Maxreen [image source]
Namanya anak muda, pastinya selalu punya keinginan untuk membuat inovasi-inovasi baru. Ya, keinginan untuk membuat dan menciptakan sesuatu pada masa itu tidak bisa dihentikan. Contohnya saja Mark Zukerberg, anak muda itu sudah membuat perubahan besar pada dunia karena karyanya. Dan ya, kini dia benar-benar menjadi orang yang berhasil berkat penemuannya.
Bicara mengenai inovasi, anak muda Indonesia juga banyak membuat banyak hal-hal baru. Sayangnya, langkah mereka harus terganjal oleh berbagai faktor dari dalam negeri. Miris, mengingat karya mereka bisa saja bersaing di kancah internasional. Berikut merupakan ulasan mengenai para anak bangsa yang mimpinya harus tergulung oleh bangsanya sendiri.
Film garapan Eddie Cahyono ini memenangkan banyak penghargaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya, menjadi film terbaik dalam ajang FFI tahun 2015. Tapi nasib dari film yang satu ini sangat miris, pasalnya sampai sekarang film ini tidak pernah tayang di bioskop. Film ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Siti yang berjuang menghadapi kerasnya kehidupan karena suaminya yang mengalami cacat fisik saat bekerja.
Pasangan kakak beradik ini sejatinya adalah lulusan SMK yang berbakat, berkemauan dan bisa berkiprah. Sayangnya hal ini tidak sejalan dengan pandangan dari pemerintah, sehingga karya mereka terlewatkan. Padahal mereka dapat membuat sebuah desain sebuah komponen pesawat terbang yang diakui oleh dunia. Bahkan karya mereka telah mengalahkan lulusan Ph.D Swiss dan insinyur Oxford.
Seperti halnya Arfian dan Arie, KusrinĀ belajar otodidak masalah membuat TV. Dimulai saat dia bekerja di sebuah reparasi Televisi. Lama kelamaan Kusrin mencoba merakit Televisinya sendiri. Alhasil jadilah sebuah TV bermerek Maxreen. TV tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau untuk masyarakat. Namun yang terjadi malah produk buatan Kusni harus dimusnahkan.
Hanya karena tidak layak uji emisi, mobil rakitan anak bangsa harus gagal dipasarkan di Indonesia. Akibat tidak memenuhi standart yang ada di Indonesia, mobil ini hanya dianggap sebagai prototype gagal oleh pemerintah. Alhasil, mobil buatan Ricky Elson ini harus diakusisi oleh Malaysia.
Seorang dosen fakultas MIPA di malang, membuat sebuah terobosan dengan menciptakan kompor biomassa. Kompor tersebut sangat ramah lingkungan bahkan mengeluarkan emisi lebih rendah dari yang ditetapkan oleh WHO. Dengan berbahan bakar kayu atau serabut kelapa sawit, nyala api kompor ini tidak kalah dengan kompor berbahan bakar minyak tanah.
Itulah karya-karya anak bangsa yang tidak diindahkan oleh negaranya sendiri. Padahal potensi mereka sangat besar, bahkan bisa mengharumkan nama Indonesia. Mereka hanya butuh bimbingan dan pengakuan atas hasil karya yang mereka ciptakan. Semoga ke depannya, bangsa kita memiliki kemauan dan kemampuan untuk lebih mewadahi karya anak bangsa sendiri.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…