Khamim Setiawan [image source]
Seluruh muslim di dunia pastilah ingin menunaikan ibadah haji yang memang sudah termasuk ke dalam salah satu rukun islam. Namun memang ibadah haji tersebut belum bisa dilakukan oleh semua pemeluk agama islam, apalagi yang belum memiliki cukup biaya. Karena memang uang yang dibutuhkan untuk menuju Tanah Suci tidaklah sedikit, oleh karena itu banyak muslim yang harus berusaha bertahun-tahun mengumpulkan uang untuk bisa berhaji.
Tapi hal tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan Mochammad Khamim Setiawan. Di kala umat islam di Indonesia lainnya masih mengumpulkan uang untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci, Khamim malah memutuskan untuk menuju Mekkah dengan berjalan kaki. Ide yang cukup ekstrim mungkin bagi sebagian orang, namun siapa sangka beberapa minggu lagi pria Pekalongan ini sudah dapat merasakan hawa Mekkah.
Keputusan untuk berjalan kaki dari Pekalongan menuju Mekkah tentunya tidak dengan impulsifnya diambil oleh Khamim. Sebelum dirinya berangkat pada 28 Agustus 2016, Khamim terlebih dahulu melakukan beberapa ‘ritual’ untuk meyakinkan diri meskipun latar belakang pilihan ini adalah untuk mencari ridho Allah SWT. Sebelumnya Khamim sempat melakukan proses istikharah yang tidak hanya dikerjakan satu sampai dua malam, melainkan sampai tiga tahun.
Normalnya, orang yang sedang melakukan ujian fisik semacam Khamim ini akan benar-benar menjaga kesehatan dengan makan makanan sehat secara teratur. Tapi pemuda ini malah memilih untuk menjaga kesehatan dengan cara berpuasa. Bukan hanya puasa senin kamis, Khamim melakukan puasa setiap hari selama melakukan perjalanan kecuali di hari besar agama islam. Dan mengenai kebiasaan puasa ini ternyata memang sudah dia lakukan selama lima tahun belakangan ini.
Kalau dilihat dari segi perbekalan, tentu saja bisa dipastikan bahwa Khamim hanya membawa sedikit sekali kebutuhan. Dalam perjalanan, pria ini hanya membawa dua potong celana dan kaos, sepatu, kaos kaki, pakaian dalam, kantung tidur, lampu, ponsel, GPS, dan tenda. Yang mana semua barang itu dia masukkan dalam satu tas punggung. Khamim juga hanya membawa sedikit uang saku untuk perjalanan, tapi siapa sangka dia banyak sekali bertemu dengan orang-orang baik di setiap persinggahan.
Siapa sangka dalam perjalanannya, pria ini juga pernah beberapa kali akan dirampok oleh orang tidak dikenal. Khamim juga menyatakan di beberapa daerah sulit sekali menemukan makanan halal, apalagi saat dirinya di Thailand. Tapi untung saja ketika beribadah di masjid, ada seorang muslim yang memberinya makanan dan diajak berkenalan dengan orang Indonesia pemberi sertifikasi makanan halal di sana.
Perlu diketahui bahwa pemuda ini melakukan kurang lebih 12,724 kilometer perjalanan darat serta 750 kilometer perjalanan laut untuk mencapai negara tertentu. Tidak lama lagi pemuda ini akan mewujudkan mimpinya bertandang ke Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah. Bahagia rasanya bila mendengar cerita perjalanan dari Khamim yang mampu mengingatkan kita bahwa ibadah haji tidak hanya tentang interaksi dengan Tuhan maupun sesama muslim. Melainkan juga tentang bagaimana kita belajar toleransi dengan warga dari negara lain yang memiliki kepercayaan berbeda.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…