokoh lain di bidang sains dan teknologi yang ternyata merupakan LGBT.
Alan Turing adalah seorang pria yang lahir di Inggris dan pernah bekerja di kemiliteran sebagai pemecah kode milik Jerman. Ia juga orang pertama yang mengenalkan ilmu komputer kepada dunia beserta konsep dasar dari algoritma dan juga komputasi. Apa yang dilakukan Turing adalah terobosan besar pada dunia hingga bisa maju seperti sekarang.
Leonardo da Vinci adalah salah satu orang paling hebat di dunia. Ia adalah seorang penemu, arsitektur, seniman, astronom, penulis, dan juga kartografer. Semasa hidup ia banyak sekali memberikan banyak pemikirannya untuk kemajuan dunia. Salah satu yang terkenal adalah sistem anatomi dan juga konsep pesawat yang akhirnya membuat manusia modern berlomba-lomba untuk merealisasikanya menjadi mesin terbang yang saat ini sudah sangat maju.
Tim Cook adalah salah satu orang hebat di dunia teknologi dunia. Ia adalah orang yang sangat ahli di bidang komputer dan pernah bekerja di IBM selama 12 tahun. Ia akhirnya bergabung dengan CEO atas permintaan dari Steve Jobs. Akhirnya dua maut ini mengembangkan Apple hingga menjadi salah satu perusahaan elektronik dan media terbesar di seluruh dunia.
Sara Josephine Baker adalah seorang wanita yang mendedikasikan dirinya sebagai peneliti di bidang kesehatan publik. Ia banyak sekali memberikan pemikiran-pemikirannya yang hebat terkait dengan kesehatan masyarakat terutama masalah persentase kelahiran dan kematian bayi saat terjadi perang dunia. Kajian yang dilakukan oleh Baker akhirnya terus digunakan hingga sekarang terutama masalah pengentasan kemiskinan yang ada hubungannya dengan bayi.
Ben A. Barres adalah seorang neurobilogis paling hebat yang ada di Amerika. Barres memfokuskan dirinya pada penelitian yang mengaitkan adanya hubungan antara saraf dan sel gilal dalam sistem saraf manusia. Kehebatan yang dilakukan oleh Ben akhirnya membuat ia jadi pimpinan di Departemen Neurobiologi Stanford University School of Medicine.
Inilah lima orang hebat dalam dunia sains dan teknologi yang ternyata seorang LGBT. Terlepas dari orientasi seksual yang mereka miliki. Lima figur di atas adalah orang yang hebat. Dedikasi dalam bidang sains dan teknologi harus diancungi jempol.
Kembali ke masalah pernyataan Menristek yang melarang adanya LGBT dalam kampus. Bagaimana pendapat anda?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…