Dexter [Image Source]
Kita semua tahu bahwa tujuan dibuatnya film itu adalah sebagai hiburan atau setidaknya sebagai ilmu pengetahuan. Karena itulah kita tidak terlalu menganggap serius adegan yang ada di film karena tahu bahwa itu tidak nyata atau setidaknya kita paham untuk tidak meniru beberapa adegan tertentu.
Meski begitu, ternyata ada juga beberapa orang yang begitu terpengaruh dengan film yang mereka tonton. Saking terpengaruhnya, beberapa orang ini malah melakukan tindakan kejahatan karena terinspirasi dari film.
Seorang remaja 17 tahun menembak adik perempuannya yang berusia 15 tahun dan ibunya. Ia melakukan perbuatan keji tersebut setelah menonton film horror Halloween dan melihat bagaimana remaja tersebut bisa membunuh dengan tenang dan tidak merasakan iba sedikitpun.
Film Matrix mengisahkan tentang dunia yang sebenarnya kita tinggali ini tidak nyata. Dunia nyata yang sesungguhnya sebenarnya sudah dikuasai oleh robot dan manusia hanyalah sumber energi mereka dan terjebak di dunia Matrix.
Film The Town menceritakan tentang seorang pria yang terjebak antara geng perampok bank dan cinta terhadap salah satu saksi mata. Namun bukannya jalan cerita tokoh utama yang berusaha keluar dari kejahatan ini yang terus diingat, tapi justru cara mereka merampok. Perampokan besar yang meniru film ini dilakukan oleh sekelompok pria di New York.
Anthony Conley, remaja berusia 17 tahun mengaku membunuh adiknya yang baru berusia 10 tahun karena terinspirasi film tentang pembunuh berantai, Dexter. Conley mengaku bahwa dirinya merasa mirip dengan tokoh pembunuh tersebut. Ia menyerahkan diri ke polisi keesokan harinya.
Tahun 1981, John Hinckley Jr. mencoba melakukan pembunuhan terhadap presiden Ronald Reagan dan meniru adegan penembakan seperti yang ada dalam film Taxi Driver. Ia menonton film tersebut lebih dari 15 kali sebelum kemudian memutuskan untuk melakukan kejahatan tersebut.
Kejahatan paling serius akibat film Fight Club terjadi pada tahun 2009 di New York. Kyle Shaw, 19 tahun yang merupakan penggemar berat film tersebut menanam beberapa bom buatan pribadi di berbagai tempat di kota.
Film Clocwork Orange sangat terkenal akan kekerasan yang ada di dalamnya dan menuai banyak kecaman sehingga Stanley Kubrick dengan sukarela menariknya dari pasaran di Inggris karena adanya ancaman terhadapnya dan keluarganya. Kemudian bermunculan juga kejahatan peniru seperti sekelompok geng anak muda menghajar seorang gelandangan sampai tewas.
Ngerinya bagaimana film ternyata bisa membuat orang-orang melakukan kejahatan. Penikmat film seharusnya tidak boleh lupa bahwa adegan dalam film tersebut hanyalah karangan saja dan bukan sesuatu yang nyata. Bahkan meskipun kelihatannya keren atau seru, adalah suatu tindakan sembrono untuk menirunya, apalagi jika itu adalah tindakan kejahatan. Bagaimanapun juga, dunia nyata tidaklah sama dengan film.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…