Mata Hari dalam Kostum Tarinya [Image Source]
Mata-mata tidak hanya identik dengan sosok garang, cool dan pandai melakukan aksi-aksi bela diri atau menembak. Kenyataannya, beberapa mata-mata malah tidak perlu melakukan aksi-aksi seperti itu karena tugas mereka adalah mencari informasi dari pihak lawan untuk kepentingan pihak sendiri. Tidak selamanya pula mata-mata itu adalah seorang pria, karena ada juga beberapa mata-mata wanita yang lebih dikenal entah karena kelihaiannya atau karena kemolekan mereka.
Baca Juga : 5 Pasukan Asing yang Pernah Berhadapan dengan TNI
Nama Mata Hari sudah begitu dikenal hingga sering kali diasosiasikan sebagai mata-mata wanita yang menggoda. Sebagai seorang penari, kegiatannya sebagai seorang mata-mata tidak terbongkar dalam waktu yang begitu lama. Bahkan untuk meyakinkan setiap orang, ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang putri Jawa dari pendeta Hindu.
Margaretha Zelle lahir di Leeuwarden, Belanda pada 7 Agustus 1876. Ayahnya adalah seorang pemilik toko topi serta seorang investor sukses di industri minyak. Hal ini membuat Margaretha mengenyam kehidupan yang nyaman dan cukup mewah termasuk sekolah eksklusif hingga berusia 13 tahun. Namun sejak ayahnya bangkrut, keluarga tersebut hancur dan mulai terpecah belah sehingga Margaretha dan saudara-saudaranya hidup terpisah.
Dari pernikahannya dengan Rudolf MacLeod, ia dikaruniai dua orang anak. Meski begitu pernikahan tersebut ternyata hanya memberikan kekecewaan padanya karena suaminya yang berusia 21 tahun lebih tua ternyata adalah seorang pemabuk dan sering melampiaskan kemarahannya pada sang istri. Rudolf bahkan menyalahkan Margareth atas karirnya yang tidak juga segera dipromosikan. Tidak berhenti sampai di situ saja, Rudolf juga terang-terangan memiliki wanita simpanan.
Setelah bercerai dengan Rudolf, Mata Hari pindah ke Paris pada tahun 1903. Awalnya ia masih tampil dalam sirkus dengan nama Lady MacLeod serta berpose sebagai seorang model untuk bisa bertahan hidup. Barulah pada tahun 1905 ia mulai mendapatkan jalan berkat trend semua hal yang berbau “Oriental”.
Penampilan eksotis Mata Hari membuat tempat-tempat hiburan di Paris heboh, ia bahkan sampai tampil di berbagai kota yang berbeda. Dalam kegiatannya sebagai seorang penari eksotis, ia membuat striptease (tari telanjang) dianggap menjadi suatu bentuk seni. Seorang reporter di Wina menceritakan Mata Hari sebagai seorang wanita yang “Ramping dan tinggi dengan keanggunan dan kelenturan seekor binatang liar, dan dengan rambut hitam gelap. Wajahnya memberikan kesan asing yang aneh.”
Memasuki tahun 1912, karirnya mulai turun drastis. Kritik terhadapnya mulai bermunculan dan berpendapat bahwa kesuksesan dan pesona Mata Hari hanya karena ekshibisionisme murahan dan kurangnya nilai seni yang ditampilkan. Ia juga disebut sebagai seorang penari yang tidak tahu cara menari sehingga tidak dijinkan untuk tampil oleh institusi budaya. Meski begitu, kesuksesannya sebagai seorang penari telah membuatnya dikenal oleh banyak nama besar sehingga ia tetap sukses, namun kali ini sebagai seorang penghibur yang dikenal karena erotisme dan sensualitasnya.
Mendekati usia 40 dengan karir penari yang sudah runtuh, Mata Hari jatuh cinta pada seorang kapten Rusia, Vladimir de Masloff. Ketika mereka menjalin hubungan, Massloff dikirim ke medan perang dan menjadi buta di satu mata. Karena ingin hidup bersama, Mata Hari menerima tugas dari Georges Ladoux untuk menjadi mata-mata Perancis.
Sebuah dokumen yang tidak disegel dari tahun 1970 membuktikan bahwa Mata Hari memang benar-benar seorang mata-mata. Pada musim gugur tahun 1915, ia bergabung dengan Jerman dan mendapatkan perintah ketika tinggal di Cologne, Perancis. Dalam tugas tersebut, ia mendapatkan kode nama H-21. Namun menurut para ahli sejarah, kemungkinan ia hanya menerima uang tapi tidak benar-benar melaksanakan tugasnya.
Pada Desember 1916, pihak intelijen Perancis dengan sengaja membuat Mata Hari mengetahui nama 6 agen Belgia. Lima diantaranya dicurigai memberikan informasi palsu dan bekerja untuk Jerman, sementara orang ke-enam dicurigai sebagai agen ganda untuk Jerman dan Perancis. Dua minggu setelah Mata Hari pergi dari Perancis untuk ke Madrid, agen ke-enam ini dieksekusi oleh Jerman sementara lima lainnya tetap bertugas. Hal ini menjadi bukti bahwa enam nama orang ini disampaikan Mata Hari ke Pihak Jerman.
Beberapa ahli berpendapat bahwa Jerman mencurigai Mata Hari sebagai mata-mata Perancis dan sengaja menjebaknya dengan mengirimkan pesan yang mudah dipecahkan dengan mengatakan bahwa Mata Hari adalah mata-mata. Namun beberapa orang lainnya percaya bahwa ia adalah agen ganda.
Dalam kehidupannya yang penuh kebohongan, ia akhirnya mengaku bahwa seorang diplomat Jerman memang pernah memberinya 20 ribu francs untuk mendapatkan informasi dari perjalanannya ke Paris. Tapi ia bersumpah tidak pernah melaksanakan hal tersebut dan tetap setia pada Perancis. Ia hanya menganggap uang tersebut sebagai kompensasi atas pakaiannya yang hilang saat berada di perbatasan Jerman.
Mata Hari baru mulai diadili ketika pasukan sekutu gagal memukul mundur Jerman. Adanya keterlibatan mata-mata -entah itu nyata atau tidak- menjadi kambing hitam yang sempurna untuk menjelaskan kekalahan militer. Penangkapan Mata Hari adalah salah satunya. Captain Georges Ladoux memastikan bahwa segala bukti yang melawannya disusun se-memberatkan mungkin. Sehingga ketika Mata Hari mengaku ia menerima uang dari seorang petinggi Jerman sebagai bayaran kegiatan seksual yang dilakukan, hal ini justru semakin memberatkannya karena uang tersebut dianggap bayaran sebagai mata-mata.
Dalam eksekusinya, Mata Hari tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Ia bahkan menolak penutup mata dan memandang langsung pasukan yang akan menembak dirinya. Sejak turun dari kendaraan, berdiri di hadapan juru tembak, dan bahkan beberapa saat setelah ditembak, ekspresi wajahnya tetap tidak berubah sama sekali dan tetap menunjukkan ketenangan.
Sebuah akhir yang tragis untuk seorang penari yang juga berperan ganda sebagai seorang mata-mata. Meski begitu misteri tetap mengelilingi kisahnya. Mulai dari kecantikan dan cerita romansanya dengan petinggi-petinggi Eropa, hingga gerak-geriknya sebagai seorang mata-mata.
Baca Juga : 7 Pasukan Tentara yang Mengirim Anak-Anak ke Medan Perang!
Namun dibalik itu semua, kita tahu bahwa kecantikan ternyata juga bisa membahayakan. Apalagi jika digunakan sebagai alat untuk meraih keuntungan pribadi. Kenyataannya, justru kemolekan Mata Hari yang membuatnya berjaya sekaligus yang akhirnya menewaskannya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…