Sejarah yang pernah terjadi di berbagai negara di dunia ini tidak selalu menyenangkan dan indah. Beberapa kali tercatat adanya kekejaman berupa penjajahan dan bahkan pembantaian demi bisa memperluas wilayah atau mendapatkan produk lokal yang langka.
Terkadang saking mengerikan atau banyaknya korban yang berjatuhan, pemerintah akhirnya memutuskan untuk merahasiakan pembantaian tersebut. Barulah beberapa tahun kemudian pembunuhan tersebut terungkap.
Tahun 1961 di Paris, Polisi Nasional Perancis menyerang 30 ribu orang demonstran yang sedang melakukan protes menuntut kemerdekaan Algeria dari Perancis. Polisi melepaskan tembakan ke arah kerumunan, memukuli beberapa orang demonstran hingga tewas, serta melemparkan beberapa diantaranya dari jembatan ke sungai Seine hingga tenggelam.
Di kedalaman hutan Peru, terdapat suku asli Ashaninka yang tinggal terisolasi dari dunia luar. Namun pada 2014 lalu, sekelompok pengedar narkoba menerobos lahan mereka, membakar rumah-rumah penduduk dan membunuh beberapa orang tua dari suku tersebut. Karena lokasinya yang terisolasi, pembantaian ini tidak disadari oleh masyarakat umum.
Selama berabad-abad, suku Aborigin Kaiadilt tinggal dengan damai di pulau Bentinck, Australia. Tapi semua berubah sejak tahun 1911 ketika seorang pria bernama McKenzie diberi kewenangan atas pulau tersebut oleh pemerintah Queensland. Ia berusaha memusnahkan seluruh penduduk lokal yang ada di sana. McKenzie menggiring penduduk ke pantai untuk dieksekusi dengan cara ditembak.
Tahun 1948, pekerja pekerbunan karet di Malaysia dibantai oleh pasukan Inggris dan menewaskan 24 penduduk desa yang tidak bersenjata. Detail pembunuhan tersebut masih menjadi misteri, namun laporan menyebutkan bahwa wanita dan anak-anak diangkut dalam satu truk dan dibawa pergi sementara pria ditembak kepalanya.
Tahun 1968 di sebuah desa kecil My Lai, tentara Amerika melakukan pembantaian besar-besaran di desa tersebut. Ketika mencari musuh mereka yaitu tentara Viet Cong, tentara tiba-tiba melepaskan tembakan ke para petani, memperkosa para wanita beramai-ramai dan membunuh 500 warga yang sama sekali tidak bersenjata.
Pada pertengahan tahun 1980an di provinsi Wajir, Kenya, muncul perseteruan antara klan Somalia bernama Degodia yang bersenjata lengkap. Perseteruan ini kemudian berkembang menjadi penyerangan oleh pasukan keamanan Kenya. Pasukan keamanan Kenya ini memukuli dan membiarkan para anggota klan mati kelaparan.
Mereka yang selamat ditendang hingga tewas atau bahkan dibakar.
Di bawah perintah Stalin, polisi rahasia Soviet mengeksekusi lebih dari 22 ribu tahanan perang Polandia yang dianggap sebagai ancaman untuk pemerintahan komunis. Para tahanan diborgol dan dibawa ke ruangan kedap suara. Di sana, mereka dipaksa untuk berlutut sebelum kemudian kepala mereka ditembak dari belakang.
Itulah tadi beberapa pembantaian kejam yang sempat menjadi rahasia dari mata publik. Meski demikan, pembantaian dan pembunuhan rupanya juga bukan menjadi kisah di masa lalu saja karena saat ini pun peperangan dan pembunuhan masih terus terjadi. Hal yang sangat disayangkan karena ternyata kekejaman dan pembunuhan masih juga belum bisa dihilangkan dari muka bumi.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…