Bukan sebuah hal baru jika Film Indonesia seringkali tidak diminati di negeri sendiri. Terkadang, ketika film garapan sineas tanah air bersandingan dengan film-film Barat di bioskop, banyak orang Indonesia yang malah membeli tiket untuk menonton film garapan luar negeri tersebut. Rupanya, baru-baru ini terkuak alasan mengapa para pecinta film lebih memilih karya luar negeri.
Selain karena film Indonesia akan kembali ditayangkan di televisi, netizen menilai bahwa terkadang karya anak bangsa ini kurang melakukan riset mendalam. Alhasil, hujatan pun turun kepada sang sutradara hingga para aktornya. Ngomong-ngomong soal hujatan, 5 film Indonesia ini pernah dikritik habis-habisan, loh, oleh para pemirsana. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan pernyataan menohok dari Putri Sultan Hamengkubuwana X, yaitu Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara. Sembari mengunggah gambar salah satu adegan, ia menuliskan caption “hancur hatiku, kenapa yang memerankan Sultan Agung mengenakan parang kecil dan berwarna biru, sedangkan abdi dalem di belakangnya malah mengenakan parang yang lebih besar.” FYI, parang adalah salah satu motif batik.
Baru satu hari setelah film pembaruan dari Benyamin Biang Kerok versi 1972 diputar di bioskop, sudah banyak kritikan netizen yang bermunculan. Sempat beberapa waktu setelah poster pertama keluar dan wajah Reza Rahadian terpampang nyata di sana, netizen sedikit kecewa dengan membatin “Reza lagi, Reza lagi.” Ada pula yang berkomentar bahwa Reza Rahadian terlalu ganteng untuk peran Benyamin.
Kali ini, bukan lagi film besutan sutradara Hanung Bramantyo, tetapi Jose Purnomo. Film yang dibintangi oleh Evan Saders dan Celine Evangelista ini menceritakan tentang proses penyelamatan seorang wanita yang mengaku sudah diikuti oleh setan selama bertahun-tahun. Dalam budaya Indonesia, ruqyah memang sering dilakukan pada orang-orang yang kesurupan.
Sama seperti Sultan Agung: The Untold Love Story, film garapan YouTuber Bayu Skak ini juga banjir kritikan sebelum tayang, alias sesaat setelah video trailer dirilis. Hal tersebut dikarenakan, film Yowis Ben dianggap ndeso alias kampungan karena menggunakan Bahasa Jawa dalam setiap dialognya.
Film yang baru tayang awal Februari lalu ini mendapat banyak kritikan pedas dari netizen. Beberapa di antaranya adalah soal aktor yang memainkan tiga peran utama dalam film, yaitu Vino G. Bastian, Tora Sudiro, dan Tara Basro. Rupanya, kritikan netizen pada mereka sama dengan apa yang diterima Reza Rahadian dalam Benyamin Biang Kerok.
Itulah lima film Indonesia yang banjir kritikan pedas dari netizen, serta para pecinta film di kalangan intelek. Melalui hal ini, rupanya sineas tanah air harus benar-benar belajar lagi mengenai riset, casting, serta hal-hal kecil lainnya, agar film yang disajikan tidak begitu-begitu saja. Para penikmat film pun begitu, jika sineas tanah air sudah bisa menyuguhkan film yang berkualitas, mbok yo ditonton karya anak bangsa sendiri.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…