Selama ini Pahlawan Nasional yang kita kenal tak jauh-jauh dari Bung Karno, Bung Hatta, serta R.A. Kartini. Padahal, setiap tahunnya pemerintah mengajukan nama-nama baru untuk diberi titel pahlawan nasional. Bahkan Presiden Keempat kita, Gus Dur, pun pernah diajukan untuk mengisi deretan pahlawan nasional, namun hingga sekarang namanya belum tertera.
Namun, baru-baru ini Presiden Jokowi meresmikan 4 sosok yang pantas menyandang titel pahlawan nasional. Mereka pun telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam UU no. 20 tahun 2009, seperti tak pernah menyerah pada musuh, pernah memimpin sebuah perjuangan, pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar, dan yang lainnya. Simak profil lengkap mereka dalam ulasan berikut.
Wanita kelahiran Aceh tahun 1550 ini merupakan keturunan dari keluarga bangsawan. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah anak dari pesohor kesultanan Aceh Sultan Salahuddin Syah. Keumalahayati yang lebih dikenal dengan Laksamana Malahayati pun menjadi perempuan ke-13 yang diberi gelar pahlawan nasional.
Pemilik gelar Tuan Guru Kyai Haji (TGKH) ini merupakan seorang santri jenius yang disegani di Mekkah. Hal tersebut dikarenakan ia lulus dari Madrasah al-Shaulatiyah Mekkah, Arab Saudi, pada tahun 1993 dengan predikat istimewa. Dilansir dari kompas.com, jasa TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid terhadap perkembangan nasionalisme dan agama di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sosok lelaki yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional ini berasal dari Kepulauan Riau. Mahmud Riayat Syah lahir pada tanggal 24 Maret 1756 dan dua tahun setelahnya mendapat gelar Sultan di depan namanya. Ia dianugerahi predikat Pahlawan Nasionalatas jasanya sebagai pemimpin tertinggi Johor-Riau-Lingga dan Pahang, dilansir dari kompas.com.
Banyak orang yang bertanya-tanya mengapa seorang Lafran Pane lolos menjadi deretan sosok yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Rupanya, keputusan Presiden Jokowi memang patut dipertimbangkan. Lafran Pane merupakan adik kandung dari dua sastrawan terkenal Sanusi dan Armijn Pane.
Itulah 4 wajah baru yang masuk dalam deretan Pahlawan Nasional Indonesia. Meskipun jasa-jasa mereka patut diapresiasi dan diamalkan nilai-nilai yang sesuai dengan kaedah hidup kita, janganlah lupa pada Pahlawan Nasional terdahulu, karena seperti biasanya, orang Indonesia kalau sudah menemukan kawan baru suka lupa pada yang lama.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…