Dr. Yoshihide Kozai [Image Source]
Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memuat tuntunan dan ajaran serta sebagai pedoman hidup ketika di dunia. Karena itulah, kitab suci tersebut memuat berbagai macam aspek kehidupan manusia bahkan berbagai bukti penciptaan manusia dan dunia ini. Suatu hal yang terkadang kita mengira bahwa ilmuwan akan menyangkalnya.
Baca Juga : 4 Penjelasan Tentang Masa Depan yang Terkandung dalam Al-Quran
Pandangan bahwa setiap ilmuwan adalah orang yang hanya percaya pada sains membuat kita berpikir bahwa mereka akan menyangkal apa yang dituliskan pada kitab suci. Padahal, ada kalanya pandangan mereka sebenarnya juga tidak secara gamblang menyangkal Al-Qur’an dan bahkan ada juga yang takjub dengan apa yang dituliskan dalam kitab suci umat Islam tersebut. Berikut ini diantaranya.
Keith Leon Moore, adalah seorang profesor emeritus dalam divisi anatomi di fakultas Pembedahaan, universitas Toronto, Kanada. Beliau adalah ahli embrio yang ternama di bidangnya serta telah menulis beberapa buku seperti Clinically Oriented Anatomy dan Essential Clinical Anatomy. Moore juga bekerja dengan Komite Embriologi dalam studi komparatif dengan Qur’an, Hadist, dan embriologi modern.
Dalam konferensi di Cairo, ia menyajikan riset ilmiahnya dan menyatakan bagaimana ia merasa senang membantu mengklarifikasi pernyataan di Qur’an tentang perkembangan manusia. Untuk itu, ia sadar bahwa pernyataan ini tentu didapatkan oleh nabi Muhammad dari Allah karena kebanyakan ilmu pengetahuan tersebut tidak ditemukan sampai berabad-abad kemudian. Menurutnya, hal ini membuktikan padanya bahwa Muhammad tentu adalah utusan Tuhan, atau Allah.
Dr. E. Marshall Johnson juga merupakan Profesor Emeritus di bidang Anatomi dan Perkembangan Biologi di Universitas Thomas Jefferson, USA. Selama 22 tahun, ia tidak hanya menjadi seorang profesor anatomi, tapi juga Kepala Jurusan Anatomi dan Kepala Institut Daniel Baugh. Ia juga merupakan Presiden Tereatology Society dan telah menulis lebih dari 200 judul tulisan.
Sebagai seorang ilmuwan, ia mengaku memang hanya berurusan dengan sesuatu yang bisa ia lihat dengan spesifik. Ia bisa memahami embriologi dan perkembangan biologis. Ia juga memahami kalimat yang diterjemahkan dari Qur’an. Namun jika berada di era tersebut dan mengetahui apa yang ia ketahui sekarang, tentu ia sendiri akan kesulitan menjelaskan semua hal itu. Karena itulah, ia tidak punya bukti yang bisa membantah konsep bahwa Muhammad pasti mendapatkan informasi dari pihak lain. Untuk itu, menurutnya tidak ada yang bisa melawan konsep bahwa campur tangan Tuhan pasti ada dalam tulisan dalam Qur’an.
Dr. T.V.N. Persaud adalah seorang profesor anatomi, profesor pediatris dan kesehatan anak, dan profesor Obstetris, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Universitas Manitoba, Kanada. Di Universitas tersebut, ia menjabat sebagai kepala Jurusan Anatomi selama 16 tahun. Ia terkenal di bidangnya dan telah menulis atau mengedit 22 buku pelajaran.
Baca Juga : 6 Museum Islam Paling Top di Dunia
Terlalu banyak keakuratan yang ada dalam Qur’an dengan ilmu pengetahuan modern. Karena itulah baik ia dan Dr. Moore tidak memiliki kesulitan untuk berpikir bahwa inspirasi yang datang pada Muhammad ini tentu datangnya hanya dari Tuhan semata.
Dr. Joe Leigh Simpson adalah kepala jurusan Obstetrics dan Ginekologi, Profesor Obstetrik dan Ginekologi, dan Profesor Molekuler dan Genetik Manusia di Sekolah Pengobatan Baylor, Amerika Serikat. Ia mempelajari dua kalimat yang diucapkan nabi Muhammad yang mengatakan bahwa 40 hari pertama dengan tegas menjelaskan tentang tahapan embrio-genesis.
Tidak ada konflik antara genetisk dan agama (Islam), tapi menurutnya agama bisa membimbing ilmu pengetahuan dengan menambahkan pembuktian pada beberapa pendekatanilmiah tradisional. Adanya pernyataan dalam Qur’an yang ternyata valid setelah dibuktikan beberapa abad kemudian oleh ilmu pengetahuan mendukung bahwa Qur’an memang ilham dari Tuhan.
Dr. Yoshihide Kozai adalah Professor Emeritus di Universitas Tokyo, Jepang dan merupakan Director dari National Astronomical Observatory, Tokyo, Jepang. Ketika ditanya mengenai kebenaran astronomi dalam Qur’an, ia menyatakan kekagumannya.
Baca Juga : 7 Kesamaan Pandangan Islam dan Kristen Tentang Yesus
Itulah pendapat lima orang ilmuwan ketika mereka diberi pertanyaan tentang ilmu pengetahuan yang telah dijelaskan dalam Qur’an. Pendekatan yang dilakukan oleh para ilmuwan tersebut bukan hanya langsung menentang isi Qur’an, tapi menelaah kembali apakah ada kecocokan dengan pengetahuan yang telah dibuktikan secara ilmiah. Dengan cara ini, tidak perlu ada debat kusir tentang siapa yang benar dan salah karena toh pada akhirnya kepercayaan dan agama adalah hak masing-masing orang.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…