Adolf Hitler [Image Source]
Hampir setiap orang di dunia mengetahui kekejaman Hitler dengan partai Nazi yang ia pimpin. Kekejamannya membuat banyak orang bergidik ngeri sehingga diharapkan sosok seperti ini tidak akan muncul kembali di dunia.
Meski begitu masih ada beberapa orang yang memiliki ideologi yang mirip dengan Hitler. Entah apakah Donald Trump juga termasuk seseorang yang terinspirasi oleh Hitler atau tidak, namun dalam beberapa hal ia memiliki kemiripan dengan sang diktator.
Jika Hitler menyalahkan dan membuat para warga Yahudi sebagai target, maka sasaran Donald Trump adalah para Imigran Meksiko. Hitler pernah mengungkapkan bahwa bangsa Yahudi adalah sumber dari berbagai masalah yang terjadi di Jerman.
Partai Nazi yang dipimpin Adolf Hitler secara garis besar memang mengatakan bahwa bangsa Yahudi harus dikeluarkan dari Jerman karena dianggap menghabiskan sumber daya atau kekayaan yang seharusnya bisa membuat kehidupan masyarakat Jerman jadi lebih baik. Saat itu, kehidupan di Jerman memang sedang sangat sulit sehingga masyarakat akhirnya setuju untuk ikut serta menyalahkan Yahudi dan berharap keadaan jadi lebih baik bagi mereka.
Setelah penyerangan yang terjadi di Paris, Donald Trump dengan serta merta langsung menyalahkan umat Muslim dan berusaha menghentikan para imigran muslim yang masuk ke Amerika. Dalam sebuah interview, Donald Trump bahkan menyebutkan bahwa ia akan memerintahkan pengawasan ketat bagi populasi Muslim di Amerika seandainya ia terpilih menjadi presiden.
Di awal Holocaust, Nazi menggunakan pin Bintang David untuk menandai Yahudi. Hal ini dengan segera berubah menjadi merendahkan dan memandang mereka lebih rendah dari mayoritas. Trump memulai kampanyenya dengan menyalahkan imigran Meksiko, membuat sistem keamanan sosial terhadap semua umat Muslim dan mendiskusikan kemungkinan menutup masjid.
Dalam interview tahun 1990, Ivana Trump yang merupakan Mantan istri Donald Trump mengatakan bahwa suaminya menyimpan buku yang berisi pidato-pidato Hitler di samping tempat tidurnya. Trump sendiri juga mengakui hal tersebut.
Hitler tidak akan pernah bisa mendapatkan kekuasaan tanpa pendukung fanatiknya. Kelompok Nazi yang berada di jalanan melakukan intimidasi dan kekerasan membuat posisi Hitler semakin kuat. Donald Trump rupanya juga sama, ia memiliki pendukung fanatik yang bahkan rela menyerang orang lain.
Nasionalisme kekerasan yang dilakukan dengan menganiaya orang dari etnis lain, adalah klasik ala Hitler. Beberapa orang tentu merasa khawatir dengan arah kampanye yang dilakukan oleh Donald Trump, namun tidak sedikit juga yang mendukungnya. Nasionalisme sebenarnya adalah hal yang sangat baik karena setiap warga negara tentu ingin yang terbaik untuk negaranya. Namun seharusnya tidak dengan menjatuhkan atau apalagi menyudutkan etnis-etnis tertentu.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…