Unik Aneh

Sebelum Jadi Sultan Minyak, Beginilah Keadaan Dubai yang Tak Jauh Beda dari Daerah Miskin Lainnya

Salah satu kota di Uni Emirat Arab, Dubai mungkin bisa disebut sebagai surga dunia. Di sana banyak gedung pencakar langit super mewah hingga hotel yang penuh balutan emas. Jadi bukan hal yang aneh kalau Dubai dijadikan kiblat sukses bagi seluruh kota di berbagai penjuru dunia.

Itulah mungkin gambaran Dubai saat ini, namun dulu ternyata beda lagi ceritanya. Ya, kota ini dulu hanya dihuni para nelayan dan pedagang. Jauh dari kaya, malah seperti kota gurun biasa. Lalu, seperti apakah gambaran Dubai pada masa lalu itu? Simak ulasan di bawah ini.

Dubai dulunya dihuni para nelayan

Sebagai salah satu kota di Timur Tengah, tentu Dubai selalu identik dengan pasir dan cuaca yang panas. Itulah yang mungkin dikatakan orang 50-60 tahun yang lalu. Ya, bayangan Dubai yang berupa kota maju hanya angan-angan semata pada masa lalu. Dilansir dari laman Merdeka, sebelum ditemukannya sumber minyak, kota ini hanya dihuni para nelayan pencari mutiara.

Dihuni nelayan pencari mutiara [sumber gambar]
Bahkan bisa dibilang sebuah daerah yang tak mungkin bisa maju. Hingga pada tahun 1950-an, titik balik Dubai benar-benar terjadi. Ditemukannya sumber minyak pertama dan emas hitam, membuat kemakmuran bukan hanya impian kosong semata. Seperti yang kita lihat, sekarang Dubai penuh dengan gedung pecakar langit.

Bukan hanya karena minyak, mental juga kunci utama

Ternyata bukan hanya minyak yang membawa Dubai sampai di atas awan. Dilansir dari laman Grid, adanya pola pikir ala pedagang, membuat kota ini bisa maju sampai sekarang. Seperti yang diketahui, kalau orang gurun harus bertahan hidup dalam keadaan yang berat.

Mental dagang yang kuat [sumber gambar]
Mental mereka ditempa, hanya untuk air saja orang zaman dulu harus berjalan sangat jauh. Oleh sebab itu, karena tidak adanya sumber daya alam yang memadai, maka berdagang adalah salah satu kuncinya. Para kafilah dari Dubai ini berdagang sampai ke India, Iran hingga Afrika. Selain minyaknya, mentalitas bisnis tahan banting dan berkemauan keras tersebut yang membuat Dubai seperti sekarang ini.

Para penduduk juga khawatir jika SDA habis

Yang namanya SDA yang tidak dapat diperbaharui, tentunya akan habis pada waktunya. Hal itu pula lah yang kadang menjadi kekhawatiran orang-orang di sana. Saat ini memang Dubai sedang berada di atas awan dengan kemakmurannya. Seperti yang dilansir dari laman Merdeka, Sheikh Rashid sebagai salah satu pemimpin di sana mengungkapkan kekhawatiran tersebut.

Khawatir akan masa depan [sumber gambar]
Beliau mengatakan  “Kakek saya mengendarai unta. Ayah saya mengendarai unta. Saya mengendarai Mercedes. Putera saya mengendarai Land Rover. Puteranya akan mengendarai Land Rover. Tapi putera dari puteranya akan mengendarai unta”. Alhasil, segala cara pun harus dilakukan supaya kota ini bisa terus bertahan meskipun tanpa sumber daya.

Salah satu usaha untuk masa depan

Bukan tanpa solusi, para pemimpin Dubai telah mencoba mempersiapkan kotanya untuk mada depan. Dengan menjadikan kota ini sebagai pusat perdangangan, industri dan wisata kelas dunia bisa membuat Dubai bisa terus bertahan. Sebenarnya, adanya gedung pencakar langit dan kemewahan di Dubai bukan hanya jadi simbol kekayaan, namun juga investasi untuk masa depan.

Siasat agar tetap bertahan [sumber gambar]
Kelak jika minyak benar-benar kering dari Dubai, maka ada sumber pendapatan lain di kota itu yang membuatnya tetap hidup. Kalau melihat dari mentalitas pedagang yang dimiliki warganya, tentunya hal ini bukan angan-angan saja. Apalagi selama masih ada waktu memanfaatkan sumber minyak ini, akan digunakan sebaik-baiknya.

BACA JUGA: Bikin Melongo! Begini Cara Ekstrem Anak-anak Kaya Dubai Menghabiskan Uangnya

Ya seperti yang diketahui kalau Dubai memang sedang ada di atas awan. Namun uniknya para pemimpin di kota ini telah mempersiapkan rencana ke depannya supaya tidak hanya bergantung pada sumber daya alam mereka. Hal inilah yang patut di contoh oleh Indonesia.

Share
Published by
Arief

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago