Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Kehidupan manusia modern menjadi berubah dengan drastis. Jika di masa lalu manusia berkomunikasi via surat atau telepon, sekarang menggunakan media sosial seperti Facebook hingga merambah ke Instagram yang isinya semua foto dan gambar.
Perubahan pola komunikasi ini juga berdampak pada pola seseorang dalam mengartikan sesuatu bernama “cinta”. Jika di masa lalu main telepon dan surat-suratan menjadi sebuah hal yang mengasyikkan. Dampaknya, hubungan dua manusia ini berjalan dengan sangat baik. Namun begitu internet melakukan penetrasi dan mengganti banyak hal jadi lebih “instan”, hubungan manusia pun juga juga ikut-ikutan. Lantas seperti apa perubahan definisi cinta, suka, sayang, atau apa pun namanya itu? Yuk, simak apa yang telah Boombastis rangkumkan untuk anda di bawah ini.
Di masa lalu, hubungan antara dua orang berjalan dengan lebih personal. Maksudnya tak perlu dilakukan di media yang bebas hingga membuat banyak sekali orang. Saat ini hubungan dua orang lebih banyak terjadi di media sosial. Tidak lagi dengan bertemu, mengobrol, dan mendiskusikan banyak hal. Padahal dengan bertatap muka hubungan dua orang akan jauh lebih baik.
Saat media sosial sudah mewabah dengan dahsyatnya. Banyak sekali orang yang terjebak di dalamnya. Cinta tak lagi perkara saling menyukai satu sama lain. Tapi juga perkara diam-diam dan membuat hubungan di belakang. Akhirnya banyak orang lebih asyik memainkan media sosialnya setiap hari dan akhirnya lupa apa itu hakikat sebuah hubungan termasuk di dalam lingkungan keluarga.
Anda pasti ingat di masa lalu saat umur belasan tahun merasakan apa yang namanya cinta monyet. Saat itu, anda akan melakukan banyak seperti mengirimi surat, menelepon, atau bahkan pengen ketemu meski sangat malu-malu. Di era modern seperti sekarang, cinta bagi remaja sudah menjurus ke hal-hal yang lebih intim seperti hubungan badan yang dilakukan tanpa adanya ikatan pernikahan terlebih dahulu.
Kesetaraan yang dimaksud adalah kesetaraan dalam popularitas. Jika di masa lalu cinta adalah perkara hati dan kadang juga uang. Saat ini cinta adalah perkara popularitas. Seorang wanita dengan follower yang besar di Instagram akan mau menerima ajakan berpasangan dengan pria yang sama-sama memiliki follower yang banyak. Kesetaraan ini dianggap sesuai dan tak akan menghancurkan pamor mereka.
Di masa lalu, definisi menikah adalah saling melengkapi satu dengan yang lain. Suami dan istri saling bahu membahu dalam membangun rumah tangga agar menjadi lebih baik. Di zaman sekarang, menikah adalah sebuah tuntutan. Banyak orang menikah bukan karena didasari oleh cinta. Misal menikah karena ingin popularitas meningkat atau menikah karena ingin mencari sebuah keuntungan.
Inilah lima hal miris yang mengubah definisi cinta di era teknologi dan media sosial. Bagaimana pendapat dari sobat Boombastis semuanya? Iyakah cinta di era digital ini sudah semengerikan ini?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…