Baliho Tangsel [image source]
Setiap pemerintah daerah pasti memiliki cara tersendiri untuk membuat sebuah iklan layanan masyarakat. Mulai dari menggunakan cara bekerjasama dengan media televisi atau radio, menuliskannya di surat kabar daerah, atau hanya dengan menyebarkan spanduk serta baliho di seluruh wilayah kerjanya. Satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam membuat iklan layanan masyarakat selain media penyebarannya adalah isi pesan yang ingin disampaikan.
Mengingat tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman mengenai hal tertentu untuk masyarakat, tentu saja setiap detailnya harus bisa dimengerti oleh mereka. Namun baru-baru ini daerah Tangerang Selatan justru mengalami masalah yang sebaliknya. Ada satu baliho pemerintah daerah yang jadi buah bibir warga dikarenakan kalimatnya cukup ambigu dan bikin orang bertanya-tanya.
Belakangan ini nama Tangerang Selatan menjadi topik pembicaraan yang cukup hangat di media sosial. Pasalnya masyarakat daerah tersebut dibuat gagal paham oleh salah satu baliho berisi iklan layanan masyarakat yang dipajang di jalan-jalan wilayah tersebut. Baliho bertuliskan “ kehamilan 1000 hari pertama periode emas janin.” Bila dibaca sekilas mungkin baliho tersebut akan nampak biasa saja, tapi bila diteliti coba jelaskan apa maksud dari ‘1000 hari pertama?’
Baliho yang terpampang sangat besar di jalanan Tangerang Selatan dan mengikutsertakan foto sang walikota cantik itu sontak membuat banyak masyarakat penasaran. Lantaran ada yang mempertanyakan apakah informasi tersebut hanya bentuk dari typo atau salah penulisan ataukah memang seperti itu adanya? Dari banyaknya respon masyarakat tentunya kemudian pihak dinas kesehatan merasa perlu untuk turun tangan.
Mengingat ramainya masyarakat yang mempertanyakan isi pesan dari baliho milik Dinas Kesehatan Tangerang Selatan tersebut, akhirnya pihak pemerintah memutuskan untuk menurunkannya. Menurut sang kepala dinas kesehatan, baliho tersebut sebenarnya sudah terpasang di 70 titik yang masing-masing tersebar di tujuh kecamatan sudah mulai dicopot satu-persatu. Namun masih belum jelas apakah nanti akan digantikan dengan yang lebih informatif atau bagaimana.
Ambiguitas yang tertera pada kalimat di baliho tersebut memancing komentar beragam dari masyarakat. Salah satu akun twitter bernama @ajiwar menuliskan bahwa, “2 tahun 6 bulan. Bayi ajaib cuma ada di Tangerang.” Ada pula cuitan @habib_firza berisi, “itu hamil ape tahlilan?” @Burhanmuhtadi yang nampaknya merupakan salah satu warga Tangerang Selatan menuliskan, “Ini walikotaku!!! Khusus di Tangsel, hamil bisa sampai 1000 hari.”
Untuk orang yang paham mungkin iklan tersebut terlihat memang sangat informatif dan bermanfaat ya. Namun faktanya bahasa yang digunakan di sana belum berhasil membuat masyarakat awam bisa mengerti. Itulah pentingnya meneliti dan mengkurasi terlebih dahulu setiap detail kecil sebelum menerbitkannya sebagai iklan layanan masyarakat. Jangan pernah anggap remeh aturan penulisan karena meskupun terkesan sepele, hal yang satu ini juga menentukan berhasil tidaknya sebuah pesan dimengerti khalayak umum. Lebih cermat lagi ya mulai sekarang. Aduh foto Bu Airin memang bikin gagal fokus.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…