Niac Mitra Berujicoba Melawan Arsenal [image source]
Beberapa waktu lalu jagad sepak bola Indonesia dikejutkan dengan Bayangkara Fc. Pasalnya tim milik Polisi tersebut berhasil menjadi juara pada kompetisi Liga 1.Tentu sebuah pencapaian yang luar biasa untuk kesebelasan yang baru terbentuk beberapa tahun ini.
Dalam sejarah panjang liga Indonesia ada banyak tim bisa berjaya seperti Bayangkara. Malah bisa dikatakan lebih dahsyat lagi prestasinya. Tetapi club tersebut kini sudah menjadi kenangan. Karena berbagai alasan dari mulai financial sampai keributan dalam tubuh tim. Lantas kesebelasan mana yang pernah berjaya tetapi sekarang punah? Simak ulasan-nya berikut.
Bagi penikmat sepak bola zaman old tahun 70an-90an. Tentu tidak asing dengan tim yang dimiliki pengusaha Beny Mulyono ini. Warna Agung yang pada waktu itu merupakan kesebelasan yang paling disegani. Karena banyak pemain top dan timnas bermain pada club ini. Mulai dari Risdianto, Roby Binur, Ronny Pattinasarani, Simson Rumah pasal, sampai Rully Nere. Penggabungan mereka menjadikan kesebelasan ini sangat hebat.
Nama Sriwijaya FC tentu bukan nama yang asing untuk para pencinta sepak bola tanah air. Pasalnya tim tersebut merupakan salah club bola yang disegani di negeri ini. Jauh sebelum nama tersebut melambung ada KTB (Krama Yudha Tiga Berlian) yang aksinya juga tidak kalah hebat. Hanya membutuhkan waktu 2 tahun bagi mereka untuk merebut gelar juara dengan mengalahkan Arseto pada partai final.
Si biru langit demikian lah julukan team sepak bola asal Solo ini. Arseto merupakan tim yang didirikan oleh putra Presiden Suharto (Ari Sigit Haryodanto). Awalnya markas dari club ini adalah Jakarta lalu pindah ke Solo pada tahun 1983. Kepindahan ke Solo bagai memberikan keberuntungan, karena pada tahun 1992 mereka berhasil menjadi juara kompetisi sepak bola Galatama.
Niac Mitra merupakan tim kumpulan para karyawan yang ada di Surabaya. Tapi mereka sanggup membuktikan diri lewat gelar juara Galatama 3 kali pada tahun 1981, 1982, 1986. Kehebatan mereka juga sempat dirasakan oleh Arsenal. Bertajuk pertandingan persahabatan tim Eropa tersebut dibuat tidak berdaya dengan skor 2-0. Hal tersebut menjadikan pamor team ini terus melambung sampai menyaingi Persebaya.
Semangat berprestasi tentu bukan hal yang dapat menunjang team bola tetap bertahan. Dibutuhkan banyak elemen, dari mulai keuangan, pengelolaan manajemen sampai kompetisi yang baik agar mampu bertahan pada kejuaraan sepak bola di negeri ini. Meskipun saat ini kita hanya bisa mengenang mereka tetapi banyak pelajaran yang sanggup dipetik untuk persepakbolaan Indonesia lebih baik lagi.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…