Sudah menjadi rahasia umum, wilayah Timur Indonesia khususnya Papua (Iria Jaya) adalah tempat di negeri yang kerap hasilkan pesepakbola-pesepakbola berbakat. Bahkan setiap tahunnya lewat klub-klub seperti Persipura Jayapura, Perserui Serui, dan masih banyak lagi, lahirlah talenta luar biasa di olahraga ini. Masih terkait daerah tersebut, meski menjadi gudang pemain potensial, tapi acap kali atlet bola dari sana dicap tidak nasionalis.
Seperti contohnya ketika Boaz mangkir panggilan Timnas. Lalu beberapa pemain dari wilayah tersebut kesulitan menyanyikan Indonesia raya. Tidak berhenti disitu sikap mereka yang kerap indisipliner juga sempat mendapatkan nyiyiran dari netizen, kalau hal terjadi lantaran warga Papua kurang nasionalis.
Kalau ditarik sejarah ke belakang tepat sebelum penentuan pendapat rakyat (pepera), atau wilayah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi, kabarnya banyak masyarakat sana menolak untuk bergabung dengan Indonesia. Tapi anggapan itu, agaknya tidaklah terbukti kalau melihat perjuangan anak-anak Papua saat berseragam Timnas. Mereka terlihat menunjukkan ketulusan untuk membuat sepak bola Indonesia berjaya. Tidak percaya kalian? Buktikan sendiri di ulasan berikut ini.
Meski pada akhirnya harus menjadi juara tanpa mahkota, namun penampilan Indonesia di AFF sungguh sangat di luar dugaan. Berangkat dengan rasa pesimistis para penggemar, malang Tim Merah Putih bisa menunjukkan penampilan oke. Bahkan Ilham Jaya Kusa dan kawan-kawan sukses menembus final sebagai dengan jumlah gol terbanyak.
Masih terkait pengaruh darah Papua untuk prestasi sepak bola Indonesia. Di ajang SEA Games 2011 lalu, lewat trisula maut yakni Titus Bonai, Patrick Wanggai, dan Oktovianus Maniani, Indonesia sukses meraih medali perak. Meski emas gagak diraih, namun ketiga orang tadi menciptakan suatu kengerian untuk lini depan Tim Merah Putih.
Selain nama-nama tadi Todd Rivaldo Ferre, juga menjadi talenta asal Timur Indonesia yang mempunyai kontribusi besar untuk capaian Timnas. Meski lagi-lagi bukan peringkat satu dipersembahkan, namun berkat kemampuannya Tim Merah Putih bisa mengeluarkan permainan yang sangar. Seperti salah satunya ketika Piala Asia U-19 2018, aksi Todd membuat Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan atas Qatar.
Dari semua tadi, agaknya prestasi terhebat darah Papua kepada bangsa ini dalam priode 80-an ke atas layak disandang oleh sosok Rully Rudolf Nere. Bersama skuad Timnas tahun 1987, ia sukses mempersembahkan keping emas pertama dari sepak bola di SEA Games Jakarta. Penampilan epic pria yang kini sudah pensiun tersebut juga menginspirasi rekan-rekan untuk hasilkan sejumlah gol
BACA JUGA: Melihat Prestasi Timnas di Beberapa Era Presiden, Pada Zaman Siapa Timnas Paling Berjaya?
Capaian-capaian pemain tadi adalah sedikit bukti, kalau sebetulnya anggapan tidak nasionalis merupakan hal keliru disematkan untuk mereka. Seharusnya kita bisa sadar mereka-mereka bisa bantu Indonesia menjadi hebat itu, merupakan sosok berangkat dari wilayah tertinggal di negeri ini, yang kita ketahui kehidupan jauh lebih sulit dan keras.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…