Bukan sebuah rahasia lagi, bila di balik kisah-kisah gemilang di jagat sepak bola selalu tersimpan kisah-kisah pilu penuh perjuangan dari para pesepakbola top. Yaa, seperti kita ketahui, hal tersebut terjadi lantaran tidak semua aktor lapangan hijau, berangkat dari keluarga kaya raya. Pada umumnya, pekerjaan kasar dipilih oleh mereka untuk menambah uang saku atau membantu kehidupan keluarganya.
Meski sulit dan harus rasakan nestapa demi nestapa, tapi yang hebat dari pemain-pemain tersebut adalah kisah perjuangan tanpa henti dalam mewujudkan mimpi di olahraga ini. Bahkan, beberapa di antara pesepakbola yang kecilnya hidup melarat, kini banyak sukses menggenggam lambang tertinggi penghargaan di jagat sepak bola. Siapa sajakah mereka? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahuinya.
Sebagai seorang imigran asal Mali dan harus hidup di wilayah Rueil Malmaison, daerah sub-urban kecil padat di kota Paris. Kehidupan di masa kecil N’Golo Kante bisa dikatakan jauh dari kata enak. Apalagi ekonomi keluarganya yang serba cukup membuatnya harus banting tulang sejak kecil. Dilansir Boombastis dari Kumparan.com, berkat kondisi tersebut Kante sempat jalani profesi sebagai pemulung yang memungut sampah dari mulai kota Paris sampai berjalan jauh ke timur.
Setali tiga uang dengan sosok Kante tadi, sebelum terkenal seperti sekarang Jamie Vardy dulunya juga mempunyai kehidupan penuh pilu. Gajinya di klub kasta bawah Negeri Ratu Elizabeth yakni Park Steels yang sedikit, membuatnya harus rela lakukan kerja serabut. Usut punya usut, pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2018 ini menjadi buruh pabrik alat-alat kesehatan untuk financial-nya.
Kisah penuh perjuangan sebelum menyandang status bintang, juga sempat dirasakan oleh Carlos Bacca. Menurut penuturan dari laman Bola.com, dulunya mantan pemain AC Milan ini sempat bekerja sebagai kondektur bus yang mana melayani rute perjalanan dari Baraquilla menuju Puerto Kolombia.
Masih berbicara tentang, masa lalu penuh perjuangan pesepakbola dunia. Pemain berlabel gaji tertinggi Liga Inggris yakni Alexis Sanchez juga merasakan hal tersebut. Pesepakbola asal Chile ini dulunya sempat menjadi tukang cuci mobil untuk membantu ekonomi keluarganya. Tidak hanya itu, Sanchez juga pernah lakukan aksi salto dihadapan masyarakat untuk mendapatkan uang.
Selain nama-nama tadi, sebelum menjadi pesepakbola dengan beragam gelar di Spanyol, Italia, dan Jerman, Vidal juga bisa dikatakan mempunyai kisah perjuangan berliku. Ditinggalkan sang ayah sejak kecil, membuatnya harus rela tinggalkan bangku sekolah di usia 9 tahun untuk membantu mencari uang. Dilansir dari Liputan 6, saat itu Vidal menjalani profesi tukang perawat kuda pacu untuk mendapatkan uang.
BACA JUGA: Jadi Korban Kekejaman Perang, Pemain Ini Sukses Kalahkan CR7 dan Jadi yang Terbaik Eropa
Berkaca dari kisah-kisah tadi, agaknya pepatah jika roda nasib terus berputar memang benar adanya. Selain itu, dari nama-nama tadi kita juga bisa belajar kalau sebuah kerja keras tidaklah pernah mengkhianati hasil. Jadi, untuk kalian yang saat ini sedang berjuang meraih mimpi jangan pernah menyerah dengan keadaan. Lelah dan sambat boleh, tapi jangan pernah berhenti.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…