Suharno
Kamu mungkin pernah mendengar sebuah ujaran kalau kebanyakan orang akan meninggal dengan melibatkan sesuatu yang dicintainya. Percaya atau tidak hal ini memang adalah fakta nyata yang sudah dibuktikan banyak orang terutama lewat jajaran sosok terkenal Indonesia. Tidak hanya karena kematian yang disebabkan oleh motor seperti Alm. Ust Jefrrie atau Alm. Adi Firansyah yang semasa hidupnya memang hobi otomotif, kematian yang berhubungan dengan olahraga juga sering terjadi.
Yang paling baru, adalah pelatih Arema, Suharno, yang mengalami serangan jantung mendadak tak lama setelah melakukan coaching anak didiknya di Malang. Selain Suharno, ada sosok terkenal lain yang juga meninggal dengan skenenario yang sama, olahraga dan serangan jantung. Berikut ulasannya.
Meninggalnya Suharno menjadi pukulan telak bagi Arema dan seluruh pecintanya. Bagaimana tidak, pelatih yang sudah malang melintang di dunia kepelatihan ini tidak pernah menunjukkan tanda-tanda akan pergi. Kematiannya begitu cepat dan sangat mengejutkan.
Suharno masih meraung kesakitan ketika mobil yang ditumpanginya tiba di daerah Pakisaji. Bahkan ia sempat terbatuk-batuk dan mengeluarkan busa. Penanganan darurat pun dilakukan di Puskesmas Terdekat. Kurang lebih sekitar 10 menit Suharno mendapatkan perawatan, namun akhirnya jantungnya makin melemah dan akhirnya dinyatakan meninggal pada hari itu juga.
Kematian Suharno menjadi kado ulang tahun paling buruk yang pernah didapatkan Arema. Pasalnya, tak lama sebelum kematian sang pelatih kesayangan ini, klub berjuluk Singo Edan tersebut sempat melakukan aksi konvoi untuk memperingati hari jadi mereka. Arema sendiri masih belum berpikir untuk cepat-cepat mendapatkan pelatih pengganti untuk menutup peran Suharno di klub kesayangan masyarakat Malang ini.
Kehilangan seorang Benyamin Sueb, sama seperti ketika Amerika ditinggalkan oleh Elvis Presley, Bon Jovi, Michael Jackson dan deretan artis fenomenal lainnya. Bagaimana tidak, sumbangsih si empunya peran babe dalam Si Doel Anak Sekolahan ini begitu besar di dunia seni, khususnya musik dan film.
Pada tahun 1984 lalu, publik sempat heboh gara-gara mendengar isu Benyamin meninggal. Alhasil, telepon rumah sang aktor beken ini pun berdering tiada henti hampir setiap hari. Hingga akhirnya dikonfirmasi kalau Benyamin rupanya sedang beristirahat total pasca operasi batu ginjal.
Skenario kematian sungguhan Benyamin sendiri hampir sama seperti Suharno. Pria ini usai melakukan aktivitas kesukaannya yakni bermain bola. Kemudian tak lama setelah itu ia mengalami serangan jantung mendadak dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. 5 September 1995, sangat diingat para fans Bang Ben sebagai hari dimana sang idola meninggal dunia.
Basuki, mungkin kamu yang lahir di tahun akhir 90an masih begitu mengenal sosok satu ini. Entah banyolannya di Srimulat bersama Kadir dkk, atau kiprahnya ketika menjadi Mas Karyo di serial keluarga paling laris sepanjang sejarah pertelevisian negeri ini, Si Doel Anak Sekolahan. Basuki dikenal sebagai pecinta kesenian humor, namun siapa sangka kematiannya sama sekali tak berhubungan dengan hal tersebut.
Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Melia, Cibubur, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Jasad komedian cerdas ini dimakamkan di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Salah satu stasiun televisi beberapa waktu lalu sempat menayangkan kembali serial Si Doel Anak Sekolahan. Di sana nampak sang komedian masih begitu lincah tanpa terlihat tanda jika ia harus dipanggil dengan cepat oleh Tuhan.
Mengungkap kematian artis yang berhubungan dengan sepak bola, maka tidak ada nama yang lebih sering diulas selain Adjie Massaid. Pria ganteng ini memang sangat menyukai bola walaupun dilihat dari aktivitasnya ia adalah sosok yang sangat sibuk. Terlebih ketika menjabat menjadi salah satu dewan terhormat di negara ini.
Kronologi kematiannya sendiri dimulai ketika ia usai bermain futsal. Malam harinya sekitar pukul 10, Adjie mengeluh dadanya sesak dan kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati. Segala upaya pun dilakukan namun tidak dapat membawanya kembali seperti sedia kala. Hingga akhirnya ia meninggal beberapa jam setelahnya dan diketahui penyebabnya juga adalah serangan jantung.
Kematian memang tidak ada yang bisa menebaknya, termasuk dokter paling ahli sekalipun. Boleh jadi seseorang divonis nyawanya tinggal seminggu lagi, namun nyatanya masih bertahan hidup hingga bertahun-tahun lamanya. Sebaliknya, yang kelihatan begitu sehat dan segar juga tidak ada jaminan selamat dari takdir kematian.
Kematian sering sekali turut membawa aktivitas yang disukai. Maka mulai sekarang mulai mulai kurangi dan hentikan hobi atau kegiatan jelek yang dimiliki. Kita tidak akan pernah tahu kapan akan meninggal. Dan seburuk-buruknya kematian adalah mati dalam keadaan berbuat dosa.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…