Kasus terorisme masih jadi masalah besar bagi dunia karena sepertinya perang dengan kelompok ini masih juga nggak ada habisnya. Herannya lagi, masih saja ada orang-orang yang memilih untuk bergabung dengan mereka dan melakukan aksi terror.
Kalau bicara soal terorisme, biasanya yang ada di pikiran kita adalah orang-orang yang memang sejak lama punya ideologi yang keras. Tapi ternyata nggak juga. Beberapa orang ini misalnya, mereka adalah orang biasa saja tapi malah memilih untuk bergabung dengan teroris. Apa ya alasannya?
Banyak remaja kabur untuk bergabung dengan ISIS. Bahkan setidaknya ada 2 ribu orang remaja dari luar negeri telah menjadi prajurit dan punya jabatan dalam organisasi itu. Tapi Marilyn Nevalainen dari Swedia punya cerita yang berbeda.
Saat berusia 19 tahun, pelajar Belanda Tanja Nijmeijer membuat keputusan sederhana yang mengubah hidupnya. Ia pergi ke Kolombia untuk menjadi guru bahasa Inggris, tapi saat melihat kemiskinan parah yang melanda, ia menjadi sangat marah.
Nijmeijer mengira dengan bergabung bersama FARC akan melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat Kolombia. Nyatanya, ia malah manjadi bagian dari kelompok pengedar narkoba, pembunuh, dan tentara anak-anak. 12 tahun setelahnya, ia menyesal pernah bergabung dan kini memilih menjadi juru bicara untuk perdamaian.
Lucas Kinney adalah seorang pria Inggris kaya yang tumbuh dalam pendidikan sekolah Katolik. Saat masih remaja, Lucas ingin jadi pendeta. Tapi sekarang ia malah bergabung dengan kelompok Jabhat al-Nusra.
Awalnya, jurnalis Matthew VanDyke bekerja membuat dokumenter tentang segala konflik yang terjadi di Timur Tengah. Jadi melihatnya ada diantara kelompok pemberontak anti-Gaddafi sebenarnya bukan hal yang aneh. Tapi ternyata ia di sana bukan untuk membuat berita, melainkan bergabung menjadi anggotanya.
Sally-Anne Jones adalah mantan penyanyi punk rock di usianya yang sudah mencapai pertengahan 40an. Ia masih bergantung pada orang tuanya dan begitu terobsesi dengan konspirasi teori serta sihir. Pada akhir tahun 2013, tiba-tiba ia pindah ke Suriah dan bergabung dengan ISIS dan menjadi guru sosial media mereka.
Wilayah di Timur Ukraina juga masih terus dilanda konflik dengan adanya kelompok Azov. Kelompok ini semi-illegal dengan ideologi yang ekstrem. Ternyata, Mikael Skillt sepaham dan tertarik untuk bergabung dengan kelompok ini.
Denis Cuspert dulunya dikenal sebagai rapper asal Jerman dengan nama Deso Dogg. Sebagai pria yang berjiwa bebas, ia biasa mengonsumsi obat-obatan dan tidur dengan banyak wanita. Majalah-majalah dan tabloid bahkan mengira pada akhirnya ia akan mati karena gaya hidupnya yang liar. Prediksi itu ternyata salah karena pada tahun 2010, masuk Islam setelah hampir tewas karena kecelakaan.
Tidak semua yang terlihat pendiam dan misterius punya pikiran jadi teroris. Bahkan orang-orang yang kelihatan biasa saja juga jika terpengaruh dengan ideologi ekstrem bisa berpotensi bergabung dengan kelompok tersebut. Karena itulah, kita juga perlu waspada dengan apa yang ada di sekitar kita. Jangan mudah terhasut dan tetaplah berpikiran terbuka.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…