Categories: Tips

Mbah Sakijem, Nenek yang Sudah 49 Tahun Memilih Hidup di Gua Laut Selatan Dibanding Rumah Sendiri

Tentu tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin hidup tanpa tempat tinggal. Bahkan tempat tinggal kerap kali menjadi masalah sebuah keluarga mengalami konflik. Mungkin banyak dari kalian yang masih ingat tentang cerita anak menuntut orang tua hanya karena sebuah rumah. Memang sekarang nampaknya makin banyak orang yang rela melakukan apapun hanya demi mendapatkan rumah. Tapi hal semacam itu sepertinya tidak berlaku bagi sosok Mbah Sakijem.

Nama Mbah Sakijem mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Yogyakarta, khususnya daerah Gunungkidul. Pasalnya nenek yang sudah memasuki usia kepala enam ini dikenal sebagai manusia gua Tebing Laut Selatan. Banyak orang menyebut beliau demikian lantaran simbah lebih memilih hidup di gua selama hampir setengah abad dari pada kembali ke rumahnya berkumpul dengan anak cucu.

Mbah Sakijem hidup di gua untuk menyepi

Pilihan hidup Mbah Sakijem mungkin bisa dibilang unik ya, karena di tengah banyak orang ingin hidup santai dan enak di masa tua nenek tiga cucu ini malah menghabiskan waktunya sendiri di sebuah gua di wilayah Gunungkidul bernama Gua Langse. Nenek yang biasa disapa dengan nama Mbah Kijem ini sudah menjadikan Gua Langse sebagai rumahnya setelah mendapatkan permasalahan hidup yang cukup pelik.

Jalanan menuju gua [image source]
Mbah Kijem dulunya diceraikan oleh sang suami saat usia pernikahannya masih seumur jagung. Belum lagi kejadian tersebut terjadi ketika umur simbah masih sangat muda, oleh karena itu kemudian dia memutuskan untuk mengasingkan diri dan menyepi di dalam gua. Gua Langse ini bukanlah tempat yang mudah untuk ditinggali. Gua ini terletak di atas tebing setinggi 250 meter di atas permukaan laut yang mana untuk mencapainya beliau harus melewati hutan serta jalanan tepi tebing yang curam. Namun terlepas dari betapa sulitnya akses menuju gua, simbah merasa nyaman dan tenang walau harus hidup jauh dari keramaian kota.

Kehidupan simbah di Gua Langse sudah hampir 50 tahun

Gua Langse ini sebenarnya bukan tempat pertama yang dikunjungi simbah untuk menyepi. Sebelumnya Mbah Sakijem sempat mendatangi Gua Cerme serta Gua Termin. Namun karena dirasa dua gua tersebut kurang memberikan kenyamanan, akhirnya simbah pindah menuju Gua Langse. Mbah Kijem mengaku dirinya sudah mendiami gua sepi nan lembap itu sejak tahun 1968. Dan sekarang Mbah Kijem tak lagi sendiri di sana melainkan ditemani seekor anjing yang pernah dibelinya dari warga dan diberi nama Bambang.

Sudah hampir 50 tahun di gua [image source]
Simbah mengaku bahwa kehidupannya di gua cukup menyenangkan untuk dijalani. Meskipun dia harus berjalan kaki sangat jauh untuk membeli kehidupan sehari-hari, bahkan naik turun tebing di usianya yang tak lagi muda ini. Masyarakat setempat awalnya cukup heran dengan sosok nenek yang satu ini, pasalnya tidak ada satu pun dari mereka mengaku betah tinggal sendiri di gua tersebut. Sementara simbah malah sudah puluhan tahun di sana dan mengaku sangat betah bahkan enggan untuk dibawa kembali pulang.

Anak Mbah Kijem sempat memintanya pulang

Mbah Sakijem sebenarnya memiliki anak perempuan yang sangat peduli dengannya. Sang anak yang tinggal di luar kota beberapa kali meminta ibu tercintanya untuk pindah namun tetap saja ditolak. Simbah bercerita bahwa puterinya kerap datang untuk menjenguk, namun memang mereka hanya janjian bertemu di tempat lain sekaligus berjalan-jalan.

Mbah Kijem dan Bambang [image source]
Pernah suatu ketika Mbah Kijem diajak tinggal di rumah anaknya, namun dia malah merasa gelisah dan sangat rindu ingin kembali pulang ke gua. Sepertinya rasa nyaman memang tidak sudah tidak bisa tergantikan dengan apa pun. Dan ketika ditanya sampai kapan beliau akan tinggal di Langse, Sakijem menjawab bahwa dirinya tak gentar menghabiskan sisa hidupnya di gua meskipun selama ini hanya berteman seekor anjing.

Gua sering didatangi masyarakat untuk bertapa

Gua Langse ini termasuk salah satu tempat di mana banyak orang datang untuk memperdalam sisi spiritual mereka. Sementara itu warga sekitar merasa Gua Langse ini adalah salah satu gua keramat, itulah kenapa banyak orang datang sekedar untuk melakukan semedi maupun pemujaan. Dan setiap ada orang yang datang simbah akan menjamu mereka dengan menyediakan makanan serta minuman. Jadi para tamu gua tak perlu repot membawa makanan dari jauh lagi.

Mbah Kijem memasak [image source]
Salah satu waktu di mana gua ini tampak sedikit ramai adalah ketika malam jumat kliwon maupun selasa kliwon. Peziarah yang datang pun tak hanya masyarakat biasa, tetapi banyak juga tokoh politik serta pejabat kerap mendatangi gua tersebut. Bahkan menurut sang juru kunci Sultan Hamengku Buwono IX dan Presiden Soekarno juga sempat terlihat berkunjung ke Gua Langse. Saking nyamannya Gua Langse tak jarang para peziarah bisa tinggal di sana selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Sosok Mbah Kijem memang merupakan salah satu wanita tangguh yang berani meninggalkan segala kemapanan demi kenyamanan. Di usianya yang sudah tak lagi muda dia masih terlihat sangat kuat menghidupi diri sendiri beserta anjing kesayangan di sebuah gua jauh dari peradaban. Kecintaannya terhadap Gua Langse sepertinya juga sangat besar karena simbah bisa merasa sangat rindu bila harus pergi terlalu lama. Tapi syukurlah di beberapa waktu nenek tiga cucu ini masih ditemani oleh banyaknya peziarah yang datang. Setidaknya dia kembali mendapatkan teman saat itu.

Share
Published by
Faradina

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

6 days ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

2 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago