Zaman dulu, alutsista belum secanggih sekarang. Alat tempur seperti helikopter, pesawat bomber, tank baja, hingga kapal induk belum sehebat dan seefisien seperti hari ini. Untuk mengakomodir kebutuhan perjalanan hingga armada dalam berperang, mereka pun memercayakannya kepada kuda yang jelas sudah teruji ketangguhan dan mobilitasnya.
Sudah sejak lama kuda menjadi teman loyal para prajurit di medan perang. Mulai dari prajurit hingga jenderal punya kuda favoritnya masing-masing. Beberapa diantaranya bahkan berhasil masuk ke dalam buku sejarah sebagai kuda yang paling berjasa dalam perang. Seperti kuda-kuda di bawah ini yang akan sangat sulit terhapus dari catatan sejarah.
Palomo adalah kudanya Simon Bolivar yang tak lain merupakan seorang liberator dari Amerika latin. Kuda gagah ini dihadiahkan kepada Bolivar dari seorang wanita bernama Casilda, yang menurut pengakuan warga setempat, memang berhasrat untuk memberi sang jenderal kuda tersebut.
Kalau Copenhagen ini adalah kuda yang terkenal karena dimiliki oleh Lord Arthur Wellesly, seorang pejabat Wellington. Kuda yang lahir pada tahun 1808 ini dibesarkan oleh jenderal Grosvenor dan telah terlibat dalam beberapa peperangan.
Pertempuran paling terkenalnya adalah pertempuran Waterloo yang berkecamuk pada tahun 1815 dimana ia bersama sang jenderal mengalahkan Napoleon Bonaparte. Usai perang tersebut, ia pensiun. Pada tanggal 12 Februari 1836, kuda ini meninggal.
Presiden Ulysses S. Grant diketahui merupakan penggemar kuda. Dan salah satu kuda yang ia miliki bernama Cincinnati, satu dari tiga kuda perang terkenal dalam perang saudara di Amerika Serikat.
Comanche, kuda perang milik tentara Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai penyintas dalam pertempuran Little Bighorn. Kuda ini mulai bergabung sejak tahun 1868 dan ditunggangi oleh Kapten Myles Keogh.
Kuda perang paling termahsyur di dunia, kembali, dimiliki oleh Amerika Serikat. Kuda betina ras Mongolia ini punya nama Reckless. Ia didatangkan ke Amrik pada tahun 1952 dan mulai dilatih oleh prajurit marinir.
Pernah dalam suatu perang yang berlokasi di Las Vegas, ia melakukan perjalanan solo sebanyak 51 kali dalam sehari. Reckless diangkat menjadi sersan pada 1954 sekaligus dipensiunkan. Ia juga terpilih ke dalam 100 pahlawan Amerika Serikat sepanjang masa versi majalah Life. Reckless meninggal pada tahun 1968.
Sebagian dari kuda di atas ada yang tewas dalam peperangan dan ada juga yang meninggal dengan tenang. Apapun itu, tak sedikitpun mengerdilkan jasa mereka sebagai pahlawan bagi negaranya dan teman sejati penunggangnya berkat keberanian dan loyalitas yang tanpa batas.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…