Brainswashing atau mencuci otak adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk mengubah perilaku, kebiasaan, bahkan ideologi seseorang. Orang yang melakukan pencucian otak suka memasukkan hal-hal baru secara perlahan-lahan kepada orang lain. Apa yang dimasukkan itu akhirnya dianggap sebagai pengetahuan baru yang benar yang akan mengganti pengetahuan lama yang dianggap telah kadaluwarsa atau tidak sesuai.
Barinswashing sebenarnya memiliki dua tujuan, pertama mengarahkan untuk menuju ke arah positif dan kedua ke arah negatif. Kali ini kita akan membahas tentang brainwashing yang membuat manusia jadi berlaku buruk di era modern seperti sekarang. Berikut ulasan selengkapnya.
Premis di atas dipercaya oleh banyak orang di seluruh dunia, termasuk kita. Dengan memiliki ponsel pintar, maka manusia bisa melakukan apa saja dengan mudah. Misal melakukan pengecekan terhadap email, pekerjaan, dan hal krusial lainnya. Padahal antara kelebihan dan kekurangan, ponsel pintar justru memberikan dampak buruk yang sangat banyak.
Disadari atau pun tidak, sejak penyerangan Al-Qaeda di tahun 2001 silam, propaganda tentang Islam banyak diluncurkan oleh media dunia. Mereka mulai membuat sebuah kesimpulan (yang agak memaksa) dan menyatakan jika Islam adalah agama teroris. Banyaknya serangan terorisme yang dilakukan oleh milisi dan kelompok radikal Islam Seperti ISIS dan Boko Haram semakin mempermudah pencucian otak orang-orang di seluruh dunia.
Sosial media memang memberikan banyak sekali kemudahan bagi kehidupan manusia. Namun, tak semua yang ada di sosial media akan memberikan pengaruh baik kepada banyak orang. Di tempat itu, propaganda banyak sekali disebar untuk membuat orang yang tak tahu apa-apa menjadi gampang percaya. Terlebih lagi jika mereka tidak terlalu bisa melakukan klarifikasi dengan mencari sumber terpercaya.
Sekolah adalah tempat yang paling tepat untuk memasukkan ideologi yang baru kepada anak-anak. Mereka akan percaya begitu saja dari apa yang disampaikan oleh guru. Di beberapa negara seperti Korea Utara, sekolah selalu mengajarkan mereka untuk membenci Amerika dan juga Korea Selatan. Ideologi ini ditanamkan sejak dini kepada anak-anak agar kelak saat dewasa kebencian itu akan semakin membesar.
Kelompok radikal baik agama, suku, atau pun golongan juga kerap melakukan pencucian otak. Yang mereka lakukan adalah memberikan pandangan palsu dengan iming-iming akan mendapatkan surga. Misal mereka yang rela mengorbankan nyawa untuk apa saja meski hal itu adalah salah. Misal kasus-kasus bom bunuh diri yang marah di seluruh dunia.
Inilah lima hal di dunia modern yang membuat seseorang tercuci otaknya. Dari lima hal di atas, kira-kira mana saja yang pernah menimpa sobat Boombastis? Dan apa yang sobat lakukan untuk mencegahnya?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…