hidup di luar angkasa
Hidup di luar angkasa seperti sebuah mimpi yang susah untuk diwujudkan. Melihat astronot melayang di angkasa, berjalan di bulan dan planet lain kadang membuat kita iri. Sebenarnya kehidupan di luang angkasa itu seperti apa ya? Mengasyikkan seperti yang kita lihat atau justru mengerikan?
Well, inilah tujuh fakta yang harus anda tahu sebelum suatu saat akan merasakan tinggal di luar angkasa. Bersiaplah untuk terkejut!
Luar angkasa memiliki gravitasi yang berbeda dengan bumi. Bahkan menurut pengalaman para astronot, gravitasi di sana jauh lebih kecil. Dampaknya tubuh manusia jadi jauh lebih ringan. Bahkan meloncat dengan energi kecil saja sudah membuat anda terpental sangat jauh.
Otot-otot manusia akan mengalami penyusutan secara signifikan. Hal ini membuat manusia jadi lebih lemah di luar angkasa. Terlebih jika sudah sampai bumi lagi.
Salah satu cara untuk bisa bertahan hidup jika berada di luar kapal adalah dengan memakai pakaian luar angkasa. Pakaian ini biasanya memiliki berat sekitar 120 kg pada gravitasi bumi. Di luar angkasa baju ini tidak akan memiliki berat karena gravitasinya sangat kecil.
Well, mungkin anda akan bertanya-tanya. Bagaimana toilet orang-orang yang ada di luar angkasa ya? Apakah sama dengan yang ada di bumi? Jawabannya adalah beda. Bahkan lebih rumit dan setiap astronot harus dilatih beberapa kali agar mahir menggunakannya.
Mereka harus memasukkan semua kotoran ke dalam alat yang langsung melakukan esktrasi terhadap kandungan air. Setelah itu kotoran segera diproses agar tidak berbahaya bagi manusia yang ada di dalam kapal. Setitik saja air yang keluar bisa membuat kapal jadi hancur. Ngeri kan? Padahal Cuma gara-gara toilet.
Anda jangan membayangkan jika astronot akan tidur di kasur empuk setelah melakukan misi luar angkasanya. Justru mereka tidur dalam keadaan tertali pada permukaan pesawat atau menggantung di udara. Para astronot tidur dengan memasukkan tubuh pada kantong yang nantinya dikaitkan pada tali.
Saat mulai tiba di luar angkasa maka manusia akan mengalami adaptasi terhadap lingkungan barunya. Gravitasi yang mengecil membuat tubuh manusia perlahan-lahan mengalami perubahan baik secara fisik maupun fungsi.
Sebelum memasuki pesawat luar angkasa biasanya astronot di karantina agar tubuhnya selalu sehat. Hal ini dilakukan agar jangan sampai ada bakteri, virus atau hal lain yang terbawa sampai ke luar angkasa. Masalah besar akan terjadi jika mereka sakit di luar angkasa.
Terlalu lama di luar angkasa akan membuat otak para astronot mengalami gangguan secara perlahan-lahan. Di atas sana radiasi sangat sering terjadi. Gelombang itu akan masuk ke tubuh dan mengenai otak. Lambat laun otak akan terganggu fungsinya.
Itulah tujuh hal mengejutkan yang akan terjadi jika anda berada di luar angkasa. Dari hal di atas saja sudah terlihat jika jadi astronot bukan perkara mudah. Banyak hal berat dan mengerikan yang dapat memengaruhi tubuh manusia.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…