Inspirasi

Ramai Diskriminasi Agama, Ternyata Kota-kota di Indonesia Ini Punya Toleransi Tinggi

Melihat banyaknya catatan kasus diskriminasi terhadap suatu agama di Indonesia, agaknya negara kita hari ini tengah dihadapkan masalah toleransi yang tidak bisa dipandang remeh. Bayak sudah orang yang telah dirugikan dari kasus model tersebut. Dan cerita peyerbuan jama’ah gereja di Jalan Permai 4 Blok 8 Griya Martubung, Medan, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu adalah sebagai kecil buktinya.

Berkaca dari kondisi tersebut, memang sudah saatnya kini pemerintah atau siapa saja serius mengatasi permasalahan tersebut. Pasalnya, kondisi miris itu bila dibiarkan bisa menjadi layaknya bom waktu yang siap meledak kapan saja, dan lantas menghancurkan keutuhan negara. Menakutkan memang, tapi berdasarkan hasil penilaian indeks kota toleran (IKT) dari 94 kota yang dilakukan Setara Institute, beberapa kota di tanah air ternyata beberapa masih menyimpan tingkat toleransi tinggi. Siapa sajakah mereka simak ulasan berikut ini.

Singkawang menjadi kota dengan tingkat toleransi tinggi

Dalam melakukan proses penelitian mengenai masalah ini Setara Institute menggunakan empat variabel yang diukur yakni regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial, dan demografi agama. Dan setelah melakukan riset dengan modal variabel tadi, nama Singkawang menjadi kota di Indonesia mempunyai tingkat toleransi tertinggi.

Wilayah Singkawang [Sumber Gambar]
Wilayah berada di Kalimantan Barat tersebut mempunyai IKT sebesar 6.513. Dilansir dari Tempo.com, menurut penuturan Ketua Setara Institute yaitu Hendardi, “hal tersebut terjadi lantaran dinilai paling sukses menerapkan toleransi bahkan sampai RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan produk hukum lainnya”.

Salatiga menjadi daerah di Jawa yang mempunyai toleransi tinggi

Sedangkan menduduki IKT tertinggi di Pulau Jawa adalah Salatiga dengan skor penilaian 6.447, lalu menyusul Bekasi 5.890 dan Surabaya 5.823. Satu wilayah di Jawa Tengah ini menduduki peringkat tertinggi di Jawa lantaran dianggap mampu menjalankan empat variabel penelitian tadi dengan baik.

Daerah Salatiga [Sumber Gambar]
Menurut Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris yang dikutip Boombastis dari Kompas.com, kendati hanya terdiri empat kecamatan, pemerintah Salatiga selalu berkomitmen, semua produk hukum, baik Peraturan Wali Kota (Perwal) maupun Peraturan Daerah (Perda) akan mengakumodir semua golongan tanpa diskriminasi. Jadi dari situ saja kita bisa melihat bagaimana kebenaran penelitian tersebut.

Capaian angka IKT tinggi, Manado jadi salah satu kota toleran dari Timur Indonesia

Selain di bagian barat, wilayah Timur Indonesia yang dikenal dengan keragamannya ternyata juga menyimpan kota-kota dengan IKT bagus. Dan nama Manado menjadi kota dengan angka toleransi paling tinggi dari beberapa kota di sana. Mereka mempunyai angka penilaian mencapai (5.960), lalu diikuti oleh Ambon (5.960), Kupang (5.857) dan Tomohon (5.833).

Manado [Sumber Gambar]
Angka yang membuktikan bagaimana kemajemukan ternyata bisa hidup dengan baik di daerah-daerah tersebut. Pada umumnya cara yang kerap mereka gunakan untuk mempererat tali toleransi adalah dengan melaksanakan festival budaya. Seperti contohnya Manado Festival Figura yang sering yang merangkul semua kepercayaan atau etnis.

Sumatra hadirkan Binjai sebagai kota tingkat toleransi Tinggi

Masih kota yang mempunyai tingkat IKT tinggi di Indonesia. Binjai menjadi satu-satunya wilayah masuk daftar 10 besar di penelitian dan riset yang dilakukan Setara Institute. Dilansir Boombastis dari Tirto.id, mereka mempunyai angka indeks sebesar (5830). Jumlah yang lebih besar dari Jakarta yang hanya memperoleh penilaian dari penelitian tersebut sebesar (2,88).

Tugu Binjai [Sumber Gambar]
Angka yang tentunya tidak membuat kita kaget kalau melihat penampakan wilayah Ibukota saat ini. Kembali ke Binjai penilaian yang didapatkan tersebut tidaklah terlepas dari bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi mengelola sebuah keragaman dengan baik.

BACA JUGA: Gereja ‘Diserang’ Warga Mayoritas Saat Ibadah Berlangsung, Pantaskah?

Melihat beberapa perhitungan tadi, agaknya kota-kota tersebut bisa menjadi rujukan untuk pembelajaran daerah lain bagaimana menciptakan hal-hal toleransi antar masyarakat. Besar harapan ke depan akan semakin banyak lagi wilayah di tanah air yang mempunyai IKT sampai angka 5000 ke atas.

Share
Published by
Galih

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago