Buntut dari skandal pembunuhan saudara tiri diktator Korea Utara kian memanjang. Korea Utara marah besar atas tindakan sewenang-wenang Malaysia yang telah melakukan penyelidikan tanpa seijin mereka. Korut juga gerah karena beberapa petingginya dituding telah terlibat dalam skandal pembunuhan yang menggemparkan itu.
Belum lagi kedua negara saling menarik duta besarnya masing-masing Teranyar, Korea Utara resmi “menyandera” semua warga Malaysia yang sedang berada di sana hingga polemik ini telah menemui titik terang persis seperti yang mereka inginkan.
Akankah ketegangan diplomatik ini berujung pada peperangan? Bagaimana jadinya bila Korea Utara berperang dengan negeri jiran tersebut? Di bawah ini ada tiga skenario yang mungkin terjadi seandainya kedua negara yang sebelumnya punya hubungan sangat baik ini berperang.
Jika melihat peta perbandingan kekuatan militer antara keduanya, Malaysia kalah telak. Pertama, dari jumlah personel aktif. Korea Utara punya 700 ribu prajurit, sedangkan Malaysia hanya punya 110 ribu orang saja.
Bisa dibayangkan bukan bagaimana repotnya Malaysia jika harus berkonfrontasi satu lawan satu dengan Korea Utara? Bisa-bisa negara yang satu rumpun dengan Indonesia itu luluh lantak dalam waktu sekejap.
Skenario di atas berlaku jika hanya kedua negara tersebut yang berperang tanpa adanya intervensi dari pihak lain. Lalu, bagaimana jika seandainya negara lain ikut “nimbrung” dalam peperangan ini?
Belum lagi jika mempertimbangkan negara seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat. Tahu sendiri kan betapa “gemasnya” kedua negara ini terhadap Korea Utara? Jika negara lain ikut terlibat, dan memang pasti terlibat, Korea Utara harus bersiap digempur habis-habisan.
Satu hal yang ditakutkan dari Korea Utara bukan hanya banyaknya personel aktif atau berjibunnya armada di berbagai medan, tapi senjata nuklir yang mereka punya.
Untuk merespons hal tersebut, bahkan Amerika Serikat telah mengalihkan persenjataan misil, kapal selam nuklir, pesawat tempur berjenis stealth, dan persenjataan serta armada canggih lainnya ke Korea Selatan. Hal ini untuk mengantisipasi, jika seandainya Korea Utara memutuskan untuk mengakhiri perang ini dengan meluncurkan misil berhulu ledak nuklir yang juga kemungkinan bakal menandakan dimulainya perang dunia ketiga.
Itulah tiga skenario yang mungkin terjadi seandainya kedua negara ini berperang. Semoga saja masalah dapat dipecahkan dengan menghasilkan keuntungan bagi kedua belah pihak. Dan semoga saja perang dunia ketiga seperti yang terus dihembuskan oleh media-media barat sana tidak akan dan tidak akan pernah terjadi. Sebab, dampaknya tak hanya merugikan kedua negara itu saja, tapi mayoritas negara yang lain, termasuk negara kita, Indonesia.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…