Categories: Tips

Ini yang Akan Terjadi Bila Seluruh Negara di Dunia Memboikot Amerika

Peraturan tentang pemboikotan warga dari beberapa negara islam oleh Presiden Trump, saat ini seolah menjadi bahan pembicaraan yang tiada berujung. Sampai sekarang, orang-orang di seluruh dunia masih terus mengecam si peraturan diskriminatif yang sukses bikin citra Paman Sam makin memburuk. Trump mungkin bermaksud baik dengan membuat aturan ini, namun dampaknya begitu meluas, bahkan para CEO perusahaan ternama macam Google pun ikut menyindir presiden beristri seksi ini.

Menanggapi peraturan nyeleneh ini, orang-orang masih sebatas menyerukan suara saja. Namun, beberapa negara sudah mulai ancang-ancang untuk melakukan balasan dengan cara yang sama, misalnya seperti yang dilakukan Iran. Melihat fenomena ini, coba kita berandai-andai, seumpama semua negara melakukan hal yang sama yakni memboikot Amerika, kira-kira apa ya yang bakal terjadi? Hmm, jawaban dari pertanyaan ini bisa macam-macam.

Lalu, apa sih yang bakal terjadi seumpama seluruh dunia memboikot Amerika? Analisanya bisa kamu temukan lewat ulasan berikut.

Pengangguran merajarela

Apa hubungannya boikot Amerika dan jumlah pengangguran? Sekarang coba kamu hitung ada berapa produk Amerika yang merajai pasaran di banyak negara. Ambil saja contoh makanan, di Indonesia saja ada banyak sekali restoran cepat saji yang notabenenya adalah keluaran Amerika. Dan kamu tahu, mereka punya cabang yang begitu banyak di mana masing-masingnya memiliki pekerja yang tak sedikit jumlahnya.

pengangguran [image source]
Bayangkan jika seluruh negara termasuk Indonesia memilih memboikot Amerika, itu artinya semua restoran cepat saji tersebut bakal tutup dan membuat semua pekerjanya jadi pengangguran. Kabar buruknya lagi, perusahaan Amerika yang tersebar di seluruh dunia bukan hanya restoran cepat saji. Ada juga minyak, otomotif dan lain sebagainya. Kalau semua ini tutup gara-gara boikot, maka jumlah pengangguran bisa naik berkali-kali lipat dalam skala dunia.

Kehilangan kemudahan berjejaring dunia maya

Selain jumlah pengangguran di negara pemboikot Amerika, negara-negara tersebut harus siap untuk mengalami keterlambatan mendapat informasi dan berjejaring. Coba sekarang sebutkan sosial media apa yang sering kamu gunakan? Facebook? Twitter? Instagram? Biasanya untuk memperoleh informasi melalui internet, halaman apa yang akan kamu tanya? Google?

sosial media [image source]
Google dan kawan-kawannya tersebut juga berasal dari Amerika dan bila negara di dunia memutuskan memboikot Amerika itu berarti kita harus bersiap-siap mencari search engine baru dan menutup semua akun sosial media kita. Belum lagi selama ini perusahaan penyedia layanan internet terbaik di dunia bermarkas di Amerika, yang artinya kita harus bersiap juga dengan layanan internet kualitas seadanya.

Kondisi perekonomian dunia terguncang

Poin ini tentu saja berhubungan dengan yang pertama. Sekarang bila semua perusahaan Amerika harus ditutup di sebuah negara, berarti negara tersebut harus menyediakan bahan atau produk penggantinya. Bila hal tersebut terjadi dan ternyata hanya ada sedikit ditemukan penggantinya, maka bersiaplah melayani permintaan barang yang bertambah banyak. Jika permintaan bertambah banyak, barang langka, dan harganya terus menerus meningkat maka inflasi otomatis akan terjadi.

inflasi [image source]
Selain itu kurs dolar pasti akan mengalami carut marut. Dolar sudah tidak laku lagi di negara lain dan mereka yang terlanjur menyimpan dolar harus mencari cara untuk dapat menukarkannya. Nilai dolar akan terus menurun dan tidak tahu kapan perekonomian dunia dapat stabil. Karena dolar termasuk mata uang asing dengan pengaruh yang besar di dunia.

PBB akan turun tangan

Bila Amerika memang berhasil diboikot oleh seluruh negara, tentu saja PBB tidak akan tinggal diam. Seperti yang kita tahu bahwa organisasi ini membawahi hampir semua negara di dunia dan salah satu negara yang memiliki andil besar dalam organisasi ini adalah Amerika.

United Nations [image source]
Bisa jadi PBB akan mengadakan pertemuan membahas hal itu atau bahkan mengeluarkan sanksi atau aturan khusus bagi negara yang berani melakukan boikot. Intinya PBB takkan membiarkan hal tersebut terjadi karena memandang Amerika sebagai negara besar yang pengaruhnya juga tak main-main.

Itulah beberapa hal yang bisa terjadi bila wacana boikot Amerika benar-benar terjadi. Seperti yang kita tahu bahwa Amerika adalah negara besar yang memiliki pengaruh sangat kuat di hampir seluruh dunia. Bila kekuatannya sampai dilumpuhkan, maka seluruh dunia akan merasakan imbasnya. Kecuali mungkin Korea Utara yang bisa hidup tanpa campur tangan Amerika.

Share
Published by
Faradina

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago