Sejatinya sepak bola Indonesia zaman dulu sangat terkenal bahkan sempat bikin ketar-ketir negara di dunia. Buktinya berbagai piala kejuaraan internasional sempat dibawa ke bumi pertiwi. Bahkan dulu masuknya timnas ke piala dunia adalah hal yang wajar. Pastinya itu semua juga dipengaruhi performa para pemain waktu itu yang luar biasa.
Namun sayang tidak semua para pemain yang sempat mengharumkan nama bangsa itu mendapatkan nasib mujur pada masa tuanya. Yang ada malah mereka justru hidup sangat menderita dan banyak kekurangan. Tidak percaya? Simak ulasan berikut.
Nama Thio Him Tjiang mungkin sudah tidak terkenal lagi bagi kawula muda, namun prestasinya akan terukir sepanjang masa. Ya, pria yang satu ini dulunya sempat dijuluki dengan nama “Si Kaki Lady” berkat kecakpan bermain bolanya. Tepatnya tahun 50-60 an, pria yang satu ini pernah mengharumkan nama bangsa dengan bergabung dengan timnas, bahkan namanya pernah menjadi sorotan utama pada olimpiade Melborne.
Bisa dibilang kalau legenda sepak bola yang satu ini orang yang pernah menorehkan prestasi gemilang bagi Indonesia. Ya, tepatnya tahun 60-an, lantaran prestasinya yang luar biasa, Abdul Kadir akhirnya menjadi salah satu skuad timnas yang diunggulkan. Ternyata itu adalah langkah yang benar yang diambil pemerintah waktu itu, pasalnya karena berkat permainannya yang apik pula, Indonesia sempat menjadi runner up di piala Korsel.
Bahkan pemain timnas sepak bola yang satu ini dulu sempat berduet bersama Pele salah satu legenda dunia. Namun demikian dirinya harus menghadapi kenyataan pahit ketikan jasanya tidak dibutuhkan lagi. Ya,di akhir hayatnya Abdul Kadir mengalami sakit parah, gagal ginjal dan jantung hingga meregang nyawa. Bahkan sejak kepergiannya itu, baik anak dan istrinya masih hidup dalam kekurangan. Ironis memang, namun itulah yang terjadi.
Memulai debut dengan PSM Makassar yang waktu itu bernama Makassar Voetbal Bond (MVB), membuat nama Ramang jadi terkenal oleh publik. Akhirnya tahun 50-an, pemain handal yang satu ini direkrut untuk memperkuat timnas Indonesia. Nah, sejak saat itulah Andi Ramang dikenal sebagai salah satu penyerang yang sangat haus dengan gol.
Bersinar tahun 60-an, Si Kijang Majalengka Emen Suwarman pernah menorehkan rekor besar buat timnas Indonesia. Karena jasanya pula, dulu Indonesia pernah menjuarai Turnamen Merdeka yang ada di Malaysia. Karena performanya itu, di tahun yang sama pula dirinya didaulat menjadi anggota timnas lagi di ajang ASEAN Games.
Sebenarnya masalah masa tua para pemain legendaris ini bukan hanya tugas pemerintah saja namun juga kita bersama. Jangan sampai mereka yang telah mengharumkan nama bangsa itu hidup dengan keadaan seperti itu. Ini jadi pelajaran agar kejadian serupa agar tidak terulang kembali.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…