Dunia mungkin terlihat tenang dan kondusif sekarang ini. Namun, kamu tahu sendiri bahwa sebenarnya kita sedang di masa di mana umat manusia sedang was-was menunggu sebuah momen besar yang sangat mungkin akan terjadi. Ya, Perang Dunia III yang kabarnya sudah bergaung sejak beberapa tahun lalu.
Pecahnya Perang Dunia tak mesti harus selalu disebabkan karena hal-hal besar, bahkan sesuatu yang sepele macam salah paham saja bisa jadi penyebabnya. Belakangan, ada cukup banyak pergesekan yang berpotensi menyulut bara perang yang, apabila benar terjadi, diprediksi akan sangat fatal dan brutal. Dan berikut ini adalah beberapa konflik yang sedang terjadi dan kemungkinan besar bisa bikin Perang Dunia III benar-benar pecah.
Terbaru, Turki juga mulai berseteru dengan Belanda. Pemicunya adalah karena presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan marah besar atas tindakan pemerintah Belanda yang melarang dua menteri Turki untuk menghadiri kampanye dirinya di Rotterdam, Belanda.
Tak mau kalah, otoritas Turki pun membalas sikap Belanda dengan cara menyegel kedutaan dan konsulat Belanda yang ada di negaranya. Tak tanggung-tanggung, Erdogan langsung melabeli Belanda sebagai negara fasis dan peninggalan Nazi.
Mendengar tuduhan tersebut, kuping Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte langsung panas. Ia paham bahwa pemerintah Turki marah atas insiden tersebut, namun mengganggap bahwa tuduhan Erdogan sudah di luar batas. Belum diketahui bagaimana sikap lanjutan kedua negara ini.
Relasi romantis kedua negara ini sejak beberapa bulan lalu telah memanas. Penyebabnya adalah skandal pembunuhan Kim Jong-Nam yang terjadi di bandara internasional Kuala Lumpur.
Sejarah pertikaian antara kedua negara ini cukup panjang sebetulnya. Kedua ini juga merupakan bagian dari pecahan negara Uni Soviet. Ukraina sendiri terbagi secara geopolitik dengan Ukraina Barat yang lebih condong ke Polandia dan Ukraina Timur yang cenderung dekat dengan Rusia, karena memang banyak warga keturunan Rusia di sana.
Sejak saat itu, baku tembak antara pemberontak Pro-Rusia dan tentara bayaran Rusia melawan angkatan bersenjata Ukraina di wilayah Ukraina TImur yang sudah dimulai pada tanggal 5 April 2014, tak terhindarkan.
Hubungan dua negara ini juga sama-sama telah cacat sejak dulu. Dimulai pada tahun 1950 di mana militer Korea Utara menyeberangi perbatasan dan menginvasi Korea Selatan. Tindakan gegabah ini telah menyebabkan perang Korea yang berlangsung selama tiga tahun dan merenggut sekitar 3 juta jiwa. Barulah pada tahun 1953, dilakukan gencatan senjata.
Beberapa negara Barat dan kelompok HAM internasional menuding bahwa pasukan militer Suriah dan pemerintah Rusia bertanggung jawab atas serangan yang menggempur habis warga sipil di wilayah pemberontak, Aleppo. Tempat-tempat berlangsungnya aktivitas para warga seperti rumah sakit, pertokoan, dan daerah sipil lainnya, kini telah hancur menjadi puing-puing.
Sejatinya, keterlibatan Rusia banyak ditentang oleh warganya. Bahkan, dalam sebuah survei yang dilakukan, 48% warga Rusia percaya bahwa intervensi pemerintah mereka dalam konflik Suriah dapat memicu Perang Dunia III.
Perang Dunia bukan hal sepele. Bahkan, dalam survei lain yang dilakukan, nyaris mayoritas warga Rusia, yang notabene merupakan salah satu kekuatan militer terkuat di dunia, takut jika seandainya Perang Dunia ketiga benar terjadi. Bagaimana dengan negara kita? Apa saja yang telah kita persiapkan seandainya Perang Terbesar ini kembali pecah?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…