Categories: Olahraga

Tua-tua Keladi, Inilah 5 Pemain Indonesia yang Mampu Berprestasi Meski ‘Uzur’

Sampai kapan? Begitulah pertanyaan yang sering dilontarkan banyak orang kepada Cristian Gonzales. Bermain di usia yang tergolong tidak muda pastinya enggak akan mudah untuk pemain bola. Dalam kondisi tersebut pada umumnya pesepak bola mengalami banyak sekali penurunan, mulai dari akselerasi, fisik, sampai kebugaran sebagai atlet. Sehingga banyak pemain uzur yang memutuskan berhenti bermain bola lantaran keadaan tersebut.

Usia memang menjadi tembok penghalang bagi pemain terus melanjutkan karirnya. Namun, siapa sangka beberapa pemain Indonesia malah tetap bermain di usia tua. Alih-alih gantung sepatu mereka justru mampu menunjukkan eksistensi dengan meraih prestasi. Lalu siapa sajakah mereka? Simak ulasannya sebagai berikut.

Cristian Gonzales pemain tertua Indonesia yang raih topskor

Cristian Gonzales [Sumber Gambar]
Piala presiden 2017 menjadi bukti bagaimana pria asal Uruguay ini menunjukkan kualitasnya. Saat itu di tengah banyak orang yang mencibir dirinya lantaran usia, Cristian Gonzales menunjukkan tajinya dengan menyabet penghargaan gelar top skor Piala Presiden. Ketajamannya waktu itu didapatkan setelah mampu mencetak delapan gol. Aksi Gonzales tersebut dibuat saat usianya menginjak usia 40 tahun. Hal ini menjadikan suami dari Eva Gonzales sebagai pemain tertua Indonesia yang mampu meraih penghargaan. Dilansir laman Bola.com, kemampuan hebat tersebut didapatkan lantaran kemampuannya dalam menjaga kebugaran.

Ketika banyak rekan pensiun Ismed Soyfan malah angkat piala

Ismed Persija [Sumber Gambar]
Ismed Sofyan, pastinya menjadi nama yang tidak asing untuk para pencinta bola tanah air. Pria kelahiran Aceh ini dulunya merupakan pemain langganan masuk Timnas. Kehebatan Ismed sendiri terletak pada kemampuannya dalam mengirim umpan dan ikut membantu menyerang. Layaknya seperti Gonzales, pria 37 tahun tersebut juga mampu berprestasi di usia tua. Gelar yang didapatkannya adalah Piala Presiden 2018. Saat itu Ismed menjadi pemain tertua Persija saat mengalahkan Bali United di partai final. Ketika itu umpan manisnya dari sisi kanan dapat dijadikan gol oleh penyerang Persija Jakarta.

Menjadi pemain Naturalisasi tua yang garang di usia uzur

Beto [Sumber Gambar]
Februari 2017 menjadi hari paling bersejarah untuk pria asal Brazil ini. Kala itu Beto resmi menjadi warga negara Indonesia. Hal ini menjadikannya mengikuti jejak para pemain asing yang menjadi WNI. Beto sendiri merupakan salah satu penyerang luar biasa yang ada di Indonesia. Kegemilangannya menjadikan nama Beto selalu masuk kandidat top skore. Padahal apabila melihat usianya pria ini tergolong tidak berada pada masa kemasan. Keganasan Beto ditunjukkan pada pertandingan Piala Gubernur Kalimantan Timur lalu dengan menyabet gelar pencetak gol terbanyak. Tidak hanya itu Sriwijaya juga mampu dibawanya meraih gelar juara.

Kepemimpinan Legemin Raharjo bawa PSMS ke Liga 1

Legimin Raharjo [Sumber Gambar]
Legimin Raharjo mungkin bukanlah pemain yang sering mencetak banyak gol dalam sebuah pertandinagn. Namun, kehebatannya dalam memimpin rekan tim tidak usah dipertanyakan lagi. Pria kelahiran Medan 36 tahun lalu ini, adalah sosok jendral di tengah lapangan yang mampu membakar semangat rekannya. Tidak hanya itu Legimin juga membantu PSMS Medan kembali bermain di kompetisi tertinggi di Indonesia. Bersama tim berkostum hijau ini Legemin merupakan pemain paling tua. Dilansir laman Metronews, kehadirannya dijadikan motor tim karena pengalaman yang luar biasa.

Eduard Ivakdalam tetap berikan yang terbaik meski usianya tidak muda lagi

Ivakdalam [Sumber Gambar]
Kakak Edu begitulah dia sering dipanggil. Mengawali karir di Persipura pemain ini mampu persembahkan gelar untuk tim asal Papua itu. Bermain sebagai gelandang pria ini terkenal dengan kemampuannya menjaga lini tengah dan mengatur serangan. Tercatat Edu pernah pimpin Persipura meraih kejayaan pada tahun 2005 dan 2010. Kiprah pria 43 tahun ini berlanjut dengan memperkuat tim Persidafon Soro. Namanya juga sering menjadi langganan masuk skuad Garuda. Edu dapat menjadi contoh bagaimana pemain yang mampu tampil konsisten meski usianya tidak muda lagi.

Beberapa cerita menjadi bukti bagaimana usia tetaplah dapat dilawan. Namun, untuk mewujudkannya diperlukan kedisiplinan dalam menjaga diri. Tanpa hal tersebut mustahil mampu meniru lima pemain di atas. Besar harapan untuk Garuda Muda Indonesia dapat menjaga diri agar karir sepak bolanya terus terjaga.

Share
Published by
Galih

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

3 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

3 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago